Bagian Delapanbelas

67 1 0
                                        

Kayla memegangi pipinya yang memerah imbas tamparan Yuni yang cukup keras. Ia kebingungan, tak mengerti dengan sikap Yuni yang sekasar itu padanya.

Hasbi berniat melangkah maju mendekati Yuni, namun langkahnya dicegah lebih dulu oleh Kayla.

Kayla memberi isyarat dengan menggeleng.

"Kau perempuan nggak tau malu!! Berani sekali kamu datang menemui calon suamiku!!" Bentak Yuni.

Kayla tak menyahut, ia membiarkan Yuni memakinya dengan semua kalimat kasar yang keluar dari mulutnya.

Sampai sang adik, Andi yang justru harus turun tangan memaksa Yuni menyudahinya.

"Enggak, Ndi! Perempuan ini harus dikasih pelajaran supaya sadar posisinya sekarang itu cuma sebatas man-tan pa-car!!" Sindir Yuni melirik tajam Kayla.

"Mbak, ini rumah sakit! Cukup! Jangan buat kekacauan!" Tegur Andi setengah berbisik.

Sekilas Andi melirik ke arah Kayla. Ada rasa iba di hatinya pada Kayla, terlebih dengan sikap yang dilakukan oleh Yuni, kakaknya.

"Dasar perempuan gatel!" Cibir Yuni sinis.

Kayla bergeming, ia benar-benar memilih bungkam dan tak menyahut sepatah katapun.

"Mbak, cukup! Kamu jangan begitu." Ucap Andi memberi Yuni nasihat.

"Apa-apaan sih kamu, Ndi?! Kenapa kamu malah belain dia, bukan belain Mbak?!" Tanya Yuni tak suka.

Andi menggelengkan kepalanya pelan,

"Mbak, aku nggak belain siapa-siapa. Tapi, sikap kamu sekarang ini memang sudah keterlaluan. Ini rumah sakit, kamu bisa mengganggu pasien lain di sekitar sini. Kamu juga nggak ada hak melarang dia datang kesini jenguk mas Rizky, mbak!" Tegas Andi menjelaskan.

Yuni menatap tajam Kayla, tatapan tak suka dan kebencian yang begitu dalam.

"Sudah cukup, jangan berisik. Ini rumah sakit. Yuni, kalau kamu datang kesini cuma mau membuat gaduh, lebih baik kamu pulang. Aku yang menyuruh Kayla datang. Aku yang meminta dia ke rumah sakit, karena ada sesuatu hal penting yang cuma Kayla yang bisa membantu pemulihan Rizky. Kamu jangan asal menuduh Kayla seperti itu." Tandas Om Hansen melerai perdebatan antara Yuni dan Andi.

"Maksudnya? Pemulihan apa Om?" Sela Kayla.

"Kay, Rizky mengalami amnesia. Kata dokter, yang dia ingat cuma kamu. Ingatan Rizky berhenti di moment saat dia masih sama kamu. Dokter memberitahu ke Om dan Tante Ika, kalau cuma dengan kamu, Rizky ada kemungkinan bisa kembali mengingat semua hal yang ada di hidupnya. Dia butuh kamu, Kay." Ungkap Om Hansen detail.

DEG!!

Kayla cukup terkejut mendengar penjelasan dari Om Hansen. Kalau seperti itu, artinya dia dan Rizky harus kembali menjalin komunikasi dan hubungan seperti yang pernah mereka jalani sebelumnya. Artinya, Kayla harus kembali menghabiskan waktu dan harinya dengan Rizky.

"Tapi, Om. Kayla...."

"Kay, tolong ya bantuin Rizky. Cuma kamu sayang, yang bisa bantuin Rizky." Pinta Tante Ika memohon.

Kayla melirik Hasbi, sorot matanya seolah meminta pendapat dan persetujuan dari Hasbi.

Hasbi mengangguk, seolah memberi isyarat pada Kayla bahwa dirinya mengizinkannya untuk membantu Rizky sesuai dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh Om Hansen.

"Kenapa jadi dia lagi yang untung!" Umpat Yuni dalam hati.

Hatinya teramat panas dan sudah dibuat benar-benar mendidih saat ini. Kebencian di hatinya semakin menjadi-jadi pada Kayla.

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang