.

101 2 1
                                        

"Ada yang nanyain lo ." Pria bertato berbicara

"Siapa." Fadhil menyalakan rokok lalu asap rokok mengepul setelahnya

"Cahaya."

Mendengar nama yang tidak asing itu, Fadhil terbatuk-batuk
"Cahaya, ngapain nanyain gue."

"Mana gue tau,tanya aja sendiri,tuh orangnya di luar nungguin lo"

Fadhil mematikan rokoknya,lalu keluar dari ruangan itu bersama si pria bertato,lalu melihat wanita berdiri di luar,sudah tahu siapa lagi kalo bukan Cahaya dia berhijab sekarang

Cahaya berdiri di luar sumringah melihat kedatangan Fadhil yang selama ini dia cari-cari

"Cahaya ngapain lo."

"Eh Fadhil apa kabar,ada yang mau gue omongin sama lo." Tanpa basa-basi cahaya langsung mengajak untuk berbicara

Fadhil mengangguk lalu Dengan gerakan tubuhnya tanpa bicara mengisyaratkan si pria bertato kembali masuk ke dalam ruangan memberi ruang untuk mereka berbicara

Kini di luar tinggallah Cahaya dan Fadhil

"Duduk Ca." Fadhil mempersilahkan

"Makasih."

Mereka duduk di sebuah bangku terbuat dari kayu jati ,tempat itu sangat unik karena bangunannya terbuat dari kayu jati juga di bangun di pinggir jalan

"Mau ngomongin apa." Tanya Fadhil

Sejujurnya cahaya kurang  nyaman dengan pria itu, karena auranya berbeda dengan Fadhil yang masih menjadi sahabatnya,kini pria itu tampak cuek dan arogan

"Tentang pernikahan lo dengan Elmira." Ungkap Cahaya

"Lo kenal sama calon istri gue."

Cahaya mengangguk." Dia adik tiri gue." Cahaya mengeluarkan Hanpone lalu memperlihatkan fotonya tempo hari bersama Elmira
"Tolong batalkan niat pernikahan kalian."

Yah Cahaya akan melakukan apapun agar Fadhil tidak jadi menikahi Elmira

Fadhil melotot tajam." Apa maksudnya"

Cahaya bingung mencari jawaban
"Karena..."

"Ca.!" Bentak Fadhil

"Karena gue cinta sama lo." Jawab cahaya , entahlah dia juga bingung

"Apa cinta.?" Sejak kapan bahkan Lo dulu selalu nolak gue." Fadhil tertawa

Mengingat dulu cahaya selalu menolak ajakannya bahkan hanya sekedar berpacaran

"Iya gue minta maaf, sekarang gue sadar sama perasaan gue."Cahaya menunduk malu

"Telat gue udah mau nikah bulan depan." Fadhil bangkit berdiri

Memang benar Fadhil mencintai Cahaya,tapi itu dulu sebelum dirinya mengenal Elmira, lagipula dia sudah mati rasa karena perasaannya selalu ditolak,mungkin Cahaya pikir dirinya masih memendam rasa,ah dia salah

"Dil,gue mohon  jangan nikahi Elmira,tolong batalkan." Mohon Cahaya memegang tangan pria itu namun Fadhil menepisnya

"Apa jaminannya.?"

"Gue siap nikah sekarang sama lo."

****















Ternyata cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang