Setibanya di apartemen, Jiyong dengan hati-hati menempatkan Seungri untuk duduk di atas tempat tidur dan segera memberikan air putih dan obat penenang. Dia duduk di samping Seungri, meraihnya untuk jatuh ke pelukannya lalu mengusap pelan punggung Seungri. Dan setelah beberapa menit akhirnya obatnya bekerja dan nafas Seungri mulai stabil dan dia mulai pergi ke alam mimpi.
Jiyong melonggarkan pelukannya dan memposisikan Seungri untuk berbaring dengan nyaman sambil terus mengelus lembut rambut Seungri.
Seungri meracau dalam tidurnya, gelisah dan tidak nyaman di atas tempat tidur. Dia terus bergerak ke kanan dan kiri.
"D-dingin... terlalu gelap... appa... don't leave me alone... I'm scared..." bisik Seungri dengan suara gemetar, tangannya mencoba meraih sesuatu.
Jiyong duduk di samping Seungri, merasa kasihan dengan keadaan Seungri sekarang. Dia merasa sedih melihat Seungri dalam keadaan seperti ini, terjebak dalam mimpi buruk yang mungkin hasil dari efek mabuk.
"It's okay, Seungri-ah. Aku di sini, aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Jiyong dengan suara lembut, mencoba menenangkan Seungri yang gelisah.
Jiyong meletakkan tangannya di atas kepala Seungri, mengelus lembut rambut white ash Seungri mencoba membuat Seungri merasa aman, meskipun tidak bisa menghentikan racauan Seungri.
"No... no... cherry come to... daddy..." racau Srungri lagi dan wajahnya terlihat sangat menggemaskan, bibir tipisnya yang merah dan pipinya yang sedikit gembul merona karena efek mabuk, Jiyong rasanya tidak tahan ingin melakukan sesuatu.
Jiyong menyentuh pipi Seungri dan mengusapnya lembut, Seungri terlena dengan sentuhan Jiyong dan terlihat berangsur tenang di tidurnya.
Jiyong terus duduk di samping Seungri sepanjang malam, mengawasi dengan penuh perhatian. Meskipun tidak bisa menghilangkan semua rasa sakit dan ketakutan yang dirasakan Seungri.
Jiyong menjaganya dengan penuh perhatian, memastikan bahwa dia tidak kekurangan apa-apa.
Keesokan harinya, Seungri bangun dengan perasaan pusing dan mual. Dia membuka matanya perlahan dan melihat Jiyong duduk di sampingnya.
"Jiyong hyung?" Seungri bertanya dengan suara pelan.
Jiyong tersenyum. "Pagi, Seungri," katanya. "Bagaimana perasaanmu?"
"Pusing," Seungri meringis. "Dan aku mual."
Jiyong membantu Seungri untuk duduk dan membawanya ke kamar mandi. Seungri muntah lagi, lalu Jiyong dengan sabar membantunya membersihkan diri.
Setelah Seungri selesai, Jiyong memberinya segelas air putih dan membantunya kembali kasur.
"Maaf ya, hyung," Seungri berkata dengan malu. "Aku membuat banyak masalah semalam."
Jiyong tersenyum. "Tidak apa-apa, Seungri," katanya. "Aku senang bisa membantumu."
Seungri merasa lega mendengar jawaban Jiyong. Dia merasa bersyukur karena Jiyong tidak marah padanya.
"Hyung... boleh tidak, aku mandi? Badanku lengket." Seungri malu-malu.
Jiyong mengangguk. "Tentu saja," katanya. "Aku akan menyiapkan air mandinya dulu untukmu."
Jiyong membantu Seungri untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, dia membawakan Seungri semangkuk sup hangat.
Seungri makan sup dengan lahap. Dia merasa lapar dan lemas.
"Jiyong hyung, terima kasih sudah merawat aku."
Jiyong tersenyum. "Sama-sama, Seungri," katanya. "Aku senang bisa membantu."
Seungri merasa semakin nyaman dengan Jiyong. Dia merasa seperti Jiyong adalah orang yang bisa dia percayai.
"Seungri-ah, sebaiknya kita ke rumah sakit saja ya? nafasmu terdengar berat sekali, semalam juga kau mengeluh sesak, kan?" Ucap Jiyong dengan penuh perhatian.
Seungri sadar dan tau betul apa yang terjadi pada tubuhnya tapi dia tidak mau terlihat lemah dan merepotkan Jiyong lebih lanjut.
"Tidak perlu, hyung. Aku baik-baik saja kok, nanti di rumah aku minum obat langsung enakan." Seungri mencoba terdengar kuat.
"Kau serius?" Tanya Jiyong sambil memegang pundak Seungri dan yang di pegang hanya mengangguk dan tersenyum, membuat Jiyong percaya.
Mereka duduk bersama, Seungri memandang sekeliling apartemen Jiyong dengan rasa penasaran yang masih terasa di benaknya.
"Hyung, aku masih bingung. Bagaimana aku bisa berakhir di sini, di apartemenmu?" tanya Seungri dengan suara lemah, mencoba mencari jawaban atas kebingungannya.
Jiyong tersenyum lembut, memahami kebingungan Seungri. "Kemarin malam, kamu sudah sangat mabuk dan tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri. Aku khawatir kamu akan kesulitan pulang, jadi aku membawamu ke sini untuk istirahat dan memastikan kamu baik-baik saja," jelasnya dengan penuh perhatian.
Seungri mengangguk, merasa sedikit malu atas keadaannya yang membuat Jiyong harus mengurusnya. "Ah, aku minta maaf atas kesulitan yang kubuat kemarin malam, hyung. Terima kasih sudah mengurusku," ucapnya dengan rasa terima kasih yang tulus.
Jiyong menggeleng pelan, menolak permintaan maaf Seungri dengan santai. "Tidak perlu minta maaf, Seungri-ah. Teman selalu ada untuk membantu satu sama lain, bukan?"
Seungri tersenyum, merasa bersyukur memiliki seseorang seperti Jiyong di sampingnya. Meskipun malam yang lalu mungkin agak kacau.
Setelah sarapan, Seungri mengeluarkan ponselnya dan menelepon supirnya untuk menjemputnya. Setelah beberapa saat, supirnya tiba di depan apartemen Jiyong.
"Bye, hyung. Aku harus pulang sekarang. Terima kasih atas semuanya," ucap Seungri sambil pamitan pada Jiyong, ekspresinya penuh dengan rasa terima kasih dan penyesalan.
Jiyong tersenyum hangat. "Tidak masalah, Seungri. Ingat untuk minum obat dan istirahat dengan baik saat sampai di rumah. Dan jangan terlalu banyak minum lagi, ya?" ucapnya sambil memberikan pelukan singkat pada Seungri.
Seungri tersenyum kecut, merasa sedikit malu atas kejadian semalam. "Aku janji, hyung. Terima kasih atas perhatiannya," ucapnya dengan suara yang lembut.
Jiyong mengantar Seungri ke pintu depan apartemennya dan menunggu sampai Seungri masuk ke mobil dengan aman. Ketika pintu mobil ditutup, Jiyong memberi isyarat ke sopir untuk membawa Seungri pulang.
"Dah, hati-hati di jalan, Seungri. See ya next time!" ucap Jiyong sambil melambaikan tangan kepada Seungri yang duduk di dalam mobil.
Seungri tersenyum kecil dan melambaikan tangannya kembali kepada Jiyong. "Sampai jumpa, hyung! Terima kasih lagi!"
Mobil pun bergerak perlahan meninggalkan apartemen Jiyong. Jiyong melihatnya pergi dengan rasa lega, berharap bahwa Seungri akan sampai di rumahnya dengan selamat dan dapat istirahat dengan tenang setelah semalam yang melelahkan.
tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
FanfictionStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
