(End)
Bagaimana jadinya, jika pertemuan pertama membuat aliran Cinta menembus hati? Itulah yang di rasakan seorang, Arakha Anatha Kyz Setiawan Grabiel. Anak tunggal, dan salah satu ketua geng motor The Vagos. Yang jatuh hati pada seorang gadis, yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"AH! Lu sih. Rusuh!!!" Kesal Pangeran segera menyusul sang sahabat. Melihat kepergian Pangeran yang menyusul Rakha. Membuat ke-tiga nya ikut meningalkan meja.
"Kamu mau ke mana?" Cegah wanita mentengkal tangan Reza, membuat sang empu harus menepis nya dengan kasar. "Ngga usah jadi wanita murahan!!" Ucap nya, sebelum pergi meninggalkan wanita itu sendiri.
"Ck." Decak nya merasa kesal.
Sontak diri nya menjadi pusat perhatian seisi kantin.
"APA LU LIAT LIAT!!"
"Anak baru aja, BLAGU!" celetuk mahasiswi yang tak jauh dari meja nya. Merasa kesal ia memilih untuk segera pergi dari area kantin.
"Gue harus bisa dapetin dia!" Ucap nya membayangkan wajah Rakha.
Rakha berjalan mengarah ke parkiran, di susul oleh keempat sahabat nya.
"Woy tunggu!" Cegah Akbar saat melihat sang sahabat sudah siap untuk melajukam motor nya.
"Apa?" Tanya Rakha dingin.
"Mau kemana?" Giliran Reza yang bertanya.
"Balik."
"Lu beneran mau balik. Ngga ikut kita dulu?" Tanya Reza di balas gelenggan.
"Kalau lu ngga mau ikut sih, ngga apa-apa. Tapi entar malem kumpul di cafe." Ujar Akbar di balas anggukan.
Baru saja mereka akan melajukan motor. Wanita yang tadi menganggu acara makan mereka saat di kantin datang lagi dengan mengibas gibaskan rambut nya ke berbagai arah
Ia menghampiri Rakha yang sudah siap untuk segera pulang. "Boleh anterin aku pulang ngga? Soal nya daddy aku ngga bisa ajemput." Ujar nya dengan nada yang sok imut.
"Maaf, saya buru buru." Saat tangan Rakha ingin memegang gas motor nya, tangan wanita itu lebih dulu mencabut kunci motor yang sudah Rakha pasang.
"Balikin!" Tegas nya, yang mampu membuat seisi parkiran terkejut.
"Mau kemana sih? Buru-buru."
"Bukan urusan lu!" kalau Rakha sudah menganti bahasa nya. Sudah di pastikan, bahwa lelaki itu benar-benar sudah marah.
"Kasih tau aku dulu, baru aku balikin." Ucap nya memainkan kunci motor yang ia ambil dari motor Rakha.
"Gue mau jemput istri gue! Dah, sini balikin!" Rakha merebut kunci motor nya dengan paksa. Sementara, wanita itu sudah berdiam diri dengan perasaan yang terkejut.
Bukan wanita itu saja yang terkejut. Keempat sahabat nya dan para mahasiswi yang menyukai Rakha juga terkejut mendengar penuturan sang empu yang berkata sedemikian.
"Pasti bohong!"
"Kalau gue bohong juga, bukan urusan lu!" setelah mengatakan itu, ia segera pergi meninggalkan keempat sahabat nya yang masih mematung menatap kepergian nya.