(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam yang gelap namun indah, langit malam yang di terangi oleh bintang dan rembulan malam. Membuat siapapun yang menatap langit tersebut menjadi terpesona pada keindahannya.
Di sebuah hutan yang tak cukup seram. Terdapat bangunan tua yang terlihat begitu bersih dan nyaman, beberapa lampu juga menyala, membantu menyinari nya di kegelapan malam.
Suara berisik terdegar dari arah bangunan tua tersebut. "ANJIRR! Kamu kok, tolol!" Pangeran menyentil kening Reyhan.
Saat ini semua anggota sedang berkumpul untuk sekedar bermian main saja. Dan saat ini mereka sedang bermain suit bentar, namun Pangeran curang. Ia tidak menyentil telapak tangan, melainkan kening.
"Dihh, kaga bisa gitu lah!" Sewot Reyhan tidak terima, sementara sang empu sudah melarikan diri melewati berbagai barang yang ada di dalam markas.
Pangeran mulai meloncati salah satu sofa yang panjang. sayang nya, kaki lelaki itu tertahan dengan pingiran sofa, membuat kepala nya berada di bawah dan kaki nya di atas.
Sontak seisi ruangan menjadi tertawa, karena melihat Pangeran yang nyungsruk. "Mampus!!" Pekik Reyhan, kembali duduk.
"Karma!!"
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam!!" Balas mereka serempak.
Antusias semua nya teralihkan. Yang tadi nya menatap Pangeran, kini menatap Rakha dengan wajah sedih. "Kenapa?" Tanya Pengeran, berada tepat di samping nya.
Rakha tidak menjawab, lelaki itu hanya menggeleng.
"Galau." Celetuk Trio.
"Sabar, Rak." Teriak Reza, yang tau apa yang sedang sahabat nya ini rasakan. Bukan Reyhan, Pangeran, Agus dan Oqib kalau tidak kepo dengan urusan orang.
Mereka berempat berganti posisi. yang tadi nya jauh dari Reza,,sekarang menjadi dekat, bahkan seperti tidak menyiksakan jarak sedikitpun.
"Ngapa?" Tanya Oqib lebih dulu.
"Apa nya?" -Reza.
Pangeran melirik ke arah Reza, mengisyaratkan lelaki itu untuk bertanya kepada Rakha. "Tanya sendiri sana, sama orang nya." Ucap Reza, menyeruput kopi hitam milik nya.
"Ah! Lu mah, ngga seru!" Kesal Agus, membanting sebungkus rokok milik nya.
"Gus." Panggil Rakha.
"Apa?" Tanya Agus tidak paham, dengan sesuatu yang Rakha tunjuk.
"Tuh." Tunjuk Rakha pada sebungkus rokok milik teman nya.
"Ini?" Agus mengangkat bungkus rokok milik nya, Rakha membalas dengan anggukan.
Reza yang sedang menyeruput kopi seketika tersedak, saat mendegar sahabat nya ini ingin merokok. Setau Reza, Rakha tidak pernah merokok, untuk memegang bungkus nya saja Rakha tidak pernah.