Extra part³

526 18 6
                                        

"Sayang!!" Entah mengapa, akhir-akhir ini Ayyara lebih banyak manja kepada Rakha, bahkan saat lelaki itu ingin berangkat ke kantor, Ayyara selalu saja melarang nya dengan air mata yang mampu membuat kedua pipi nya basah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Sayang!!" Entah mengapa, akhir-akhir ini Ayyara lebih banyak manja kepada Rakha, bahkan saat lelaki itu ingin berangkat ke kantor, Ayyara selalu saja melarang nya dengan air mata yang mampu membuat kedua pipi nya basah.

"Kenapa sayang? Teriak-teriak, hm?"

"Jangan berangkat kerja," bahkan saat ini ia sudah berhambur kedalam pelukan Rakha, dengan air mata yang lebih dulu mengalir. "Sayang, aku harus kerja." Tangan kekar Rakha terulur untuk mengusap penuh kasih sayang punggung sang istri.

"Aku ngga mau jauh-jauh dari mas," Jujur saja, Rakha tidak tega jika sudah melihat sang istri menangis. Tetapi ia juga harus berangkat kerja, ia sudah izin beberapa hari pada Setiawan, jika ia izin lagi, ia tidak enak.

"Sayang, aku udah banyak izin loh sama papa, masa iya aku izin lagi?" Ayyara melepas pelukan nya, dan menatap ke arah Rakha dengan tatapan kecewa. "Ya udah sana berangkat." Hembusan nafas kasar bisa terdengar dari Rakha.

"Sayang, dengerin mas. Aku kerja kan demi kamu juga, kalau aku ngga kerja, nanti aku mau kasih kamu makan apa?"

"Ya udah sana berangkat."

"Sayang, atau mau ikut aku kerja, hm?" Mata Ayyara sempat berbinar saat mendengar sang suami mengajak nya. "Emang boleh?"

"Boleh dong, kan itu kantor punya mertua kamu." Dengan gemas, jari Rakha mencoel hidung mancung milik Ayyara. "Aku mau ikut! Tunggu ya mas, aku mau ganti baju dulu." Ayyara ber-lari riang menuju ke kamar nya, senyum manis terukir di sudut bibir Rakha.

Satu pikiran tersebit di pikiran lelaki itu, ia merasa bahwa istri nya akhir-akhir ini terasa aneh. Namun Rakha mencoba menepis pikiran nya itu. "Mas Rakha!!" Teriak Ayyara saat ber-lari menuruni anak tangga.

"Jangan lari-lari sayang."

"Ayo kita berangkat!!" Seru Ayyara dengan gembira. Mereka berjalan menuju halaman yang terbilang luas, namun saat ingin memasuki mobil, Ayyara menggeleng.

"Jangan naik mobil." Sontak saja Rakha mengerutkan kening nya binggung.

"Kenapa? Mau naik Helikopter?"

"Iss, aku mau kita naik motor aja. Aku ngga mau naik mobil, bau nya ngga enak." Akhir-akhir ini Ayyara memang sedikit berubah, dari sifat, nada bicara, dan mood yang suka berubah-ubah. Karena tidak ingin membuat mood sang istri rusak, Rakha mengalah dan mengiyakan mereka untuk naik motor saja ke kantor, walaupun jarak nya cukup jauh.

꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚ARAKHA END‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷

"Turun nya pelan-pelan sayang." Ayyara mengangguk dan memilih turun lebih dulu, baru lah di susul oleh Rakha. Mereka berjalan sedikit untuk memasuki gedung kantor. "Loh, kalian kenapa ngga naik mobil?" Tanya Setiawan di pintu masuk kantor.

Dengan cepat kedua nya menyalimi dan mencium punggung tangan Setiawan. "Ayyara ngga mau naik mobil." Jawab Ayyara lebih dulu.

"Kenapa?"

ARAKHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang