another pain

89 5 3
                                        

Sesampainya di mansion, Seungri langsung memarkir motornya di garasi. Ia tidak ingin berlama-lama di sana, takut jika ia terlalu lama di dekat motornya, ia akan tergoda untuk melarikan diri lagi. Dengan langkah cepat, ia menuju kamarnya, merasa sangat lelah baik secara fisik maupun emosional. Tanpa memikirkan apapun lagi, ia membuka pintu kamarnya dan langsung menuju tempat tidurnya, menjatuhkan dirinya ke atas kasur dengan berat. Pikirannya masih kacau, dan ia merasa sangat sendirian di dunia ini meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.

Seungho, yang mengikuti dari belakang, segera pergi menemui Minho di ruang kerjanya. Minho yang sedang duduk di meja dengan tumpukan dokumen di depannya segera menoleh ketika Seungho masuk. Wajah Seungho yang serius dan sedikit pucat sudah cukup untuk memberitahu Minho bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.

"Hyung-nim," Seungho memulai dengan nada berat, "I need to report about Seungri's day."

Minho mengangkat alis, sedikit khawatir. "Go on," katanya tegas, meskipun ada ketegangan dalam suaranya.

"Tadi Seungri hampir mengalami kecelakaan. Dia terlalu cepat mengendarai motornya dan hampir menabrak truk. Syukurlah dia bisa menghindar tepat waktu, tapi dia sangat terguncang setelah itu. I'm really worried about him, hyung-nim. He was completely lost in his head... I've never seen him like that before."

Minho merasakan darahnya berdesir. Pikirannya langsung tertuju pada Seungri yang selalu dia jaga dengan penuh perhatian. Rasa takut merayap di hatinya, membayangkan betapa dekatnya Seungri dengan bahaya. Tanpa membuang waktu, Minho segera berdiri dan menuju ke kamar Seungri. Rasa khawatir memenuhi pikirannya, meskipun dia berusaha keras untuk tetap tenang.

Sesampainya di kamar Seungri, Minho membuka pintu dengan hati-hati. Dia melihat adiknya duduk di tepi tempat tidurnya, masih mengenakan pakaian yang sama dengan yang ia kenakan sepanjang hari. Kemejanya basah oleh keringat, menempel erat di tubuhnya yang tampak begitu lelah. Tangannya masih menekan dada, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Wajahnya terlihat sangat pucat, seolah-olah semua darah telah meninggalkan wajahnya. Napasnya pendek-pendek, masih berusaha menenangkan dirinya sendiri setelah kejadian mengerikan di jalan tadi.

"Seungri..." Minho memulai dengan suara serius. "What happened out there?"

Seungri menoleh perlahan, matanya bertemu dengan tatapan Minho yang penuh dengan kekhawatiran. "I'm sorry, hyung... I wasn't thinking clearly. Everything just got too much today..."

"Seungri..." Minho kini berbicara dengan nada suara yang lebih lembut, berusaha menenangkan adiknya. "Hyung tahu hari ini berat buatmu, tapi kamu tidak bisa biarkan hal-hal seperti ini merusakmu.

Seungri menundukkan kepalanya, menghindari tatapan Minho, tapi akhirnya suaranya yang serak dan lemah terdengar. "I... I just needed to get away... Everything just felt too much... like I couldn't breathe..." Suaranya bergetar, seolah-olah setiap kata yang keluar menguras seluruh energinya.

Minho mengangguk, berusaha mengerti apa yang sedang dirasakan Seungri. "Tapi, Ri, kau tidak bisa ambil risiko seperti itu. Kau tahu seberapa berharganya dirimu untuk kita semua. If anything happened to you... I don't think any of us could handle it, especially me." Suara Minho terdengar serak saat dia mengucapkan kalimat terakhir. Dia tahu betapa besar rasa sayangnya terhadap Seungri, dan membayangkan kehilangan adiknya membuatnya merasa sangat takut.

Seungri mengangguk pelan, merasa semakin bersalah mendengar kata-kata Minho. "I'm sorry, hyung... I didn't mean to... I just... I was so overwhelmed, and I couldn't think straight..." Dia menekan dadanya lagi, merasakan detak jantungnya yang tak kunjung tenang.

Minho menatap Seungri dengan mata penuh kasih sayang dan kekhawatiran. "Does your chest still hurt?" tanyanya, nada suaranya berubah menjadi lebih lembut, penuh perhatian. Minho tahu betapa berbahayanya stres dan syok terhadap kondisi jantung Seungri. Dia tidak bisa mengambil risiko membiarkan Seungri menderita dalam diam.

Rebellious Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang