Keesokan harinya
Adinda kini sudah mulai membaik, kemarin ia merasakan badannya sangat lemah , apalagi hatinya yang sangat sakit hati akibat harus kehilangan kesucian secara direnggut paksa oleh suaminya sendiri.
Ia memasak seperti biasanya, melupakan keterpurukan karena tak baik berlarut larut dalam kesedihan dan air mata .
Sepertinya Arya tak sadar semalam telah merenggut kesucian istrinya itu ,mungkin Arya tak sadar karena mabuk akibat minuman keras yang diminumnya , biarlah itu semua berlalu,dan semoga takkan pernah terulang kembali.
"Hai selamat pagi."
Aryan ? Kembaran suaminya.
"Ada apa,apa butuh sesuatu tuan Aryan ?" Ucapnya
"Kau tak perlu memanggilku tuan, panggil saja aku Aryan ." Ucapnya sambil tersenyum
Arya dan Aryan memang sodara kembar lahir dari rahim yang sama,tapi kelakuan mereka jauh berbeda,Aryan lebih baik segalanya daripada Arya _ suaminya,andai ia dijodohkan dengan Aryan pasti ia sangat beruntung.
"Kau sedang apa.?"
"Seperti yang terlihat aku sedang memasak ." Ucap Adinda,ia mulai jengah dengan Aryan yang sok akrab, padahal mereka tak saling mengenal
"Mmm,ada yang bisa kubantu , sepertinya kau kerepotan mengerjakannya sendiri,aku bantu ya."
"Boleh ,tolong kau goreng ayam ini ,aku mau rihat sejenak." Ucap Adinda sambil menyingkirkan dirinya dari depan panci penggorengan
Ia bersiap menggoreng ayam ,tapi dengan suka rela Arya menawarkan bantuan , Otomatis dirinya senang hati menyetujui tawaran Aryan
Adinda duduk di kursi meja makan sambil memantau Aryan , sementara Aryan ia bingung harus melakukan apa, sesungguhnya ia tak bisa memasak,tadi hanya iseng menawarkan bantuan,lalu Adinda malah menyuruhnya untuk menggoreng ayam, bagaimana ini ?
"Ayo goreng ayam itu ,apa kau tak bisa.? Ucap Adinda sambil terkekeh melihat Aryan yang tampak bingung
"Ouh iya ,tentu aku bisa masak ,hanya goreng ayam itu mudah ." Ucap Aryan
Padahal ia belum pernah memasak, bahkan seumur hidup belum pernah menginjakkan kaki ke dapur untuk memasak
Pertama Aryan menaruh ayam ke panci penggorengan,ini susah susah gampang, apalagi untuknya yang tak pernah masak _
"Dari caramu memasak , sepertinya kau gugup ,apa kau tak pernah memasak?" Ucap Adinda
"Ah itu aku memang jarang memasak hehe ."
"Adinda,ini bagaimana cara kecilkan apinya?" Ucap Aryan panik melihat ayam goreng yang hampir gosong karena apinya terlalu besar
"Ya ampun kau tak bisa mengecilkan kompor gas,ini sangat lucu ."
Adinda terkekeh melihat tingkah Aryan yang terlihat seperti sangat kesusahan
Alhasil ayam goreng itu gosong karena apinya terlalu besar, Adinda memarahi Aryan karena ayamnya gosong
"Kau saja yang masak ,aku takut gosong lagi ." Ucap Aryan sambil berlalu pergi
Kini Adinda lah yang memasak ayam goreng itu
" kau kenapa ada di rumahku." Ucap Arya saat melihat Aryan sedang duduk di sofa ruang tamu
"Dari tadi , emang kenapa? Aku kesini tentu untuk menemui calon Istriku.!"
Mau marah tapi Arya tak mau mengakui bahwa Adinda adalah istrinya
"Masakan sudah siap." Teriak Adinda
Arya pergi menuju meja makan, diikuti oleh saudara kembarnya yaitu Aryan ,Arya berdecak sebal pada saudara kembarnya itu
" Ayo makan. " Ucap Adinda sambil menyiapkan dua piring di meja makan
Ia pagi ini memasak nasi putih,ayam goreng,sayur bayam dan ada sosis goreng
"Waw keliatannya pasti enak ." Ucap Aryan sambil menyendok secentong nasi ke piringnya
"Biasa aja,masakan dia begitu begitu saja." Ucap Arya
Kenapa sih saudara kembar ini harus berdebat di setiap saat ?
Mereka menikmati sarapannya dengan lahapnya terutama Adinda sangat pandai dalam urusan memasak. Arya pun memang mengakui bahwa masakan Adinda sangat enak,tapi ia tak mau mengakui itu
••••
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata cinta
Fiction généralesudah dua tahun menikah karena perjodohan,sang suami tidak serta mencintainya. Mereka menikah karena perjodohan sehingga suaminya tidak menganggapnya seperti kebanyakan suami pada istrinya. Adinda ,menikah karena perjodohan tapi hingga dua tahun pe...
