Bima merasa, menceraikan Mysha bukan keputusan terbaik, tapi tetap bersama nya juga bukan keputusan terbaik di saat ini.
Kenapa Bima katakan seperti itu? Jika dia bercerai, harapan bersama itu kecil sekali. Lihat saja, bagaimana istri kecilnya itu, selalu ingin berpisah dari nya.
Lalu, tetap bertahan? Itu benar-benar suatu keadaan sulit, karena Aulia masih berada di sekitar nya, bisa saja wanita itu bertindak buruk pada Mysha atau omongan di luar sana yang tentu dapat memperburuk keadaan.
Sial. Bima benar-benar pusing dengan semuanya.
"Kamu sudah bertemu dengan Mysha, Bima? " itu adalah pertanyaan yang keluar, bersamaan dengan pintu ruang kerjanya yang terbuka.
Diantara semuanya keluarga Surya, hanya ibu nya yang masih peduli dengan Bima dan kehadiran Mysha.
"Hmm, " gumam Bima, mulai kembali menatap layar laptop nya untuk bekerja, dan mengabaikan Tiwi.
"Bagaimana kabarnya? Bagaimana kabar anak kalian? Kamu sudah meminta maaf? Dia mau kembali? " pertanyaan silih berganti Tiwi berikan pada Bima.
"Kami akan bercerai. " Dari semua pertanyaan sang ibu, Bima malah mengucapkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu bisa ia lakukan.
"Apa? Kalian akan bercerai? Dia tidak mau memaafkan mu, Bima? Lalu, bagaimana dengan anak kalian nantinya? " Tiwi kembali melayangkan pertanyaan itu kepada sang putra. "Kamu, pasti tidak mau anak mu kekurangan kasih sayang kan, Bima. "
"Aku melakukan itu demi kebaikan nya, Bunda. Lagian hidup dalam keluarga berantakan juga bukan pilihan yang bagus, " ujar Bima, setelah itu, menarik nafasnya kasar. "Lagian ini, permintaan ayahnya. "
"Kebaikan nya? Keluarga berantakan? Bukannya kamu mencintai dia? Ini permintaan Edwin? "
"Iya, bunda tahu di luar sana masalah keluarga kita, terutama rumah tangga ku masih jadi perbincangan hangat. Mereka masih ingin tahu siapa selingkuhan ku, dan masalah perceraian ku dengan Aulia, juga belum rampung, " ujar Bima dengan lelah, tak menyangka masalah hidup nya begitu berat. "Aku memang mencintai dia, bunda. Tapi dia tidak. Bukan, ini bukan permintaan pria itu, dia bukan ayah kandung, Mysha, " lanjut nya, tampaknya Bima masih bingung untuk menyebut Edwin siapa.
"Bukan ayah kandung, Mysha? Maksud kamu, dia mengangkat anak? "
"Hmm, aku tidak tahu pasti nya gimana, yang pasti Edwin bukan ayah kandung Mysha, ayah kandung nya Roberto, dan dia yang meminta aku untuk menceraikan anaknya, " ujar Bima.
"Lalu, kamu akan melakukan itu? "
"Aku, aku bingung. "
Mendengar jawaban putra nya, yang terdengar ragu itu, membuat Tiwi menarik nafasnya pelan, tak tahu harus berbuat apa.
"Hmm, perceraian mu dengan Aulia bagaimana? Apa dia mempersulit kan, kamu? "
Dengan pelan Bima menggelengkan kepala nya, Aulia memang tidak menyulitkan perceraian mereka. Karena itulah, Bima takut, wanita itu berbuat gila. Hidup lama dengan wanita itu, membuat Bima tahu beberapa tabiat jelek nya.
"Tidak, dia buat mudah. Cuma aku memberikannya dia beberapa harta ku, " ujar Bima. "Tapi, karena bagaimana cara dia permudah itu, yang membuat aku takut. "
"Kamu hanya lagi diperburuk oleh pemikiran kamu, nak. Mana tahu dia berubah, setelah banyak nya hujatan yang dia terima, " ujar Tiwi, mengingat kalimat pedas yang mantan menantunya terima, tentang dia yang membuang anaknya.
Awalnya, Tiwi tak menyangka kalau Aulia bertindak sejauh itu, menelantarkan anaknya sendiri. Terdengar begitu kejam bagi dirinya, sungguh.
"Untuk masalah Mysha, kamu bisa melindungi nya seperti sekarang, pisah rumah. Perceraian bukan solusi terbaik sayang, " ujar Tiwi, tak ingat jika sang putra telah menceraikan istri pertama nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
RomanceSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
