Hari itu, Lee mansion tampak tenang, tapi ada ketegangan yang tersembunyi ketika Jiyong datang menjemput Seungri. Langkahnya mantap saat dia memasuki halaman depan rumah megah itu. Meskipun ini bukan pertama kalinya Jiyong datang ke rumah Seungri, kali ini terasa berbeda. Ada perasaan gugup dan antisipasi yang berbaur di dalam dirinya, terutama setelah apa yang telah terjadi beberapa minggu lalu.
Pintu depan terbuka, dan Jiyong disambut oleh salah satu staf. Setelah memberitahu mereka bahwa dia sudah mendapatkan izin dari Byung Hun, staf tersebut mempersilakan Jiyong masuk. Saat dia menunggu Seungri di ruang tamu, Minho muncul. Kehadirannya segera membuat suasana menjadi sedikit lebih tegang. Meskipun Minho tidak secara langsung mengusir Jiyong atau menunjukkan ketidaksukaan, tatapan tajam dan sikapnya yang kaku cukup untuk membuat Jiyong merasa sedikit tidak nyaman.
"Jiyong," Minho menyapa dengan anggukan kecil, tanpa senyum.
"Minho hyung," jawab Jiyong, mencoba tetap tenang.
Minho memandang Jiyong dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ada sedikit kebisuan di antara mereka sebelum Minho akhirnya berkata, "Take care of him."
"Of course," Jiyong menjawab, suaranya tegas. Meskipun singkat, percakapan itu mengandung banyak makna.
Tak lama setelah itu, Seungri muncul di tangga, mengenakan pakaian kasual namun tetap terlihat elegan. Wajahnya cerah, meskipun tubuhnya masih menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Saat melihat Jiyong, senyumnya melebar, dan dia segera menghampiri.
"Hyung!" Seungri berseru dengan semangat, seolah mengabaikan ketegangan yang sempat terasa.
"Hey, Ri," jawab Jiyong, senyumnya akhirnya muncul ketika melihat Seungri.
Minho hanya mengamati dari dekat. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa lagi, kehadirannya seolah memberi peringatan kepada Jiyong bahwa dia harus berhati-hati.
Dalam perjalanan menuju studio Jiyong, suasana di dalam mobil terasa santai. Jiyong senang melihat Seungri tampak lebih sehat dan ceria. Seungri memandang keluar jendela, menikmati pemandangan jalanan yang berlalu. Ada keheningan nyaman di antara mereka yang sesekali diisi dengan percakapan ringan.
Begitu mereka tiba di studio Jiyong, suasana segera berubah. Studio itu adalah ruang pribadi Jiyong, tempat di mana dia bisa bebas mengekspresikan dirinya tanpa batasan. Dindingnya dipenuhi dengan berbagai karya seni, dari sketsa hingga lukisan besar yang penuh warna. Cahaya matahari sore menyinari ruangan itu, memberikan kehangatan yang menenangkan.
Jiyong membawa Seungri masuk, memastikan dia merasa nyaman. Dia menyiapkan tempat duduk yang empuk di sudut ruangan, dekat dengan jendela besar yang menghadap ke taman kecil di luar. Seungri duduk dengan tenang, mengamati sekelilingnya dengan kagum.
“Your studio is always so inspiring,” kata Seungri sambil melihat-lihat.
“Thanks,” jawab Jiyong sambil duduk di dekatnya. “I wanted you to see something special today.”
“Oh? What is it?” tanya Seungri penasaran.
Jiyong tersenyum misterius, lalu berdiri dan berjalan menuju salah satu sudut studio yang tertutup oleh kain besar. Dengan hati-hati, dia menarik kain itu, memperlihatkan sebuah lukisan yang baru selesai beberapa hari yang lalu.
Seungri terdiam sejenak, terpaku pada lukisan di depannya. Itu adalah sebuah potret dirinya, diwarnai dengan detail dan kehangatan yang luar biasa. Warna-warna yang digunakan Jiyong memancarkan aura Seungri yang tenang namun kuat, seolah menggambarkan kepribadiannya yang dalam dan kompleks.
“Hyung... this is...” Seungri tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.
“Kau suka?” tanya Jiyong, matanya penuh harapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
Fiksi PenggemarStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
