Roberto memegang dahi nya, pusing sekali. Sungguh.
Dia bingung, bagaimana cara dia membuat hidup Bima dan Mysha sedikit menderita sesuai dengan permintaan Aulia.
Dia bisa saja membuat Bima menderita, tapi bagaimana dengan putri nya, yang sesungguhnya sudah banyak menderita itu.
Kalau ada yang bilang Roberto aneh karena ingin membuat anak dan menantu nya menderita, silahkan saja.
Kalian mungkin akan memilih melukai diri kalian sendiri, daripada di lukai orang lain.
Begini, kenapa Roberto lebih memilih dia yang menyakiti anak dan menantu nya? Karena, jika Roberto yang melakukan nya, dia tidak akan mungkin menghilang kan nyawa anaknya, karena dia tahu batasan nya.
Berbeda dengan Aulia, yang mungkin saja melenyapkan Mysha, Bima serta cucu nya.
Jadi, biarkan Roberto yang melakukan nya.
Tapi, apa yang harus Roberto lakukan? Untuk melancarkan aksinya itu?
Perceraian? Ah, itu tidak akan mempan, mereka saja kian lengket begitu. Jadi, bagaimana bisa Roberto melakukan nya.
Jadi, apa yang harus Roberto lakukan? Sial. Kenapa pusing sekali rasanya.
***
Jika Roberto masih begitu pusing dengan rencana nya, berbeda sekali dengan Mysha yang sekarang sedang di landa rasa gugup.
Ya, dia begitu gugup saat melihat bangunan besar di depan nya ini.
Dulu dia pernah kesini, tapi tidak merasakan apapun, ah saat itu dia membawa rencana buruk.
Tapi , sekarang kedatangan nya kesini. Dengan harapan bisa di sambut dengan baik, tak hanya di sambut, tapi juga di terima dengan baik.
"Mas, aku gugup, " ujar Mysha, menoleh kepada sang suami, yang masih berada di jok pengemudi.
Mereka masih terdiam di dalam, bahkan Bima belum membuka seatbelt nya sama sekali.
"Kita undur aja, kita masih bisa ketemu mereka kapan aja. Aku takut sama kondisi kamu, " ujar Bima dengan serius.
Mysha yang mendengar itu, segera menggelengkan kepala nya, menolak ide itu.
"Aku mau sekarang. Aku mau nanti, ketika anak kita lahir, keluarga kita lengkap. Tapi, aku takut nggak di terima, Mas, " ujar Mysha. "Bagaimanapun, aku juga salah satu penyebab keluarnya berita buruk tentang keluarga Surya. "
Bima yang mendengar ucapan Mysha itu, menarik nafas nya kasar. Mysha benar, bagaimanapun istri nya ini adalah salah satu penyebab berita buruk itu keluar.
Ya, walaupun ini sebenarnya salahnya juga. Tapi, Bima tentu tidak bisa mengucapkan itu langsung kepada istri kecil nya.
Dia harus membangun kepercayaan diri istri nya itu.
Lagian, tidak hanya istri nya yang tidak di terima. Dirinya saja juga sudah tak dianggap.
Tapi, Bima sadar dia juga harus segera menyelesaikan masalah ini. Hubungan nya dengan Mysha sudah membaik. Jadi, tak mungkin hubungan nya dengan keluarga nya, masih begitu buruk.
"Aku yakin, mereka bakal terima kita dengan baik, sayang. Mereka pasti akan marah. Tapi, kamu harus ingat, kita punya keturunan Surya di sini. Yang tentunya, tak mungkin mereka abaikan, " ujar Bima, sambil menyentuh perut istrinya.
"Jadi, kita memanfaatkan anak kita? "
"Hmm, untuk sekarang iya. Hanya dia harapan kita, " ujar Bima.
Mysha yang mendengar ucapan Bima, yang memuat fakta itu, dengan segera melihat ke arah perutnya.
"Jadi, sekarang. Kita turun? "
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Storie d'AmoreSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
