Bagian 53

29 2 0
                                        

Malaysia—pukul sembilan malam waktu setempat.

Yuni duduk termenung di kamarnya, memandang jauh ke luar jendela.

"Aku kangen sama kamu, Ky. Apa kamu di sana juga punya rasa yang sama kayak aku di sini? Apa kamu masih nungguin aku pulang dan nerusin rencana pernikahan kita berdua sehabis lebaran nanti?"

Yuni bertanya pada dirinya sendiri.

Bayang-bayang wajah Rizky terus mengusik benak Yuni. Dalam beberapa hari terakhir, Yuni selalu teringat dengan Rizky, calon suaminya.

"Aku tau kamu masih punya perasaan buat Kayla, perempuan dari masa lalu kamu, Ky. Tapi, apa gak ada sedikitpun tempat di hati kamu buat aku? Yang jelas-jelas sebentar lagi bakalan jadi istri kamu." Gumamnya.

Yuni pergi ke Malaysia dengan harapan Rizky akan merasa bersalah, lalu menyusul dirinya ke Malaysia. Atau minimal mencari kabar tentangnya melalui siapapun yang Rizky tau cukup mengenal dekat dirinya. Akan tetapi, harapan Yuni sama sekali tak terwujud hingga detik ini, di hari ke 32 dirinya tinggal di Malaysia sebagai TKW.

"Kamu bahkan gak nyari tau kabarku, Ky. Apa senggak berarti itu aku di hati kamu? Apa kedekatan kita selama ini memang sebuah kesalahan? Tapi, aku gak lakuin apapun, Ky. Aku cuma berusaha dapetin keinginanku, kamu."

Kegelisahan Yuni tentang perasaan Rizky padanya membuatnya tidak bisa tidur malam ini, terbayang Rizky sedang berduaan dengan Kayla.

"Aku gak akan biarin perempuan itu rebut kamu dari aku, Ky! Gak akan! Kamu cuma punyaku, perempuan itu cuma masa lalu buat kamu!"

—————

Andi, adik Yuni, sedang mencuci motor kesayangannya di teras rumahnya.

"Ndi, kamu gak ada niatan mau berangkat ke Sunter lagi?" Tanya ibunya.

Andi tersenyum, "Nanti, Bu. Minggu depan, kalau gak ada halangan." Ungkapnya.

"Eh, iya Ndi, kamu gak ke rumah abangmu."

"Abang? Siapa, Bu? Emangnya Bang Haris udah balik dari rantau? Kok aku gak tau."

Ibunya menggeleng, "Bukan Bang Haris, Ndi. Tapi, Rizky. Calon suami mbakmu, Yuni."

"Oh, Mas Rizky."

"Iya, dia udah sembuh bener apa belum. Terus, gimana dengan hubungan dia sama mbakmu, tanyain kejelasannya." Tambah ibunya.

"Bu, aku bukannya gak mau nurutin perintah dari Ibu. Tapi, itu urusan pribadi Mas Rizky sama Mbak Yuni, Bu. Aku gak bisa ikut campur." Tolak Andi sungkan.

"Kan mbakmu lagi di Malaysia, kamu mewakili dia, gak apa-apa juga, Ndi."

"Bu, aku minta maaf banget, tapi aku aku beneran gak bisa, Bu. Aku gak mau nanti malah jadi masalah. Dan kalau soal kondisi Mas Rizky, Alhamdulillah dia udah baikan."

"Andi, kamu apa gak kasihan sama mbakmu, dia itu loh pengen banget nikah sama Rizky, masa kamu gak mau bantuin supaya mereka bisa cepetan lamaran dan nikah. Supaya nanti gak ada tuh acara mengundur tanggal apalagi sampai dibatalkan! Kasihan Yuni." Desak ibunya memohon.

Andi tetap pada prinsipnya untuk tidak ikut campur urusan Yuni dan Rizky, dia tidak ingin semuanya semakin rumit.

"Maaf banget, Bu. Andi beneran gak bisa." Tolak Andi dengan berat hati, berharap ibunya bisa mengerti.

"Ya sudah! Nanti biar Ibu sama Bapakmu saja yang ke rumah mereka, mastiin tanggal lamaran sama nikahnya Yuni! Kamu ini, Ndi, bantuin mbak sendiri kok ya gak mau loh!!"

Ibunya pergi dengan wajah masam, marah.

Andi menghela nafas panjang, "Maaf, Bu. Tapi, apa yang ibu harapkan itu mungkin gak akan pernah terjadi. Mas Rizky itu gak pernah benar-benar mencintai Mbak Yuni. Di hati Mas Rizky cuma ada Kayla, mantan kekasihnya yang udah dia tinggalin demi membalas perasaan Mbak Yuni yang udah minta kepastian hubungan kedekatan mereka dua tahun lalu, Bu."

Andi merasa bersalah pada ibunya karena tidak bisa memberi tau apa yang terjadi sebenarnya di antara hubungan Yuni dan Rizky, tapi Andi punya alasan kenapa dia tidak memberi tau ibunya tentang ini.

"Ibu sama Bapak, termasuk kamu, Mbak Yuni, aku harap kalian bisa menerima apapun yang nantinya jadi keputusan Mas Rizky. Kalian gak bisa maksain hati orang, terutama kamu, Mbak Yuni." Decit Andi.

"Aku harus lakuin sesuatu supaya Mbak Yuni cepet sadar, kalau kehadiran dia di antara hubungan Rizky dan Kayla dulu itu kesalahan! Mbak Yuni udah merebut Mas Rizky dari Kayla. Itu semua salah dan itu jadi karma buat kamu sekarang, Mbak. Kamu gak bisa tenang menjalani hubungan sama Mas Rizky, karena hati Mas Rizky lebih memilih Kayla, bukan kamu...."

Andi menjadi gusar sekarang, ibunya bilang akan ke rumah Rizky, menanyakan keberlanjutan hubungan Yuni, sementara Rizky sudah memutuskan menjaga jarak dengan Yuni, ditambah sekarang Rizky tampaknya menyesali keputusannya dulu saat meninggalkan Kayla demi Yuni.

"Hubungan kalian salah sejak awal! Aku yakin, apa yang diawali dari kesalahan juga akan berakhir dengan segudang penyesalan. Dan sekarang, tanda-tanda penyesalan itu mulai dirasakan Mas Rizky! Dia melepaskan perempuan seperti Kayla, yang mencintai dia dengan tulus, tanpa pernah berpikir itu akan menjadi karma untuk dia di kemudian hari, dan hari itu tiba di saat-saat mereka berniat melanjutkan ke jenjang pernikahan. Entah nanti gimana ending dari hubungan kalian yang terbangun di atas luka Kayla, aku rasa tetap akan ada karma yang berjalan menghampiri dan menghantui kalian..."

Andi bermonolog, memikirkan nasib antara Yuni dan Rizky yang semakin hari semakin tidak jelas, walau sudah sepakat akan naik ke jenjang yang serius yaitu pernikahan.

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang