Saat Seungri tiba di rumah setelah menghabiskan waktu di kampus dan bekerja keras menyelesaikan tugas-tugasnya di kafe bersama Sehun dan Daesung, dia merasa sedikit lelah tapi puas. Namun, begitu dia memasuki mansion, rasa lelah itu mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih tidak menyenangkan. Ada sensasi aneh di dadanya, sesuatu yang sudah sangat dikenalinya-rasa sesak, seolah-olah jantungnya berdenyut dengan cara yang salah.
Seungri mencoba mengabaikannya, berpikir bahwa mungkin dia hanya terlalu lelah dan membutuhkan istirahat. Tapi saat dia naik ke lantai atas menuju kamarnya, perasaan itu semakin kuat. Nafasnya mulai pendek-pendek, dan setiap langkah terasa semakin berat. Seungri akhirnya sampai di kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan, punggungnya bersandar ke pintu saat dia berusaha mengendalikan perasaannya.
Namun, tubuhnya tidak bisa diajak kompromi kali ini. Detak jantungnya semakin cepat, dan dunia di sekitarnya mulai terasa berputar. Tanpa berpikir panjang, Seungri meraih ponselnya dan dengan tangan gemetar, menekan nomor cepat yang terhubung langsung dengan Eunji, perawat pribadinya.
"Eunji... i need you now," suara Seungri terdengar serak saat dia berbicara, matanya mulai kabur karena pusing.
Eunji yang biasanya cepat tanggap, tiba di kamar Seungri dalam hitungan detik. Melihat Seungri yang duduk lemah di lantai, dia segera mengambil alat-alat medisnya. Dia berlutut di samping Seungri dan meletakkan stetoskop di dadanya, mendengarkan dengan cermat.
"Seungri-ssi, kamu kambuh lagi," kata Eunji dengan nada tenang namun tegas. "Aku akan siapkan oksigen untukmu, tahan sebentar, ya."
Seungri mengangguk lemah, berusaha tetap tenang meskipun dadanya terasa semakin berat. Rasanya seperti ada beban yang menghimpit jantungnya, membuat setiap tarikan nafas menjadi perjuangan. Eunji dengan cepat mengatur alat bantu pernafasan, memasang selang oksigen ke hidung Seungri.
"I'm used to it," gumam Seungri dengan suara pelan, mencoba tersenyum pada Eunji. "You don't have to worry that much..."
Eunji menghela napas panjang, menatapnya dengan cemas. "Seungri-ssi, seharusnya kamu harus lebih hati-hati. Aku akan menghubungi dokter Kim untuk berjaga-jaga."
Seungri menggeleng pelan, "Tidak perlu, noona... aku hanya butuh istirahat. Kalau mereka tahu, mereka pasti panik... Minho hyung atau orang tuaku, aku tidak ingin mereka khawatir."
Eunji mengerti, tetapi tetap merasa khawatir. Seungri memang sering mencoba meremehkan kondisinya, tapi Eunji tahu bahwa dia harus tetap waspada. Dia memutuskan untuk mengawasi Seungri sepanjang malam, memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Seungri kini berbaring di tempat tidur dengan selang oksigen masih terpasang. Dia memejamkan mata, mencoba meredakan kepanikan yang sedikit demi sedikit mulai menguasainya. Dia tahu bahwa kondisi ini adalah sesuatu yang harus dia terima dan jalani, tapi setiap kali kambuh, dia tak bisa menahan rasa takut yang melintas di benaknya.
Eunji duduk di kursi dekat tempat tidur, memastikan alat-alat medis tetap berfungsi dengan baik. Wajahnya penuh perhatian, tetapi dia berusaha tetap tenang agar tidak membuat Seungri semakin cemas. Mereka berdua tenggelam dalam keheningan, hanya suara alat bantu pernapasan yang mengisi ruangan.
Beberapa menit berlalu, dan Seungri merasa sedikit lebih baik. Dia membuka matanya dan melihat ke arah Eunji, "Kau benar-benar tidak perlu khawatir, noona. Aku tahu kapan harus istirahat."
Eunji tersenyum tipis, meskipun kekhawatirannya masih belum sepenuhnya hilang. "Tetap saja, aku di sini untuk memastikan kamu baik-baik saja, Seungri."
Akhirnya, dengan oksigen yang mulai membantunya bernapas lebih mudah, Seungri perlahan tertidur. Meski tubuhnya masih terasa lemah, setidaknya dia bisa beristirahat dengan tenang malam itu, ditemani oleh Eunji yang tetap berjaga di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebellious
Fiksi PenggemarStep into the world of the Lee family, where Seungri, the rebellious son with a heart condition, finds solace in art and freedom. Follow his journey as he balances family expectations with his own desires, leaving a trail of drama and breathtaking a...
