Bagian 59

54 1 0
                                        

Andi kembali menutup pintu kamarnya setelah mencuri dengar ucapan Yuni.

"Kamu mau lakuin apa, Mbak? Aku nggak mau kamu salah langkah, Mbak. Kalau memang Mas Rizky itu jodoh kamu, kamu nggak perlu susah payah lakuin hal-hal yang nggak perlu buat merebut perhatian dia." Gumam Andi cemas.

Bagaimanapun Yuni adalah kakaknya, Andi tidak ingin kakaknya mengambil langkah yang salah dan akan merugikan dirinya sendiri hanya demi seorang pria.

Andi mondar-mandir di kamarnya, memikirkan segala kemungkinan.

"Kayla." Tiba-tiba saja Andi teringat dengan Kayla, mantan kekasih Rizky.

"Ya, Mbak Yuni pasti mau lakuin sesuatu yang berhubungan sama Kayla. Entah apa yang mau kamu lakuin sekarang Mbak, tapi, aku nggak akan biarin kamu lakuin sesuatu yang justru akan jadi senjata makan tuan buat kamu sendiri. Aku harus cegah sebelum Mbak Yuni lakuin misinya."

Andi duduk di tepi ranjang tidurnya, wajah Kayla terus terbayang di benaknya. Andi takut Yuni benar-benar melakukan hal-hal yang nggak semestinya.

—————

Kayla gelisah memikirkan ucapan Hasbi. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Kayla.

"Hasbi? Apa dia?"

Denting jam di dinding menjadi teman berpikir Kayla malam ini. Tinggal seorang diri membuat Kayla tidak memiliki teman cerita. Dulu, dia selalu berbagi cerita ke Hasbi, tentang apapun. Tapi sekarang, hubungannya dan Hasbi menjadi canggung.

"Kenapa semuanya jadi aneh gini sih? Aku bingung tiap ketemu Hasbi harus ngapain. Perasaanku juga jadi campur aduk." Gumam Kayla. Mimik wajahnya jelas tampak penuh perasaan gelisah dan kebimbangan.

Bertahun-tahun tinggal dalam satu rumah yang sama, terbiasa dekat dan menjalani hari bersama, membuat kenyataan bahwa mereka bukan saudara kandung menjadi terasa aneh dan asing.

Ya— keduanya seperti dua orang asing sekarang.

Meskipun dirawat oleh ibu yang sama, tapi, Hasbi dan Kayla tidak dalam satu susuan. Jadi, andai keduanya jatuh cinta dan menjalin hubungan maka itu sah.

Hasbi sudah menyadari perasaannya pada Kayla sejak mereka masih tinggal dalam satu atap yang sama. Dan semakin jelas dia rasa sejak fakta tentang keduanya terbongkar.

Sementara Kayla masih belum bisa memahami perasaannya sendiri.

"Nggak mungkin kan kalau tebakanku soal Hasbi itu bener? Dia nggak mungkin ada perasaan ke aku, kan?" Tanya Kayla bermonolog.

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang