Bagian 37

33 1 0
                                        

Yuni kembali ke ruang tamu, wajahnya nampak merah padam. Jelas sekali dia seperti sedang menahan amarah. Namun, tak bisa berbuat banyak apalagi sampai meluapkannya di depan Rini dan Rizky.

Sorot matanya tajam menatap Kayla yang duduk di samping Andi, adiknya. Kayla jadi tidak nyaman dibuatnya. Kikuk.

Andi yang peka dengan situasi canggung kedua perempuan tersebut gegas membuka topik dan mengalihkan fokus keduanya.

"Mbak, sudah? Yuk pulang. Kasihan Ibu di rumah sendirian. Bapak kan lagi nggak ada di rumah. Yuk." Ajak Andi, niatnya agar Yuni tak berucap apapun pada Kayla yang justru akan membuat situasi makin tak karuan.

Yuni tak menyahut, ia melewati Kayla dan Andi begitu saja. Andi mengendikkan bahu. Sekilas dia melirik ke arah Kayla, lalu mengangguk dan tersenyum.

"Beda sekali, yang satu arogan, yang satu sopan." Lirih Kayla.

"Astaghfirullahaladzim, Kayla!" Desis Kayla mengucap istighfar kala sadar dirinya sudah membicarakan orang lain.

Kayla menggelengkan kepalanya pelan, dia juga mengusap dadanya seusai mengucap istighfar.

Tak berselang lama, Rini keluar bersama Rizky. Kayak berusaha menyambut mereka dengan baik dan sopan. Kayla bangkit dari sofa lalu mendekati Rizky yang sedang dipapah oleh Rini, ibunya.

"Sudah, Bu. Aku sudah ada Kayla." Ucap Rizky semringah.

Rini mengangguk, dia gegas pergi dari hadapan keduanya.

"Maaf, aku terlambat datang ke sini. Ada urusan tadi, sebentar." Ujar Kayla.

Rizky mengangguk, dari raut wajahnya tak terlihat kemarahan sama sekali sekarang, berbeda saat dirinya berhadapan dengan Yuni beberapa saat lalu. Bahkan nada bicara Rizky juga begitu lembut dan hangat pada Kayla. Sebaliknya, mimik wajah Rizky justru terlihat semringah dan lega karena Kayla akhirnya sudah ada di hadapannya.

"Duduk Kay." Ucap Rizky mempersilakan Kayla untuk duduk di sofa.

"Iya." Sahut Kayla singkat.

Pelan, Rizky berjalan menuju sofa dibantu oleh Kayla.

"Kay, aku senang kamu akhirnya datang." Ungkap Rizky meraih tangan Kayla.

Kayla tersenyum tipis, "Iya, syukurlah."

"Oh iya Kay, lusa kamu mau kan temani aku untuk kontrol ke rumah sakit?" Tanya Rizky.

Belum sempat Kayla memberi jawaban, dari ambang pintu berdiri Hasbi memandang ke arah keduanya. Meski jauh di lubuk hatinya Hasbi merasa kesal, namun sebisa mungkin Hasbi tak ingin menunjukkannya di depan Kayla dan Rizky.

"Hasbi?" Desis Kayla saat menyadari Hasbi ada di ambang pintu menatap ke arahnya.

Rizky menoleh, tersenyum ramah menyambut kedatangan Hasbi.

"Bi, duduk." Titahnya ramah.

Hasbi melangkah masuk ke dalam ruang tamu, duduk bersebrangan dengan Kayla dan Rizky.

"Maaf ya, belakangan ini Mas jadi sering merepotkan kamu dan Kayla." Ujar Rizky.

Hasbi tersenyum canggung, "Iya Mas, nggak apa-apa. Lagipula Kayla juga sepertinya nggak keberatan kok. Iya kan, Kay?"

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang