Bagian 60

79 1 0
                                        

Hasbi semakin terang-terangan menunjukkan kepeduliannya.

"Ini buat kamu, Kay."

Hasbi menyerahkan satu kotak bekal makanan untuk Kayla. Hasbi sengaja mengunjungi tempat kerja Kayla, dia mengantarkan bekal untuk Kayla.

"Kamu gak perlu nganterin ini ke tempat kerjaku, Bi. Jarak tempat kerja kamu dan tempat kerjaku itu jauh." Kayla berusaha memberi pengertian pada Hasbi.

Kayla juga tidak enak hati karena Hasbi terus-menerus memberinya bekal makan siang. Dia jelas tidak mau merepotkan siapapun, sekalipun itu Hasbi.

Hasbi menggeleng, dia tersenyum.

"I'm okay, Kay. Deket kok, gak terlalu jauh." Bantah Hasbi.

Kayla menghela nafas berat, dia serasa hilang akal dengan sikap Hasbi belakangan.

"Kay.." Cicit Hasbi.

"Iya? Ada apa, Bi?" Kayla menahan langkahnya.

Hasbi tersenyum tipis sebelum dia berpamitan pada Kayla.

"Aku balik duluan, nanti kabarin aja kalau kamu udah mau balik juga. Biar aku jemput kamu sekalian."

Kayla menimbang jawaban yang akan dia berikan pada Hasbi, dia tidak mau Hasbi tersinggung, tapi dia juga tidak mau Hasbi repot karena harus mengantar jemput dirinya.

"I..iya.. nanti aku kabarin."

Setelah mendapat jawaban dari Kayla, Hasbi memacu sepeda motornya menjauh dari tempat kerja Kayla.

"Jangan Hasbi, jangan suka sama gue. Gak tau kenapa, sejak gue tau kalau kita bukan saudara kandung, gue ngerasa canggung." Gumam Kayla.

——————

Andi pergi untuk  menemui Rizky di rumahnya. Dia datang menemui Rizky untuk sebuah tujuan.

"Kalau kamu masih kekeuh gak mau selesaiin semuanya, biar aku yang menyelesaikan semuanya, Mbak."

Tidak ada pilihan lagi, Andi memang sudah harus turun tangan untuk membantu Yuni menyelesaikan masalahnya dengan Rizky dan Kayla. Walaupun Kayla tidak pernah bermaksud membuat masalah.

Andi menghela nafas berat.

"Ndi, sorry udah buat kamu nunggu lama." Ujar Rizky.

Andi tersenyum tipis, "Oh enggak kok Mas, santai aja. Baru sampai juga kan tadi." Bantah Andi.

Rizky dan Andi duduk berhadapan.

"Jadi, ada apa, Ndi? Kamu kayanya datang ke sini pasti ada urusan yang penting kan? Gak mungkin cuma sebatas datang?" Tebak Rizky memandang lurus Andi.

Andi mengangguk membenarkan tebakan Rizky. "Iya, Mas. Aku datang ke sini emang da sesuatu yang mau ku sampaikan ke Mas Rizky. Penting." Tukas Andi.

"Apa, Ndi? Apa ini ada hubungannya sama mbakmu? Atau yang lain?" Tanya Rizky.

"Ini soal Mbak Yuni, Kayla, dan kamu, Mas." Tandas Andi.

Rizky tertegun, "Kayla? Aku? Kalau aku, okelah, Ndi. Tapi, Kayla? Kenapa Kayla?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang