"kak,stok kerudungnya masih banyak? kebetulan ibu-ibu pengajian ada yang mau order." Ujar Adinda, baru-baru ini ia sering bergabung dengan ibu-ibu pengajian
"Masih banyak Bu,mau order berapa.?" Cahaya sibuk mengemas produk jualannya, hari ini ada seratus pesanan, segitu juga Alhamdulillah
"Kayaknya 50 kerudungnya,yang sama motifnya."
"Ok Bu ."
"Ayah kamu gimana .?" Tanya Adinda,tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba menanyakan sosok mantan suaminya, padahal sempat melarang putrinya untuk tidak terlalu peduli pada ayahnya
"Ayah sudah membaik ,kemarin boleh pulang dari rumah sakit."
"Syukurlah,mulai sekarang ibu tidak akan melarang mu untuk menemui ayahmu, karena bagaimanapun dia tetap ayahmu, darahnya mengalir di tubuhmu."
"Ibu memang ibu terbaik." Cahaya mengacungkan jempolnya
"Ah iya Mirza kemana."
"Tadi katanya mau main basket,mau izin ke ibu tapi ibunya gak ada."
Adinda tersenyum malu-malu, suaminya yang menyebabkan dirinya terkurung di kamar
.
.
.
"Aduh gawat ." Mirza tak sengaja memecahkan kaca rumahnya ,pasti ibunya akan mengomelinya
"Apa itu yang pecah .!" Teriak Adinda
"Aduh ibu pasti ngomel panjang lebar,lebih baik aku Kabur." Mirza berlari menyempatkan diri
"Hei Mirza mau kemana kamu.!" Belum sempat berlari ibunya sudah meneriakinya
"Ibu,aku tak sengaja memecahkan kaca saat bermain bola,hehe maaf ."
"Ya ampun Mirza!" Adinda memungut pecahan kaca
"Maaf Bu,aku tak sengaja." Mirza membantu ibunya memungut pecahan kaca
"Lagian siapa suruh main bola di teras rumah,anak siapa sih ini bandelnya." Omel Adinda
"Ya anak ibu sama ayah ." Jawab Mirza
"Ada apa bu.?" Arif baru sampai rumah,ada urusan pekerjaan
"Ini anakmu mecahin kaca."
Mirza baru berusia sepuluh tahun sedang bandel bandelnya,tidak banyak yang tahu bahwa Adinda telah memberikan satu anak untuk suaminya, karena Adinda tidak pernah memposting kehidupan pribadinya di sosial media,hanya orang-orang terdekat yang akan mengetahui tentang kehidupan pribadinya
"Kacanya Pecah, nanti ayah ganti yang baru ."
.
.
.
"Anak haram,gak punya ayah ." Teriak seorang remaja pria kepada seorang siswi bernama Naysila, hinaan terlontar di depan banyak siswa SMA
Sontak saja Naysila yang dihina itu mengepalkan tangannya, uratnya terlihat seperti menahan amarahnya
"Gak punya ayah.!" Lagi-lagi pria itu menghinanya Lantaran ayahnya sudah lama mendekam di penjara
"Setidaknya Aku masih punya ibu.!" Teriak Naysila penuh amarah
"Hahaha gak punya ayah, ibunya pelakor, jaga ayah kalian jangan sampai direbut oleh ibunya dia.!"
Naysila berlari,tidak tahan lagi mendengar hinaan yang sudah menjadi bagian dari hidupnya itu.
Naysila berjongkok di bawah pohon belakang sekolah,air matanya mengalir menemaninya selama berada di belakang sekolah. Andai ia bisa mengubah nasib hidupnya. Mungkin hinaan tidak akan menjadi bagian dari hidupnya
"Nay kenapa di sini.?" Suara seseorang mengangetkan nya
Naysila menoleh ke arah belakang tepat pada seseorang yang menepuk pundaknya,Ia menghapus air matanya saat melihat kehadiran pria yang selama ini selalu mendukungnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata cinta
Fiksyen Umumsudah dua tahun menikah karena perjodohan,sang suami tidak serta mencintainya. Mereka menikah karena perjodohan sehingga suaminya tidak menganggapnya seperti kebanyakan suami pada istrinya. Adinda ,menikah karena perjodohan tapi hingga dua tahun pe...
