(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝙅𝙡𝙚𝙗.
Saat pisau itu lebih dalam di masukan dan saat itu juga darah mulai mengalir deras, mata gadis itu mulai sayu."AYYARA!!!!" Ayyara mengulas sebuah senyuman manis di bibirya, dengan bergetar ia mengucapkan kalimat. "A-a-ab-ang A-a-ya s-sa-ya-ng a-abang, s-s-sama k-ka-k A-ak-ha." Ujarnya terbata-bata, dan saat selesai mengucapkan kalimatnya, mata gadis itu sepenuhnya tertutup.
Sungguh Arsen masih tak menyangka apa yang ia liat barusan, dengan langkah yang bergetar, mata yang sudah berlinang air mata, lelaki itu mulai mendekat ke arah adiknya, mengelus pucuk kepala Ayyara dengan lembut.
"Adek, adek a-bang yang kuat ya, a-bang bakal bawa kamu ke rumah sakit." Dengan sigap, lelaki itu mengangkat tubuh sang adik dengan darah yang sudah mengotori baju putih dan rok abu-abu nya. "Aiss!" Sungguh sial, kenapa kedua orang tuanya harus pergi, Arsen binggung apa yang harus ia lakukan untuk menghantar sang adik ke rumah sakit, sementara mobil di bawa oleh ke dua orang tuanya.
Arsen berlari menuju ke rumah sampingnya, orang yang menyaksikan itu semua tak percaya, "REZA!!! T-TOLONGIN ADEK GUE!!" Teriak Arsen di depan rumah Reza, tak membutuhkan waktu lama, lelaki yang namanya barusan di sebut keluar.
"Astagfirullahalazim." Tidak hanya Reza saja yang beristighfar, Ayu dan Bayu pun sama, "t-tante t-tolongin saya, s-saya mau bawa adek saya ke rumah sakit, tapi mobil di pake sama orang tua saya, t-tolongin saya tante om," baru pertama kalinya seorang Arsen Wijaya mengemis pertolongan kepada seseorang.
"Kamu yang kuat ya, abang bakal bawa kamu ke rumah sakit." Ujar Arsen, mengusap kepala Ayyara dengan penuh kasih sayang. "Reza, ambil kunci mobil!!" Titah Bayu kepada sang anak, Reza berlari ke kamar sang ayah untuk mengambil kunci mobil, setelah mendapatkannya ia bergegas memberikannya kepada sang ayah.
"Arsen, bawa adek kamu masuk mobil." Titah Ayu di angguki oleh Arsen, mobil Bayu keluar dari pekarangan rumahnya, tak hanya Bayu saja yang menghantar Arsen, Ayu pun ikut juga. Sementara Reza masih sibuk menghubungi seseorang, "ck." Decaknya, karena orang yang ia hubungi sama sekali tak bisa.
"Gue harus ke rumah Rakha!" Final nya, Reza menyambar kunci motor dan bergegas pergi dari sana, smentara di komplek ini masih ramai.
Sementara di mobil.
"Om saya mohon lebih cepat." Pinta Arsen dengan isakan, sungguh ia sangat merasa bersalah, ia tak tega melihat adiknya, adiknya yang mengakhiri semuanya. "Baik" Bayu menambah kecepatan mobilnya, untung saja jalan raya tidak terlalu ramai, "dek j-jangan tinggalin a-abang," lirih Arsen kembali.
"Arsen tenang ya, tante tau kok kalau Ayyara itu anak yang kuat, jadi kamu tenang aja ya, " ujar Ayu dengan air mata yang ikut mengalir. "I-iya, tante."