Aulia mengerutkan dahinya, saat matanya menangkap dua orang yang cukup ia kenal, terlebih sang pria.
Bukankah mereka juga tengah pengajuan perceraian, sama seperti nya? Kenapa terlihat bahagia begitu, tertawa bersama, melihat foto yang Aulia yakinin sebuah USG.
Apa mereka tak jadi bercerai? Lalu, memilih bersama? Sial, Aulia merasa baru saja terkecoh kalau begini.
Kenapa pengacara nya tak memberitahu nya? Seharusnya pengacara itu memberitahu, walaupun Aulia tak bertanya.
Lalu, Aulia menatap sekelilingnya, tak ada yang memfoto dua manusia itu. Sial, Aulia lupa, kalau disini, bukan lah orang yang berisi orang yang mau mengurus urusan orang lain, mereka terlalu sibuk dengan urusan sendiri.
Tak lama, Aulia melihat seorang anak laki-laki yang menghampiri mereka, dan sekarang mereka terlihat seperti keluarga bahagia.
Aulia benar-benar muak, lalu dengan segera ia melangkah pergi.
***
Aulia melemparkan tas nya dengan kasar, hingga menghancurkan hiasan dinding di apartemen nya.
Aulia tak mengutus orang lain, untuk mencari tahu tentang bagaimana hubungan Bima dan Mysha, namun ia yakin dua manusia itu kembali bersama, walaupun tak tinggal serumah.
Darimana Aulia tahu, tadi dia mengikuti nya, saat Bima mengantarkan Mysha ke satu rumah mewah bersama anak laki-laki itu.
Berciuman bibir, saat anak laki-laki itu masuk ke dalam rumah, lalu baru berpamitan pergi, Aulia melihat itu dengan hati yang membara.
"Sial! Gue benar-benar kecolongan! Kalian lagi sembunyi dari siapa hah! " marah Aulia, lalu mengacak rambut nya dengan kasar.
"Lo benar-benar nipu gue, Sabrina Mysha!!! " teriak Aulia dengan tangan yang terkepal. "Cukup sudah bermain-main nya, mari kita langsung ke inti nya! Lihat, bebeberapa hari ke depan, lo akan hancur! "
***
"Baik-baik. Jangan begadang, jaga kesehatan. Beberapa hari kedepan aku ada dinas keluar negeri. Jadi, nggak bakal bisa kesini, " ujar Bima kepada istri kecilnya.
"Iya, iya udah ngomong berapa kali sih? Aku tu belum tua ya, ingatan ku masih tajam. Jadi, nggak perlu diingetin mulu, " balas Mysha dengan kesal.
"Iya-iya, aku lupa. "
"Nah, ini. Jadi, yang perlu di ingatkan itu, kamu. Kamu yang pikun, memori otak kamu tu, udah banyak virus nya, makanya sering lupa, " ujar Mysha, mengejek Bima.
Sedangkan Bima yang mendengar ejekan itu, berdecak pelan.
"Sudah, masuk sana. Kamu pasti capek, kita udah keliling seharian ini, " ujarnya.
Ya, mereka memang menghabiskan waktu bersama hari ini. Suatu kegiatan bersama dalam waktu yang lama mereka lakukan seperti keluarga, setelah masalah yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Ya, sudah 3 minggu berlalu, sejak di mana mereka bicara baik-baik, dan mengambil keputusan ini, yang tentu suatu keputusan yang membuat Bima bahagia, namun tetap mendapatkan rintangan dari ayah mertuanya.
Tapi, sungguh tak masalah, bagi Bima asal dia bisa bersama dengan Mysha, istri kecilnya.
"Hmm, nggak mau ciuman dulu? " pancing Mysha.
"Boleh? " tanya Bima, dengan alis terangkat.
"Kenapa nggak? Lagian, papa pasti sibuk dengan bu--"
Ucapan Mysha terhenti, ketika Bima sudah terlebih dahulu mencium bibir nya dengan kasar dan terburu-buru ini.
Bima terlihat melepas kan semua rindu dalam menyentuh Mysha, sebenarnya tak hanya Bima, Mysha juga seperti itu.
Walaupun telah bersama sejak beberapa minggu ini, namun mereka belum pernah seintim ini berdekatan. Selalu ada Roberto di sekitar mereka, yang mengawasi, sebenarnya tak hanya Roberto, tapi juga anak laki-laki Vikra.
Setelah sama-sama merasa puas, mereka lalu memisahkan diri. Sebenarnya belum puas, tapi di paksa puas. Mengingat di mana posisi mereka sekarang, bisa saja orang mengira mereka berbuat yang tidak-tidak, walaupun begitu faktanya. Tapi, tetap saja, tidak enak di denger.
"Terimakasih. Aku kangen banget, setelah pulang. Aku akan meyakinkan ayah mu lebih keras lagi sayang, dan juga menyelesaikan masalah ku lebih cepat, agar kita bisa hidup bersama lagi, " ujar Bima, yang diangguki oleh Mysha.
Setelah merasa sudah memberikan pesan masing-masing, Bima segera pergi, untuk mengurus pekerjaannya. Mysha masuk ke dalam rumah, setelah mobil Bima tidak terlihat oleh matanya.
***
"Ckck, kalian benar-benar tak tertolong. Baru diizinkan pergi sebentar saja, sudah ciuman depan rumah, memalukan, " sindir Roberto, kepada anaknya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Mysha, yang tahu dirinya di sindir oleh sang ayah, hanya tertawa pelan, lalu berjalan menuju ayahnya itu.
"Papa, kenapa sih? Marah-marah mulu? Ku pikir, papa lagi ngurusin para burung? "
"Terus, kamu pikir. Kalau papa ngurus burung, kamu jauh dari pantau papa, gitu? " tanya Roberto, nyolot. "Ini lagi, kenapa kamu wangi pria itu sekali, " kesal Roberto, saat mencium wangi putri nya, yang mirip dengan Bima.
"Ya, aku baru pergi sama dia. Jadi, parfumnya ketinggalan sama aku, " ujar Mysha dengan santai.
"Ck, terserah lah. Sana masuk, istirahat. Mandi," ujar Roberto, mengusir putri nya. "Papa, mau ngurus burung dulu. "
Roberto juga bangkit, berjalan menuju sangkar, tempat di mana burung nya berasa. Sedangkan Mysha, menuruti ucapan ayahnya, untuk kembali ke dalam kamar. Karena, jujur saja, dia juga membutuhkan istirahat.
***
"Aku tidak tahu, ketiga anakku, memiliki hubungan serumit ini, " ujar Edwin, menatap lelah pada tayangan televisi, yang menampilkan nama Bima serta Aulia, dan juga foto perbuatan tak baik Bima dengan wanita yang wajahnya di blur, tapi Edwin cukup tahu, siapa wanita itu.
"Ini, kesalahan ku. Aku terlalu menanamkan sebuah dendam pada Mysha, hingga dia bertindak sejauh ini, " ujar Lena, dengan nada lelah.
Edwin yang mendengar ucapan saudaranya itu, hanya menolehkan kepalanya sebentar. "Nasi sudah menjadi bubur, Lena. Mas, cuma berharap, baik Aulia, Bima dan Mysha tak punya dendam di hati lagi, " ujarnya.
"Aku meragukan Aulia, Mas. Seharusnya, dia tidak bertindak lebih jauh lagi, mengingat dia sudah mendapatkan karma yang begitu banyak, terkait dengan kejahatan nya, semoga dia cepat berubah, " ujar Lena, harapan di tengah keraguan nya.
Edwin yang mendengar ucapan adiknya, itu setuju. Diantara semua anaknya sekarang, hanya Aulia yang paling rentan kembali berbuat salah. Tapi, sungguh dari hati yang paling dalam, Edwin berharap anak itu berubah.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
RomanceSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
