Awalnya saya iseng buat cerita ini,dan saya berpikir pasti gak ada yang suka sama alur ceritanya,tapi ternyata Alhamdulillah ada saja yang suka dan memberikan respon positif, Makasih semuanya, bahkan aku gak nyangka cerita ini bakal ada yang baca .
Karena aku niatnya cuma iseng eh malah keterusan 😆
••••
demi memenuhi permintaan terakhir almarhum ibunya ,Arya rela menemui Adinda ,dan akan mengajak rujuk ,apakah ini nyata ? Iya ini nyata ,Arya mengedepankan egonya,ia rela mengajak adinda untuk rujuk dengannya,ini semua ia lakukan agar ia tidak terus menerus dihantui oleh almarhum ibunya,agar ia tidak terus menerus dihantui di mimpi tersebut, mimpi itu sangat mengganggunya , bahkan ia tidak bisa tidur nyenyak,mungkin saja mimpi tersebut adalah sebuah isyarat untuk dirinya rujuk dengan Adinda
Arya memohon kepada Adinda agar mau diajak rujuk dengannya, Adinda tak bergeming sedikitpun,ada apa dengan Arya mengapa tiba-tiba mengajaknya untuk rujuk - pikir Adinda,apakah Arya tak berpikir bahwa dirinya sejahat apa pada Adinda dan Cahaya,lalu kini tiba-tiba minta rujuk ,dulu dikhianati kini memohon untuk kembali
"Adinda maukah kau rujuk denganku ." Arya memohon
"Mengapa tiba-tiba kau mengajak rujuk,ada apa denganmu ,apa kau sedang mabuk ." Tanya Adinda,ia masih ingat betul mantan suaminya itu sering meminum minuman keras,dan ia berpikir apakah sikap Arya saat ini karena efek samping dari minuman keras yang diminumnya
"Tidak aku sedang tidak mabuk,apa penampilanku seperti orang mabuk." Arya menelisik penampilannya
Satu kata untuknya yaitu kucel
Arya benar-benar berubah, bahkan jauh berbeda dari biasanya,ia tidak seperti Arya yang dulu ,wajar karena hartanya habis ,jadi ia sudah tidak memikirkan penampilan,yang penting ia dan anaknya bisa makan
"Bukan begitu,tapi kau jauh berbeda."
Mereka duduk berdua di teras rumah,ralat bukan rumah tapi kontrakan,saat akan berangkat kerja tiba-tiba Arya datang , begitulah ceritanya, padahal Adinda sudah tidak mau lagi berurusan dengan Arya ,ia ingin hidup tenang,pokus pada hidupnya dan membesarkan anaknya,namun mengapa tiba-tiba Arya meminta untuk rujuk , padahal dulu Arya seperti sangat benci padanya
"Mengapa tiba-tiba kau mengajak rujuk." Adinda kembali mengeluarkan suaranya
Arya menghela nafas panjang." Ibu meninggal dunia."
Adinda membulatkan matanya,mengapa ia tidak tahu tentang kabar ini ? Mengapa Aryan dan Riani tidak memberitahukannya tentang meninggalnya mantan ibu mertuanya tersebut, menurutnya tidak ada kata mantan ibu mertua,wanita paruh baya itu sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri , Adinda merasa bersalah karena tidak mengetahui kepergian wanita yang sangat baik padanya,
"Ibu meninggal ,kenapa aku tidak tahu ,Aryan kenapa dia tidak memberitahuku." Gumam Adinda
"Setelah ibu meninggal dunia,aku sering bermimpi tentangnya,di mimpi tersebut ibuku menyuruhku untuk menyayangi cahaya dan kembali rujuk denganmu ,itulah sebabnya aku datang kemari ." Arya kembali menjelaskan
Adinda tidak mengeluarkan suaranya, pikirannya berkecamuk,di hatinya masih tersimpan rasa sakit yang diciptakan oleh mantan suaminya tersebut,namun melihat Arya memohon ia jadi tidak tega
"Mmm,maaf aku harus berangkat kerja." Adinda bangkit dari tempat duduknya
"Adinda.!" Arya mencekal lengan Adinda
"Lepaskan.!" Adinda melepaskan cengkraman Arya ,ia seperti jijik bersentuhan dengan pria tersebut
Arya pergi dengan tergesa-gesa, melihat sikap Adinda,Arya berpikir bahwa mungkin Adinda membencinya
••••
"Adinda , perkenalkan ini cucu saya,namanya Alwi." Ujar bosnya,pemilik toko kue tempat kerja Adinda,wanita paruh baya itu membawa cucunya, cucunya adalah anaknya Arif
Kalian masih ingat Arif ?
Sahabatnya Aryan itu
Melihat balita tersebut, Adinda jadi teringat pada seseorang,yaitu si pemilik kontrakan,ah iya apa jangan-jangan balita itu anaknya Arif pemilik kontrakan?
"Ganteng cucunya,umur berapa Bu."
"Umur Satu tahun , ibunya meninggal dunia,jadi saya yang mengurusnya." Jawabnya, Adinda manggut-manggut tanda mengerti
"Bu."
Adinda menoleh ,Arif .
"Nah ini dia anak saya." Bosnya memperkenalkan Arif , padahal Arif adalah pemilik kontrakan yang saat ini Adinda tempati,jadi pemilik kontrakan tersebut adalah anak dari bos-nya
"Saya Arif ." Arif mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Adinda
Adinda berjabat tangan dengan Arif "Adinda ." Jawabnya
"Anak saya duda anak satu, istrinya meninggal dunia karena mengalami pendarahan, Adinda,anak saya tampan kan .?" Bos-nya malah mempromosikan anaknya sendiri
Arif geleng kepala dengan tingkah ibunya
"Maaf Bu,ada pelanggan yang mau pesan kue ,saya permisi ." Adinda beranjak ke meja kasir ,para pelanggan sudah menunggunya untuk memesan kue ,dan membayar kue yang mereka beli
Adinda bekerja di sebuah toko kue,toko kue itu ternyata milik ibunya Arif
Adinda sibuk melayani para pelanggan yang mampir ke toko kue tersebut
••••
"Aku mau cerai ." Teriak Adrian
"Aku tidak mau cerai ,kau pasti tidak bertanggung jawab pada Naysila.!" Jawab Nasya
Adrian mengepalkan tangannya,lalu mencekik leher istrinya,selama ini Nasya selalu berusaha menutupi rasa sakitnya karena suaminya selalu bersikap kasar , bahkan tak segan melakukan kekerasan terhadapnya,Nasya selalu berusaha terlihat baik baik saja, padahal hatinya, batinnya sangat tersiksa
"Ibu." Naysila histeris melihat ibunya dicekik oleh ayahnya sendiri ,balita itu tidak dapat membendung air matanya,ia seakan merasakan sakit yang ibunya rasakan
Sedetik kemudian,Adrian melepaskan cekikan nya di leher istrinya,lalu pergi begitu saja ,semakin hari Adrian semakin kasar bahkan tak jarang melakukan kekerasan
Sebetulnya Nasya sudah tidak tahan lagi dengan suaminya,namun balik lagi ia tidak mau putrinya kekurangan kasih sayang seorang ayah,ya walaupun saat ini pun putrinya kekurangan kasih sayang seorang ayah
"Aku lelah ,aku capek ." Nasya berucap dalam hati,namun saat melihat putrinya seketika ia semangat kembali ,pernah tersirat dalam hatinya untuk mengakhiri hidupnya,namun lagi-lagi putrinya yang telah menggagalkan niatnya untuk mengakhiri hidup
Setidaknya putrinya adalah penyemangat hidupnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata cinta
Narrativa generalesudah dua tahun menikah karena perjodohan,sang suami tidak serta mencintainya. Mereka menikah karena perjodohan sehingga suaminya tidak menganggapnya seperti kebanyakan suami pada istrinya. Adinda ,menikah karena perjodohan tapi hingga dua tahun pe...
