Ambulans yang membawa Seungri meluncur dengan cepat menuju rumah sakit, lampu merah berputar menyinari wajah pucat anak itu yang hampir tak berdaya di atas tandu. Setiap goncangan jalan membuat tubuhnya yang lemah semakin berguncang. Masker oksigen dipasang di wajahnya untuk memberikan bantuan pernapasan, sementara infus saline diberikan untuk menjaga tekanan darah yang semakin turun. Tim medis yang berada di dalam ambulans terus berupaya menjaga Seungri tetap sadar, memanggil namanya berulang-ulang dan memantau tanda-tanda vitalnya.
"Pressure's dropping!" teriak salah satu paramedis, suaranya penuh kepanikan. "He's going into severe hypovolemic shock! We need to push fluids!"
Begitu tiba di ruang gawat darurat, Seungri segera dibawa masuk. Tim medis sudah siap, dengan alat-alat dipersiapkan di sekeliling tempat tidur yang menunggu pasien kritis itu. Beberapa perawat dan dokter mulai bekerja cepat; ada yang memasang alat bantu napas, sementara yang lain memotong baju Seungri, memperlihatkan luka tusukan yang masih berdarah di perutnya. Selain itu, memar besar tampak di sepanjang tulang rusuknya, wajahnya lebam, dan sekujur tubuhnya penuh lebam dan lecet dan bibirnya membiru.
“Get me a type and cross-match, now! Kita butuh transfusi darah segera!” perintah seorang dokter. “Siapkan untuk emergency surgery. Kita harus segera mendapatkannya ke OR.”
Saat itu, Dr. Kim bergegas masuk ke ruang gawat darurat. Dia mengambil sejenak untuk melihat wajah Seungri—terlihat begitu muda, tetapi telah dihancurkan oleh kerasnya hidup. Bukan hanya luka tusukan; tubuhnya yang penuh memar mengungkapkan siksaan fisik yang telah ia derita di tangan Jihoon. Napasnya begitu lemah, hampir tidak terdengar, dan monitor menunjukkan detak jantung yang tidak stabil, kadang melonjak, kadang menurun tajam.
"Prepare for a central line," kata Dr. Kim dengan suara yang tegas namun getir. "Dan bersiaplah untuk memberikan adrenalin jika kita kehilangan dia." Dia mengangkat pandangannya dan melihat tim medis lain yang bersiap untuk mentransfusikan darah. "Seungri sudah pernah mengalami cardiac arrests sebelumnya. Hati-hati dengan semua tindakan yang kita ambil."
Saat mereka bergegas membawa Seungri ke ruang operasi, suara-suara mesin dan monitor menggema di sepanjang lorong. Setiap detik terasa seperti hitungan mundur menuju jurang maut. Di dalam ruang operasi, suasana terasa tegang. Semua alat dan obat-obatan siap, dan tim bedah telah bersiap dengan sarung tangan dan masker. Seungri dipindahkan ke meja operasi, lampu bedah menyala terang, menyorot tubuh lemah yang terbaring di bawahnya.
"Scalpel," kata Dr. Kim, mengulurkan tangan untuk menerima instrumen itu. Dia membuat sayatan di perut Seungri, mencari sumber perdarahan yang tidak bisa dihentikan. "There’s internal bleeding," gumamnya pelan, berusaha tetap tenang saat melihat sejauh mana kerusakan yang telah terjadi. "We need to clamp this now, or he’s not going to make it."
Seorang perawat mengulurkan klem arteri ke Dr. Kim, yang dengan hati-hati memasangnya untuk menghentikan aliran darah. Setiap gerakan dibuat dengan ketelitian tinggi, namun ada rasa putus asa yang samar di dalamnya. Mereka semua tahu bahwa jantung Seungri—yang sudah lemah sejak lahir—mungkin tidak mampu menahan tekanan ini. Monitor jantung menunjukkan penurunan detak jantung yang mengkhawatirkan, dan Dr. Kim merasakan denyut nadi yang semakin lemah saat dia menyentuh pergelangan tangan Seungri.
"Give me epinephrine," Dr. Kim memerintahkan. "And start compressions if his heart stops."
Tiba-tiba, monitor menunjukkan garis lurus yang menandakan jantung Seungri berhenti berdetak. "Code blue!" teriak salah satu dokter lain. "Start compressions now!"
Seorang dokter segera mulai melakukan kompresi dada, menekan dengan keras di tengah tulang rusuk Seungri. Setiap tekanan terasa seperti mencoba menghidupkan kembali nyala api yang hampir padam. Epinephrine disuntikkan langsung ke pembuluh darah, dan defibrillator dikeluarkan, dengan alat yang diisi daya untuk digunakan jika detak jantung tidak kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
FanfictionStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
