Setelah menjalani hari bersama ketiga kakaknya, hari ini Jennie dan Soya memiliki kesibukkan yang mengharuskan mereka tidak bisa di rumah seharian bersama adiknya. Soya dan Jennie memang diharuskan pergi ke rumah sakit untuk urusan saham dan lain-lain. Sebenarnya bisa saja mereka meminta orang lain untuk mengurus hal tersebut namun menurut Jennie, lebih baik mereka mengurus sendiri supaya lebih cepat dan sudah lama mereka berdua tidak berpergian jadi ini moment membangun kembali hubungan mereka.
Soya awalnya mau saja pergi dengan Jennie namun meninggalan kedua adiknya yang lain sangat membuatnya khawatir. Apalagi hubungan Rose dan Lavisa akhir-akhir ini lebih sering bertengkar daripada akur. Tapi Jennie meyakinkan kakaknya untuk meninggalkan keduanya. Mungkin ini bisa membuat keduanya akur seperti dulu dan tidak lagi seperti kucing dan tikus.
Sekarang ini, keempatnya sedang ada di ruang tamu setelah menyelesaikan sarapan.
"Jadi, kalian berdua hari ini bisa di rumah aja. Lavisa masih masa hukuman, aku bolehin kamu untuk ke ruang tamu kalau sama Osi aja. Tapi kalau Osi ada urusan di kamarnya, kamu juga harus ke kamar. Yang paling penting Lala ga boleh keluar dari rumah ini. Paham?" kata Soya dengan tegas
"Paham kak, mending aku sendiri aja di rumah gapapa. Kakak bawa aja nih kak Osi" jawab Lavisa yang membuat Rose terkekeh
"Yakin? Nanti kamu kangen sama aku kalau jauh-jauh dari aku" timpal Rose yang membuat Lavisa memperlihatkan matanya yang sangat sinis menatap kakakya
"Tuhkan, kak Osi tuh nyebelin. Aku gamau bareng sama kak Osi" jawaban Lavisa membuat Jennie dan Soya memijit pelipis kepalanya
"Kalian harus akur hari ini. Kalau kak Osi nyebelin, mending kamu langsung masuk ke kamar. Okay?" kali ini Jennie yang mengeluarkan suaranya dan Lavisa hanya menganggukkan kepalanya saja.
Setelah mereka berbincang, akhirnya Jennie dan Soya langsung pergi dan meninggalkan Lavisa serta Rose di ruang tamu. Karena ini baru awal dari kebersamaan mereka, belum ada pertengkaran terjadi. Rose dan Lavisa memutuskan untuk menonton televisi di ruang tamu sambil memakan snack yang sudah disediakan Bi Ijah dan beberapa chiki yang Rose beli di supermarket. Sebenarnya belum ada larangan Lavisa untuk memakan chiki namun karena Rose yang saat ini mode jahil, maka ia tidak membagi chikinya kepada Lavisa.
"Kak Osi, chiki kakak tuh banyak lho sampe tumpeh-tumpeh. Bagi satu bungkus kenapa sih? Pelit banget" Lavisa mengeluarkan nada sebalnya karena wangi chiki yang semerbak membuat dirinya ingin memakan chiki namun Rose sengaja tidak membaginya
"Aku emang punya banyak tapi untuk diri aku sendiri bukan buat dibagi-bagi. Itu ada kue dari Bi Ijah sama snack dari kak Nini dan biskuit bayi. Makan itu aja" jawab Rose dengan santai
"Ish, mana enak biskuit bayi lagian aku bukan bayi. Aku pengennya chiki kak Osi" rengek Lavisa yang membuat Rose semakin senang melihatnya
Rose tidak menjawab Lavisa namun ia langsung menelfon kakak keduanya secara tiba-tiba dan membuat Lavisa semakin bingung.
"Halo kak Nini, lagi nyetir mobil ga?" tanya Rose yang sedang menelfon Jennie
"Nggak kok, soalnya kak Chu yang bawa mobil. Kenapa? Kamu ga brantem sama Lala kan?" jawab Jennie dari sebrang
"Kak tolong speaker telfon ini juga biar kak Chu danger" perintah Rose
"Okay"
"Kakak-kakakku yang tercinta. Adik kalian yang paling bungsu daritadi bawel dan ngerengek untuk minta chiki. Emang kalian ngebolehin Lavisa makan chiki? Aku udah kasih makanan dari Bi Ijah sama biskuit bayi tapi dianya gamau nih" Rose sengaja mendramatisir nadanya agar kedua kakaknya marah dan saat ini walaupun hanya via handphone, wajah Lavisa sudah memerah
KAMU SEDANG MEMBACA
The Different
FanficKeluarga dianggap rumah untuk setiap manusia di bumi, dijadikan tempat untuk pulang dan beristirahat di saat lelah. Tapi berbeda dengan Lavisa yang menjadikan keluarganya sebagai tempat kost-kostan aja. Tempat untuk tidur, makan dan mandi saja tapi...
