Alwi:"Nay aku jemput kamu,boleh yah.?"
Alwi mengirimkan pesan ke nomor Naysila. Teman sekolahnya.
Naysila:enggak usah ,aku dianterin ibu."
Beberapa detik kemudian Naysila sudah membalas pesannya, seketika senyumnya luntur karena Naysila menolak untuk berangkat bersamanya,mungkin karena sudah terbiasa berangkat sekolah diantar oleh ibunya
Kembali menyimpan Hanpone nya. Kini beralih ke rak buku, menjadwal pelajaran hari ini.
"Abang, anterin aku ke sekolah." Teriak Mirza
"Iya bentar." Jawab Alwi, memasukkan buku ke tas punggungnya
Hampir setiap harinya mengantar Mirza ke sekolah,jika ayahnya ada waktu pasti ayahnya yang mengantarkan.
Menuju meja makan,ayah, ibu, Cahaya,dan Mirza sudah berada di sana menikmati sarapan pagi.
"Ayo bang sarapan dulu." Ajak ayahnya
Alwi ikut duduk di kursi meja makan. Mengambil sehelai roti mengolesi rotinya dengan selai strawberry kesukaannya. Jika pagi hari mereka hanya sarapan roti bakar,atau sejenisnya
"Bu,adek udah punya pacar loh." Perkataan Mirza membuat semua mata tertuju padanya,tak terkecuali Cahaya
"Apa ? Adek udah punya pacar,kakak aja belom punya pacar." Sahut Cahaya
"Adek baru sepuluh tahun,jangan pacaran dulu atau gak dikasih uang jajan." Arif ikut berbicara
"Pacar adek ibu guru." Jawab Mirza
"Ibu guru.?" Tanya Adinda penasaran
"Iya , Bu guru sering panggil aku sayang, berarti Bu guru sayang sama adek, yaudah deh Bu guru aku anggap pacarku."
"Ya ampun bocah satu ini ada-ada saja." Cahaya tertawa, dia sudah menyangka bahwa adiknya memang memiliki pacar, ternyata tidak
"Bu guru sering panggil kamu sayang karena kamu masih kecil, coba kalo udah gede mana ada Bu guru manggil sayang." Ujar Arif
"Ayah cemburu adek dipanggil sayang sama Bu guru.?" Tanya Mirza
Arif melirik istrinya,wanita itu hanya tertawa kecil. Selalu ada saja tingkah Mirza yang membuat suasana menjadi rame
"Ayo buruan udah telat nih." Alwi melihat jam tangannya,pukul setengah delapan pagi,hanya tersisa beberapa menit lagi untuk masuk kelas
"Iya bentar, Abang cerewet kayak ibu." Sahut Mirza, naik ke motor,tak lupa memakai helm
"Udah.?"
Mirza mengangguk, setelah memastikan bahwa adiknya sudah duduk dengan benar di motor,Alwi mengendarai motornya menuju sekolahan adiknya mengantarkan adiknya dulu sebelum menuju sekolahnya.
.
.
.
"Itu punyaku.!" Naysila merebut kembali pulpennya yang dirampas oleh Jonathan
"Pinjem,pelit amat lu, pulpen murah juga." Pekik Jonathan
Sementara seorang guru sedang memperhatikan mereka dari kursinya.
"Tapi ini satu-satunya." Naysila menyimpan pulpennya
"Alah bilang aja gak boleh dipinjem,dasar pelit."
"Jojo! Kembali ke tempatmu.!"
Jonathan yang biasa dipanggil Jojo. Pria itu mencebik lalu kembali ke tempatnya duduk. Dalam hati ia sangat membenci Naysila karena pernah melihat ibunya bersama ayahnya. Ia beranggapan bahwa ayahnya selingkuh dengan ibunya Naysila, terbukti dengan adanya sebuah bukti pembelian rumah atas nama Nasya - ibunya Naysila, berarti rumah yang ditempati oleh Naysila dan ibunya adalah rumah pemberian dari ayahnya Jonathan. Oleh karena itu Jonathan murka , melampiaskan amarahnya pada Naysila. Hubungan ayahnya dan ibunya jadi renggang semenjak ayahnya menjalin hubungan dengan ibunya Naysila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata cinta
General Fictionsudah dua tahun menikah karena perjodohan,sang suami tidak serta mencintainya. Mereka menikah karena perjodohan sehingga suaminya tidak menganggapnya seperti kebanyakan suami pada istrinya. Adinda ,menikah karena perjodohan tapi hingga dua tahun pe...
