kepergian ibu

470 7 1
                                        

Masih POV Arya

Kring kring kring ,Bunyi dering telepon membangunkan ku, kesadaran ku masih belum sepenuhnya sadar dari tidur,aku malas beranjak dari tempat tidur,masih dengan mata terpejam aku mencari keberadaan Hanpone dengan tanganku, ku temukan Hanpone ku di sebelahku,segera ku raih Hanpone, ternyata panggilan telepon dari Aryan ,ku angkat panggilan telepon tersebut,masih dengan mata terpejam dan berbaring
"Halo ." Ucapku dengan suara serak

"Yah,kau dimana .] Ucap Aryan diseberang sana

"Rumah! .] Jawabku

Hubunganku dengan saudara kembarku tidak pernah baik-baik saja sejak SMA hingga sekarang,aku juga tidak akrab dengannya

"[Ibu sakit,cepat kemari atau kau akan menyesal.!] Ucap Aryan ,lalu ia mematikan panggilan telepon

Aku berdecak sebal , sejurus kemudian aku tercengang,ibu sakit?
Aku segera bangkit dari tempat tidur

••••
Aku mengemudikan mobil menuju kediaman Ibuku, setelah mendapat kabar bahwa ibuku sakit .
Kebetulan aku juga membawa Elmira,ah iya selama ini Elmira tidak pernah bertemu dengan ibuku ,ya mau bagaimana lagi? Kalian semua tahu bahwa ibuku tidak merestui pernikahanku dengan Eveline, jadi aku tidak pernah mempertemukan antara anakku dan ibuku ,entah akan seperti apa nantinya saat ibuku bertemu dengan buah hatiku bersama Eveline, entah ibuku akan menerima anakku atau tidak ,aku berharap ibuku akan menyayangi Elmira , seperti ia menyayangi Cahaya

"Ayah kita mau Kemana.?" Tanya Elmira

Aku masih pokus menyetir mobil." Ke rumah nenek ." Jawabku

Akhirnya sampai juga di rumah ibu,namun aku kaget saat melihat bendera kuning di depan rumah,ada apa ini? Juga banyak orang berlalu lalang di rumah tersebut,ini tidak mungkin ini pasti mimpi!aku terbengong

Tok tok

lamunanku buyar seketika saat seseorang mengetuk kaca mobilku
Aku keluar dari mobil, seorang bapak ternyata yang mengetuk kaca mobil "Mas Arya ,saya turut berdukacita." Ucapnya

Apa ?

"Maksudnya apa pak .?" Tanyaku
Mungkin aku bego karena bertanya,sudah jelas bahwa bapak tersebut mengatakan bela sungkawa, berarti ada yang meninggal dunia,namun aku berharap bulan ibuku

"Mas lihat saja ke dalam." Jawab bapak tersebut sambil berlalu pergi

Aku mengajak Elmira masuk ke dalam rumah, tubuhku lemas seketika saat  melihat jenazah yang tertutup kain putih,ibu !!

•••••
Singkat cerita

Masih POV Arya

Ku tabur bunga di makam mendiang ibuku,ini seperti mimpi bagiku,aku tidak menyangka bahwa ibuku akan pergi selamanya,mungkin aku adalah anak yang durhaka kepadanya semasa hidupnya,namun aku seperti kehilangan semangat saat ia pergi selamanya,selama ini aku banyak salah padanya,aku belum sempat meminta maaf kepadanya namun ia sudah pergi

Kepergian ibu yang mendadak membuatku terkejut,ku pikir ibu hanya sakit ternyata ibu meninggal dunia, selama ini ibu memang memiliki penyakit,namun aku tidak pernah memperhatikannya karena aku terlalu sibuk dengan urusan pribadi sehingga melalaikan kewajiban sebagai seorang anak laki-laki yang harus menjaga dan merawat ibunya

Mungkin inilah takdirku,aku harus kehilangan hartaku karena aku terlalu sibuk dengan urusan pribadi sehingga melalaikan kewajiban sebagai seorang anak.

Ibu maafkan aku, bahkan aku belum sempat mengenalkan mu pada anakku Elmira

•••
Satu Minggu kemudian

Setelah meninggalnya ibuku ,aku sering bermimpi tentangnya,di mimpi tersebut ibuku menyuruhku untuk menyayangi cahaya dan kembali rujuk dengan Adinda,aku berpikir bahwa itu hanya mimpi,namun mimpi itu seperti nyata ,apa ini sebuah isyarat? Atau hanya mimpi
Adinda memang wanita pilihan ibuku
Wajar saja jika ibu sangat menyayangi Adinda

Aku tidak mau terus menerus dihantui oleh almarhum ibuku,oleh karena itu akan mewujudkan keinginan ibu,mungkin saja mimpi tersebut adalah sebuah isyarat untuk aku kembali rujuk dengan Adinda
Entahlah...

Kira kira apakah arti mimpi itu?
Dan apakah kalian setuju Arya rujuk dengan Adinda?









Ternyata cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang