38 - School

1.9K 111 14
                                        

Jika ketiga kakak Lavisa saat ini sedang menuju rumah untuk melakukan aktivitasnya kembali. Saat ini, Lavisa sedang menuju kelasnya sambil membawa kota bekal dari kakak keduanya dengan sedikit berlari kecil. Tidak bisa dibohongi jika hari ini Lavisa sangat senang bisa kembali bersama teman-temannya. Sudah lama ia tidak menghirup udara luar seperti ini.

Lavisa yang sudah sampai di kelasnya pun langsung melihat ketiga temannya berbincang. Dengan diam-diam Lavisa langsung menghampiri ketiga temannya

"Door" teriak Lavisa yang membuat ketiga temannya terkejut dan langsung memeluk Lavisa bersamaan

"Yak anak kicil akhirnya masuk juga. Kangen banget gilak" teriak Gigi yang membuat seisi kelas menengok ke arah mereka semua

"Jangan macem-macem lagi ya biar ga kena hukuman" timpal Ares

"Ya kalian jangan ngajak gue macem-macem lah" semua melepaskan pelukkannya ketia Lavisa membalas ucapan mereka

"Itu mah balik lagi ke diri sendiri La. Harusnya mau kita ajak apapun kalo itu salah ya brarti lo sendiri yang mau. Ga boleh nyalahin orang karena pilihan lo sendiri" balas Rafa dengan tegas

"Ish kenapa bahasannya serius kayak gini sih. Berasa di rumah" kata Lavisa dengan nada sebal yang membuat ketiga temannya tertawa

"So, gimana keadaan lo? Udah enakkan matanya?" tanya Gigi dengan nada yang lembut karena melihat si bungsu sudah cemberut

"Udah lumayan kok, udah turun juga persenan buremnya" balas Lavisa dengan singkat

"Yaudah, nanti jangan ikut olahraga dulu ya" kata-kata Rafa membuat Lavisa makin kesal karena dirinya sangat suka pelajaran olahraga

"Kok gitu? Gue kan suka banget olahraga" balas Lavisa dengan nada tingginya.

Tanpa membalas ucapan Lavisa, Rafa hanya mengeluarkan handphonenya sambil menelfon seseorang dan Rafa langsung menggunakan loudspeaker hapenya yang langsung terdengar suara bundanya.

"Ada apa nak? Kok nelfon Bunda di sekolah?" tanya bunda Rafa dengan nada lembut

"Bunda, tadi kan bunda bilang Lavisa dilarang olahraga dulu supaya ga kena kepalanya. Tapi ini Lavisanya malah bentak Rafa dan gamau dilarang bunda" adu Rafa yang membuat Lavisa membulatkan matanya

"Mana Lala? Bunda mau ngomong" bunda Rafa mengeluarkan nada tegasnya yang membuat Lavisa menciut

"Bunda ini Lala" Lala mengeluarkan suaranya dengan sedikit manja

"Lala, bunda gamau ya kamu ikut olahraga hari ini dan sampai kapanpun. Apa perlu bunda kesana buat ngejagain kamu supaya ga ikut olahraga?" kata bunda Rafa dengan tegas yang membuat Lavisa menundukkan wajahnya sambil memaikan kemejanya dengan kesal

"Bunda... Maaf tadi Lala kesel sama Rafa karena ngelarang olahraga soalnya Lala suka banget olahraga. Lala gatau itu disuruh Bunda. Maafin Lala" balas Lavisa dengan nada lembut

"Iya La, Bunda gamau ya ada kejadian kamu jatoh atau kepala kamu kena lemparan. Bunda beneran marah kalo kamu ikutan olahraga" Bunda Rafa menaikkan nadanya dan membuat yang mendengar langung bergidik ngeri.

Pasalnya, tidak ada yang pernah mendegar suara Bunda Rafa yang tinggi seperti ini. Bahkan Rafa pun langsung menundukkan wajahnya mendengar perkataan Bundanya.

"Rafa, ini diloudspeaker kan?" tanya Bunda dengan nada tingginya

"Iya Bun, ada Ares sama Gigi juga di sini" balas Rafa dengan nada takut

"Bagus, kalo Lala sampai ikut olahraga yang bunda marahin bukan Lala aja tapi kalian semua. Paham?" kata bunda Rafa yang membuat ketiganya menganggukkan kepala

The DifferentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang