Bagian 46

33 1 0
                                        

Maret, 2024.

Rizky dan Yuni bertemu di salah satu rumah makan yang sedang viral di kota kelahiran Rizky. Kota Tegal.

Letaknya tak begitu jauh dari desa Yuni tinggal. Hanya sekitar 5 kilometer saja.

Rizky memesan dua paket nasi ayam pedas manis dengan es teh sebagai minuman pelengkap pesanannya.

- meja nomor 15. Di ujung, paling ujung. Dekat pintu ke arah dapur rumah makan.

"Duduk." Titah Rizky.

Yuni duduk dengan patuh.

"Ky, tumben kamu ngajakin aku makan di tempat ini? Sebelumnya nggak pernah ih." Ujar Yuni heran.

"Biar pernah." Balas Rizky datar.

Yuni manggut-manggut.

Tak berselang lama, pesanan mereka tiba di meja nomor 15, meja yang Rizky pilih untuk keduanya duduk di rumah makan tersebut.

"Makan." Titah Rizky untuk kesekian kali.

"Iya, kamu juga." Ucap Yuni menanggapi.

Hening. - tidak ada obrolan sama sekali.

"Alhamdulillah, habis Ky." Pungkas Yuni menunjukkan piring di hadapannya yang telah kosong, hanya tersisa tulang ayam yang sebelumnya sudah digoreng garing.

"Baguslah kalau habis." Tukas Rizky dingin.

Yuni tersenyum tipis, canggung. Sikap dingin dan nada bicara yang datar juga ketus dari bibir Rizky benar-benar membuatnya serba salah sekarang.

Setelah menimbang, Yuni pada akhirnya berani mengutarakan kegelisahannya.

"Ky, kamu ragu ya sama aku?" Tanya Yuni tiba-tiba, membuat Rizky seketika menoleh.

Rizky terdiam, tak menjawab.

"Kamu masih berharap balikan sama Kayla kan? Kamu berharap ada keajaiban yang bisa buat kamu sama Kayla menikah?"

Yuni berbicara panjang lebar pada Rizky.

Terdengar hembusan nafas panjang. Yuni sama sekali tak menunjukkan respon khusus terkait pembahasannya tentang Kayla, gadis yang sempat menjadi mantan kekasih Rizky.

"Aku nggak apa-apa kalau emang kamu ragu buat nikahin aku bulan depan. Aku nggak mau tersiksa sama hubungan yang nggak pernah menganggap aku ada, Ky." Tutur Yuni mengutarakan isi hatinya selama ini semenjak Rizky mengalami kecelakaan dan membuat hubungannya dengan Kayla kembali terajut baik. - Yuni merasa tersisih dari dunia Rizky, orang yang dia cintai.

Rizky menatap lamat manik mata Yuni, perempuan yang bulan depan seharusnya sah menjadi istrinya. - benar apa kata Yuni, ada keraguan yang membuat Rizky selalu meminta waktu hanya untuk mengulur hari pernikahannya dengan Yuni.

"Aku tau kehadiranku salah, Ky. Aku yang buat hubungan kamu sama Kayla rusak dan aku juga yang udah buat Kayla patah hati." Ungkap Yuni merasa bersalah.

- Rizky sama sekali tidak memiliki niatan membalas ucapan Yuni. Bibirnya terkunci dengan rapat.

"Kalau sekiranya kamu ada yang dibicarin sama aku, sekarang aja Ky. Mumpung kita masih bisa ketemu. Aku nggak tau kalau nanti aku jadi ada panggilan kerja ke MAS, apa kita masih bisa komunikasi atau nggak."

[ MAS : Malaysia ]

"Kamu mau ke Malaysia?" Tanya Rizky.

"Jauh banget Yun. Sama siapa?" Tukasnya.

"Sama Mbak Anin." Ujar Yuni apa adanya.

"Itu udah pasti di sana kerja?" Rizky dengan rasa ingin tahunya yang tinggi, terus bertanya pada Yuni tentang niatannya bekerja di negeri seberang, Malaysia.

Yuni mengangguk, senyum tipis terukir di wajah Yuni. Entah kenapa, mendengar penuturan Yuni membuat hati Rizky menjadi tidak tenang.

"Berangkat dari sini sama siapa? Setahuku, Mbak Anin nggak ada di rumah kemarin." Selidik Rizky, gelisah.

Sejujurnya Yuni senang melihat respon yang Rizky tunjukkan, ada rasa cemas, gelisah, dan juga khawatir yang nampak jelas dari wajah Rizky saat dirinya berkata akan pergi bekerja di Malaysia menyusul Mbak Anin.

"Yuni?" Panggil Rizky, menyentuh bahu Yuni lembut. - Rizky menatap lekat mata Yuni, ada perasaan cemas di hatinya. Takut Yuni akan mendapat masalah dengan rencana keberangkatannya ke Malaysia untuk kerja.

"Kamu khawatir sama aku, Ky?"



BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang