Sehun dan Seungri tiba di klub malam yang terkenal di Seoul. Musiknya kencang, lampu-lampu berkelap-kelip, dan suasananya penuh dengan energi dan gairah. Sehun langsung mengajak Seungri ke lantai dansa, dan mereka berdua menari dengan lepas.
Tak lama kemudian, mereka bertemu dengan teman-teman Sehun. Sehun memperkenalkan Seungri kepada mereka satu per satu. Seungri langsung disambut oleh teman-teman Sehun, dan mereka semua bersenang-senang, menari dan minum bersama.
Lalu Sehun mengenalkan Seungri kepada beberapa gadis cantik. Seungri, yang sudah mabuk sedikit, langsung akrab dengan mereka. Dia tertawa dan bercanda dengan mereka, dan mereka semua tampak senang dengan keberadaan Seungri.
Tiba-tiba, seorang pria yang Seungri tidak kenal datang menghampiri mereka. Pria itu tidak tidak lebih tinggi dari Seungri tapi dia tampan dan ugh sexy dengan kemeja satin yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, rambut berwarna coklat dan mata yang tajam. Dia terlihat seperti orang yang sukses dan berkelas.
"Hai," pria itu menyapa Seungri dengan ramah namun sedikit smirk. "Namaku Kwon Jiyong. Senang bertemu denganmu."
Seungri tersenyum dengan lebar dan membuatnya terlihat menggemaskan. "Aku Seungri. Senang juga bertemu denganmu."
Jiyong dan Seungri langsung akrab. Mereka mengobrol tentang banyak hal, mulai dari musik sampai seni. Seungri merasa nyaman dengan Jiyong, dan dia merasa seperti sudah lama mengenalnya.
Sehun memperhatikan percakapan mereka dengan rasa penasaran. Dia tidak tahu siapa Kwon Jiyong, tapi dia melihat bahwa Seungri sangat menyukainya. Sehun merasa sedikit cemburu, tapi dia juga senang melihat Seungri bahagia.
Jiyong kemudian mengajak Seungri untuk minum di bar. Seungri setuju, dan mereka berdua meninggalkan Sehun dan teman-temannya.
Lalu Seungri dan Jiyong sedang tertawa dan bercanda bersama. Sehun merasa semakin cemburu, tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya.
Sehun mendekati Seungri dan Kwon Jiyong. "Hei," Sehun menyapa mereka. "Kalian ngapain disini?"
"Oh, Sehun!" Seungri berkata. "Kenalin, ini Kwon Jiyong."
"Hi, Sehun," Kwon Jiyong berkata. "Aku sudah banyak dengar tentangmu dari Seungri."
Sehun mengangguk. "Senang bertemu denganmu."
Sehun, Seungri, dan Jiyong kemudian menghabiskan sisa malam mereka bersama. Mereka minum, menari, dan bersenang-senang.
Dan semakin malam, semakin seru pesta di club malam itu. Seungri, yang sudah mabuk berat, semakin lepas dan lucu tingkahnya. Dia berdansa di atas meja, menyanyi dengan suara cempreng, dan bahkan mencoba untuk memanjat tiang penari, Seungri juga bermanja ria ke semua orang di sekitarnya. Teman-teman Sehun dan Sehun sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu Seungri.
Jiyong, yang baru pertama kali bertemu dengan Seungri, terhibur dengan tingkahnya dan semakin tertarik. Dia melihat Seungri sebagai sosok yang imut dan menggemaskan, apalagi sedang mabuk. Seungri yang semakin mabuk pun semakin berani. Dia mulai menempel-tempelkan diri ke Jiyong, merengek minta peluk, dan bahkan berani mencium pipi Jiyong.
Jiyong yang biasanya cuek dan dingin, luluh dengan tingkah manja Seungri. Dia memeluk Seungri dengan lembut dan mencium kepalanya. Seungri semakin senang dan terus memeluk Jiyong erat-erat.
"Jiyongie hyung," Seungri merengek, "Aku mau pipis."
Jiyong tersenyum dan membantu Seungri berdiri. Dia mengantar Seungri ke toilet dan menunggunya di luar. Setelah beberapa menit, Seungri keluar dari toilet dengan wajah pucat pasi.
"Jiyong hyung," Seungri merengek lagi, "Aku mau muntah!"
Jiyong panik dan langsung menuntun Seungri ke sink. Seungri muntah dengan keras, dan Jiyong dengan sabar menepuk punggungnya untuk menenangkannya.
Setelah Seungri selesai muntah, Jiyong membantunya untuk membersihkan diri. Seungri merasa malu dan bersalah atas tingkahnya yang memalukan.
"Maaf ya hyung," Seungri berkata dengan suara pelan. "Aku tidak bermaksud muntah di depanmu." Mata seungri berkaca-kaca.
Jiyong tersenyum. "Tidak apa-apa, Seungri," katanya. "Aku tahu kamu mabuk."
Seungri merasa lega mendengar jawaban Jiyong. Untung Jiyong tidak marah padanya.
Tapi kelegaan hanya bertahan sesaat, Seungri ingin muntah lagi lalu Seungri muntah dengan keras, tubuhnya lemas bukan main. Dia terjatuh ke pelukan Jiyong, masih dalam keadaan mabuk berat.
"Seungri, kamu kenapa?" Jiyong panik, berusaha menopang tubuh Seungri.
"Aku... i can't breath," suaranya lemah.
Jiyong langsung menggendong Seungri dan membawanya keluar dari nightclub itu, mereka langsung menuju ke mobil. Jiyong melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.
Namun, di tengah perjalanan,"Aku mau pulang," rengeknya. "Aku mau pulang ke rumah." Seungri kembali merengek.
Jiyong bingung. Dia tidak tahu di mana rumah Seungri. Dia baru pertama kali bertemu dengan Seungri malam itu, dan mereka tidak sempat bertukar alamat.
"Aku tidak tahu di mana rumahmu, Seungri-ah," Jiyong berkata dengan cemas. "But it's okay, aku akan membawamu ke tempat yang aman."
Jiyong memutuskan untuk membawa Seungri ke apartemennya. Dia tahu bahwa Seungri tidak bisa ditinggalkan sendirian dalam keadaan seperti itu.
tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
FanfictionStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
