(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐃𝐮𝐚 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐝𝐚𝐫.
Pagi yang cerah, Ayyara sudah di bolehkan untuk kembali ke rumahnya, akhirnya setelah tiga minggu lebih dan dua minggu sadar ia di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
"Kok, kak Akha ngga ke sini sih."
Ia sedih karna Rakha tak datang ke rumah sakit, padahal kan ia berharap dirinya pulang bersama Rakha. Tapi lelaki itu malah tidak datang untuk menemui nya.
Merasa bosan, ia memilih untuk ke luar dari ruangan. Berjalan ke arah tangga. Dengan mata yang berbinar, ia berjalan ke arah bawah, namun langkahnya terhenti karena tepukan di pundak nya.
"Ya Allah." Terlihat lima wanita, mereka menatap ke arah Ayyara dengan tatapan tidak suka. "Lu yang namanya Ayyara?!"
"Lu budeg hah!"
"I-iya, nama aku Ayyara."
Mereka berlima saling pandang dan saling melontarkan senyum smirk, karena posisi Ayyara yang sangat dekat dengan tangga, membuat kelima wanita itu memiliki rencana. Wanita yang memakai pakaian serba hitam memberikan isyarat kepada yang lain nya ,dengan mengangkat satu alisnya.
"Kak Akha, Aya takut."
Dengan itungan ketiga, mereka berlima mendorong tubuh Ayyara ke belakang. "AYYARA!" Teriak seorang lelaki dari arah tangga, yang berhasil membuat kelima wanita itu terkejut.
Dengan sigap, lelaki yang memiliki tubuh kekar dan tinggi menangkap tubuh Ayyara yang nyaris jatuh ke belakang. "kak Akha? Aya takut." Ayyara memeluk tubuh Rakha sangat erat.
"Heh, maksud lu apa dorong dorong bu ketu kita!!" Sewot Pangeran, di hadapan kelima wanita. "Eitss, tunggu!" Reza menghentikan kelima nya, saat hendak pergi.
Dengan wajah yang kesal ,mereka berlima berbalik badan menghadap lima lelaki dan satu perempuan yang masih setia memeluk tubuh Rakha dengan erat. "Lu kan, yang waktu itu minta nomor Rakha di kampus kan?!" Sewot Reyhan, menunjuk ke arah wanita yang mengenakan hijab.
"Gue perigatin buat kalian, berlima. Jangan coba-coba berani buat nyakitin cewe gue."
დ .•*””*• 𝐴𝑅𝐴𝐾𝐻𝐴 •*””*•.დ
Di kediaman rumah Ayyara saat ini sangat ramai sekali, keluarga Rakha dan juga Reza sedang berkumpul, bahkan ada Lamela juga. Ruang tamu Ayyara di penuhi oleh saudara jauh yang tidak pernah Ayyara tau, setau dirinya, ia hanyalah gadis malang yang jauh dari kelurga dan tidak pernah mendapatkan peran apapun di dalam rumahnya.
Sekarang, gadis malang itu sudah tidak akan tidur di gudang yang gelap dan menakutkan. sekarang ia sudah bisa tidur di sebuah kamar yang nyaman dan juga bersih.
Di sebuah kamar yang memiliki nuansa serba unggu muda, terdapat gadis cantik yang sedang terbaring di atas kasur empuk nya dan juga seorang lelaki yang sendag mengusap lembut penuh cinta di suraian rambut panjang milik sang gadis.
"Abang ngga boleh kemana-mana!"
Ayyara sedang berada di kamar barunya, dengan Arsen yang sedang mencoba untuk menidurkan sang adik. Namun, sendari tadi mata Ayyara sama sekali belum terpejam, bahkan saat mata nya sudah terpejam gadis itu kembali terbangun, karena mendegar suara langkah kaki Arsen yang hendak ke luar kamar.
"Hey, abang mau ke bawah, mau ketemu sama tante sama om. Aya bobo di sini sendiri ya."
Ayyara menggeleng.
Arsen hanya terkekeh, ia kembali mengusap lembut suraian rambut Ayyara. "Ihh kok mau nangis?" Arsen mencubit pelan pipi Ayyara.
"Jangan di cubit, sakit tau!"
"Uu... Sakit ya?" bukannya berhenti, Arsen semakin menjadi-jadi untuk terus menjahili sang adik dengan mencubit pipinya.
"Abang, Aya mau cerita."
"mau cerita apa?"
Ayyara mengambil nafas dan menghembuskannya dengan perlahan. "Waktu Aya koma, Aya ketemu sama kak Ara, dia nyuruh Aya buat balik. Tapi, Aya tolak." jedanya.
"Kenapa di tolak?"
"Aya tolak, karena. Aya ngga mau hidup lagi, Aya cape selalu di marahin. Jadi Aya pikir. Tinggal bareng sama kak Ara itu, pilihan yang paling tepat! Buat Ayyara." Lanjutnya dengan air mata yang mulai mengalir.
"shuttt, udah-udah. Sekarang, Aya udah bahgia kan?" Dengan cepat, Ayyara mengangguk. "Maafin abang ya, dulu abang jahat banget sama kamu. Abang nyesel, andai waktu itu bang Rakha ngga nasehatin abang, mungkin abang masih jahat sama kamu sampai sekarang." Tanpa sadar, air mata mengalir membasahi pipi Arsen.
Ayyara menggeleng, dengan jemarinya yang cantik ia menghapus air mata yang berhasil membasahi pipi abang nya. "Ngga kok, abang ngga jahat sama Aya. abang itu baik... banget sama Aya. Aya malah beruntung punya abang seperti, bang Arsen."
"Abang janji. Abang akan selalu jagain, adik abang yang satu ini. Abang harap, kamu ngga pernah benci sama perilaku abang yang pernah abang perbuat untuk kamu ya." Arsen mengulurkan jari kelingking dan Ayyara membalas jari kelingking miliknya.
Ayyara bangun dan merubah posisi menjadi duduk. menatap manik mata milik sang abang yang mulai berkaca-kaca. Tanpa aba-aba, Ayyara lebih dulu memeluk erat tubuh kekar Arsen dan di balas pelukan itu dengan tangan yang mengusap punggung gadis cantik itu.
Ayyara melepas pelukannya lebih dulu, menangkup wajah sang abang mengunakan jari-jari mungilnya. "Abang janji kan? Ngga akan ninggalin Ayyara."
"iya, abang janji ngga akan ningalin adek abang yang satu ini."
"Abang baru nyadar, kalau hidung kamu mancung." Ledek Arsen terus menoel hidung mancung Ayyara. "Ihh, abang mah!"
"Owh iya, tadi kok kamu bisa di gendong sama bang Rakha?" Tanya Arsen teringat dengan kejadian tadi, saat mereka hendak pulang ke rumah.
Dengan jail, ia mencubit pipi sang adik dengan gemas. "Ihh, adek abang salting nih cerita nya? Huu, kayak nya lagi ada yang jatuh cinta nih."
"Ih, apaan sih."
Ayyara menepis tangan Arsen dan segera menutupnya mengunakan sebuah bantal yang ia kenakan untuk tidur.
"Huuu, abang bilang ke bang Rakha ah."
"Jangan!" Larang Ayyara.
"kenapa?
"Emang abang mau bilang apa? Sama kak Akha, hah?!"
"Mau bilang kalau... " jeda Arsen. "Kalau adek abang ini, siap buat nikah sama dia." Arsen lari terbirit-birit dengan tawa yang mengelegar.
"ABANG!!!!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yuk follow akun media sosial author! Terimakasih, jangan lupa vote nyaᥫ᭡