Bagian 56

41 1 0
                                        

"Nah kan!" Arifin menyenggol lengan Rizky.

"Assalamu'alaikum." Arifin dan Rizky mengucap salam secara bersamaan.

Hasbi menyahut, "Wa'alaikumussalam."

Rizky mencoba menyapu pandangan, mencari sosok Kayla. Namun, tak dia temukan sosok yang dia cari-cari.

"Kayla nggak tinggal di sini lagi. Nggak perlu dicari-cari begitu." Tukas Hasbi dingin pada Rizky yang sejak tadi memang sibuk mencari Kayla.

Arifin menatap kedua pemuda di dekatnya heran, kenapa bisa setegang itu, padahal dulu mereka cukup dekat dan akrab.

"Apa masalah hubungan Rizky dan Kayla memang separah itu ya? Sampai Hasbi jadi kelihatan jaga jarak dan nggak welcome ke Rizky. Beda banget nggak kayak dulu, hm." Arifin sibuk menebak dalam kebisuannya.

Hasbi dan Rizky saling tatap. Benar apa yang diterka oleh Arifin, sejak putusnya Rizky dan Kayla, hubungan antara Rizky dan Hasbi memang memburuk. Ada rasa canggung dan "freak".

Arifin memperhatikan sorot mata kedua pemuda di dekatnya, Hasbi dan Rizky, mereka seolah sedang sibuk berdebat melalui suara hati. Arifin merasa ada kesalahpahaman di antara keduanya.

Plok!

Arifin menepuk tangan di antara kedua wajah pemuda di dekatnya, sontak Hasbi dan Rizky menoleh. —arifin menatap heran keduanya. Benar-benar aneh dan harus diselidiki lebih jauh sepertinya. Pikir Arifin.

"Ayahmu ada?" Tanya Arifin memecah ketegangan yang terjadi.

"Belum pulang, mas. Mungkin nanti, sekitaran sepuluh menitan lagi." Jawab Hasbi santai.

Arifin semakin merasa aneh, sikap yang ditunjukkan Hasbi padanya dan pada Rizky jelas sangat jauh berbeda. Santai dan ketus, jelas sangat beda. —tapi, kenapa? Apa karena yang terlibat langsung Rizky? Sementara dirinya tak tau menahu soal hubungan Rizky dan Kayla, kalau dia tidak melihat sendiri kecelakaan waktu itu yang menyebabkan Rizky sempat drop dan butuh bantuan Kayla.

"Mas Arifin mau nungguin? Atau gimana?" Tanya Hasbi ramah dan santai sekali.

"Iya, mas tunggu di sini." Tutur Arifin.

"Oke, kalau gitu masuk dulu, mas. Aku buatin minum." Hasbi mempersilakan keduanya untuk masuk dan duduk di ruang tamu dengan beberapa camilan di atas meja.

Arifin melenggang masuk diikuti oleh adiknya, Rizky.

"Seperti kata Hasbi, di sini nggak ada Kayla. Kamu nggak perlu nyari-nyari dia di rumah ini, Ky. Percuma." Goda Arifin setengah berbisik.

Hasbi sedang di dapur, membuatkan minum untuk Arifin dan Rizky.

"Mas..."

"Kalau memang masih ada rasa mah perjuangin, Ky. Masa laki lembek! Yang semangat dong! Jangan menye-menye!"

"Menye-menye apa aku, mas?"

BACKGROUND BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang