Extra Part¹

477 20 15
                                        

Di tepi danau yang asri, seorang gadis tengah menangis dengan tatapan tertuju pada danau di hadapan nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di tepi danau yang asri, seorang gadis tengah menangis dengan tatapan tertuju pada danau di hadapan nya. Pikirannya kacau! Ia menyesal dengan perbuatan yang sudah ia lakukan, dan sekarang ia harus siap kehilangan orang yang sangat ia cintai.

"Clara?" Suara berat nan lembut itu berasal dari arah belakang, dengan segera gadis itu menghapus air matanya dan memutar tubuh untuk menatap ke arah belakang. "A-adam?"

"Gue boleh duduk di samping lu?" Dengan senang hati, Clara mempersilahkan Adam untuk duduk di samping nya. "Kenapa nangis?"

"Gue ngga nangis." Elak nya. Sementara lelaki itu hanya terkekeh. "Ngga nangis, Tapi mata nya sembab." Entah mengapa, air mata itu kembali jatuh ke pipi Clara tanpa izin.

"Gue boleh cerita sama lu?"

"Boleh."

Gadis itu menarik nafas nya dalam-dalam, dan menghembuskannya secara perlahan. "Dulu gue bener-bener butuh uang untuk operasi nyokap gue, bahkan gue mau untuk ngerusak salah satu geng motor." Jeda nya.

"Dan tanpa sengaja, gue malah suka sama ketua geng motor yang akan gue ancurin. Gue pikir, walaupun gue gagal buat ngancurin geng motor itu, gue bakal dapet uang. Ternyata ngga, Dam. Gue justru ngga di bayar sepersen pun, dengan alesan gue ngga becus ngejalani tugas dari dia." Lanjut nya.

"Bahkan gue rela pindah kuliah ke tempat yang lebih mahal karena misi gue, tapi karena gue gagal, Gibran ngga bayar sepersen pun ke gue. Padahal gue butuh uang itu untuk operasi nyokap gue." Adam mengangguk paham.

"Lu butuh berapa? Biar gue bantu untuk operasi nyokap lo." Entah kenapa, Clara justru terkekeh pelan, membuat Adam menyergitkan kening nya binggung. "Sebelumnya thaks lu udah mau bantuin gue. Tapi udah telat, Dam."

"Maksud lo?"

"Mama gue udah lebih dulu di pangil sama Allah." Seketika perasaan Adam berubah tak enak. "So-sorry, gue ngga tau."

"Santai aja." -Clara.

"Oh iya, btw lu kesini ngapain?" Tanya Clara.

"Cuman nyari ketenangan." Balas Adam.

"Emang hidup lu ngga tenang? Sorry lancang." Dengan satu tarikan nafas, Adam memejamkan mata nya sejenak. "Nyaman kok, cuman aja rumah gue yang berisik."

"Owh iya, gue mau tanya. Ketua geng motor yang sempet lu suka itu, ganteng?" Mendengar pertanyaan konyol dari teman kecil nya ini, membuat Clara terkekeh pelan. "Ya jelas ganteng lah! Seorang Arakha kok jelek." Mendengar nama lelaki yang baru saja di sebut oleh Clara, mampu membuat senyum Adam luntur.

"Tunggu."

"Kenapa?"

"Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel, bukan nama panjang nya?" Dengan cepat Clara mengangguk. "Iya! Kok lu tau sih."

"Nama cewe dia Ayyara?" Tebak nya mampu membuat senyum Clara luntur. "Gue bener kan?" Tanya nya di balas anggukan kecil.

"Gue juga suka sama cewe nya." Beritahu Adam, seketika Clara terkejut mendengar nya.

ARAKHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang