Eunji berdiri di dekat jendela, matanya sesekali melirik ke arah taman di luar. Sudah cukup lama sejak Seungri memutuskan untuk berjalan-jalan dengan Cherry di taman. Pada awalnya, Eunji merasa tenang, berpikir bahwa Seungri mungkin memang hanya ingin menikmati udara segar dan melihat pemandangan di sekitar mansion. Tapi, semakin lama waktu berlalu, rasa khawatir mulai merayapi pikirannya. Seungri belum sepenuhnya pulih, dan tanpa oksigen tambahan yang masih ia butuhkan, berada di luar terlalu lama bisa sangat berbahaya.
Firasat buruk mulai muncul dalam benak Eunji. Sebagai perawat pribadi Seungri, ia tahu betapa keras kepalanya anak itu. Seungri selalu menolak untuk dianggap lemah atau sakit, sering kali mengabaikan nasihat medis hanya demi mempertahankan kebebasannya. Dan hari ini, Eunji tahu dia telah melakukan kesalahan besar dengan membiarkan Seungri berada di luar terlalu lama tanpa pengawasan ketat.
Perasaan cemas mulai menyelimuti Eunji. "Seungri seharusnya sudah kembali sekarang," gumamnya pada dirinya sendiri, mencoba meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi kata-kata itu tidak cukup untuk menghilangkan kegelisahannya. Akhirnya, ketakutan yang semakin besar membuatnya memutuskan untuk mencari Seungri dan memastikan bahwa anak itu baik-baik saja.
Eunji keluar dari mansion dengan langkah cepat, hatinya berdebar kencang. Semakin dekat dia ke taman, semakin besar kekhawatirannya. Ketika akhirnya dia sampai di taman dan melihat sekeliling, jantungnya seakan berhenti berdetak saat dia melihat Seungri yang terbaring tak sadarkan diri di tanah, dengan Cherry yang duduk di sampingnya, mengeong cemas.
"Seungri!" Eunji berteriak, suaranya dipenuhi kepanikan. Tanpa membuang waktu, dia langsung berlari mendekati tubuh Seungri yang terbaring lemah. Tubuh Seungri tampak dingin saat Eunji menyentuh pipinya, dan dia segera memeriksa nadi Seungri yang lemah serta napasnya yang nyaris tak terdeteksi. "Oh Tuhan, Seungri...," Eunji berbisik, merasa ketakutan dan putus asa menghantamnya dengan keras.
Eunji memeriksa keadaan Seungri dengan cepat. Wajah Seungri pucat, dan napasnya tidak teratur, tanda jelas bahwa kondisinya sedang kritis. "Tidak, tidak, tidak...," gumamnya panik, merasa dirinya sudah membuat kesalahan fatal dengan membiarkan Seungri keluar terlalu lama. Bagaimana bisa dia tidak memperhatikan bahwa Seungri telah berada di luar lebih lama dari seharusnya? Eunji mulai gemetar saat dia menyadari betapa besar kesalahan yang telah dia buat.
Eunji perlahan mengangkat kepala Seungri untuk bersandar di pangkuannya, dia terus menepuk-nepuk pipi Seungri dengan pelan, "Seungri! ayolah... bangun... maafkan noona," air matanya mengalir deras sambil terus memanggil seungri.
Teriakan Eunji yang penuh kepanikan menarik perhatian seorang staf yang sedang bekerja tidak jauh dari sana. Staf itu segera menghampiri mereka dan melihat situasi yang genting.
"Ya tuhan, tuan muda Seungri! apa yang terjadi nona Eunji?"
"Seungri pingsan, bantu aku membawanya kembali ke dalam, sekarang!" teriak Eunji, suaranya tegang dan putus asa. Staf itu tidak membuang waktu dan segera menggendong Seungri, dengan hati-hati namun cepat. Seungri tampak tidak berdaya dalam pelukan staf itu, dan pemandangan itu membuat Eunji semakin merasa bersalah.
Mereka bergerak dengan cepat kembali ke dalam mansion. Jantung Eunji berdetak kencang, penuh dengan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Dia tahu bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Seungri, dia akan berada dalam masalah besar. Dokter Kim pasti akan sangat marah, dan lebih dari itu, Minho pasti akan murka.
Begitu mereka sampai di kamar Seungri, staf itu dengan hati-hati meletakkan Seungri di tempat tidurnya, sementara Eunji segera meraih peralatan medis yang diperlukan. Dia dengan cepat memasang masker oksigen ke wajah Seungri, berharap itu akan membantu stabilisasi pernapasannya. Namun, keadaan Seungri masih tampak kritis, dan Eunji tahu dia tidak bisa menangani ini sendirian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
FanfictionStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
