Bab-63

32K 995 35
                                        

"Keluarga kamu, sepertinya marah sekali dengan aku. Rendy juga marah banget tadi, dia bahkan nggak natap aku, waktu kalian keluar dari ruangan itu, " ujar Mysha, sambil merebahkan kepala nya di bahu sang suami.

"Jadi, kamu berharap di pandang Rendy gitu? Aku malah senang, dia nggak lihat ke kamu, " ujar Bima, dengan nada cemburu nya.

"Ih, bukan gitu. Gimana pun, selain kamu, yang paling aku kenal itu Rendy. Jadi, aku berharap dia bisa nerima aku gitu, loh, " ujar Mysha, menjelaskan maksud dari ucapannya.

"Dia marah ke kamu, karena dia masih cinta sama kamu. Tadi, di ruangan bareng eyang, dia bahkan niat banget mukul aku, " ujar Bima kepada istri kecil nya itu.

"Loh, beneran? " tanya Mysha, tak percaya dengan ucapan suaminya itu.

Lalu, pertanyaan Mysha itu membuat Bima berdecak, sebelum menganggukkan kepala nya. Mengiyakan. "Kamu, kenapa sih nanya dia mulu. Jangan, bilang kamu masih cinta dia?! "

"Loh, tiba-tiba? Aku udah ngandung anak kamu ini. Jadi, jangan cemburu gitu. "

"Ya, kamu nanyain mantan mulu. Lihat ini, wajah suami mu, babak belur semua. " Tunjuk nya pada wajahnya yang memang terdapat beberapa luka.

"Kan, udah aku obatin juga, " ujar Mysha, kesal sendiri melihat tingkah suami nya itu.

Karena, faktanya. Memang luka yang ada di wajah Bima, sudah dia bersihkan dan berikan obat tadi. Jadi, untuk apa suami tuanya ini, masih mengeluh begitu.

"Ya, rapi kan belum di sayang. Belum di manja dan juga di cium! " keluh Bima dengan wajah kesal nya.

"Oh, ini alasan kamu bawa aku ke apartemen ya? Bukannya langsung di antar ke rumah? " tanya Mysha, dengan tangan yang terlipat di dada.

Lalu, bukannya mengelak dengan tuduhan yang Mysha berikan itu, Bima malah menganggukkan kepala nya, mengiyakan. "Iya, soalnya kalau di rumah kamu, papa Roberto nggak ngizinin aku gini, " ujar nya, sambil mendusel kan kepala nya di leher Mysha.

Tentu, apa yang dilakukan oleh Bima itu, membuat Mysha merasakan geli. "Mas, ih jangan gitu! " kesal Mysha.

"Sayang. Katanya, kalau kandungan udah besar gini, harus di tengok sama daddy nya. Jadi, boleh nggak sekarang aku nengok adek nya? "

Mysha, tercengang mendengar ucapan suaminya itu. Entah sudah berapa hal hari ini dari ucapan dan tingkah laku suaminya itu, tak bisa ia duga.

"Tiba-tiba gini? "

"Bukan tiba-tiba loh, aku baca juga. Jadi, saat kita punya kesempatan berdua gini. Kenapa nggak kita lakuin? " tanya Bima, dengan alis terangkat. "Kamu tenang aja, aku yang gerak. "

Mendengar ucapan Bima itu, membuat Mysha berdecak pelan. "Emang, baby nya nggak masalah? "

"Nggak, ini malah bagus loh sebenarnya. Biar waktu kamu melahirkan itu mudah, saran nya waktu hamil besar ini, sering kita lakuin, " ujar Bima, terdengar begitu informatif.

"Kamu, yakin? " tanya Mysha, dengan nada tak percaya nya.

Begini, bukan dia tak percaya dengan suaminya ini. Dia hanya ingin memastikan anak nya aman saja di dalam nantinya.

"Iya. Kamu lupa, sebelum kamu ninggalin aku, kita main dulu saat itu? Kamu nggak masalah kan? Baby aman kan? Kan aku daddy nya. Jadi, tahu bagaimana gerakan aku yang tidak menyakiti baby, " ujar Bima, mengingat kan Mysha pada hari di mana dia meninggalkan Bima.

Mengingat itu, Mysha malu sendiri, jadi dia berdehem pelan. Untuk menutupi rasa malu nya itu.

"Hari itu, kamu hot banget sayang, " bisik Bima pelan, lalu tangan nya, sudah masuk ke dalam pakaian yang Mysha gunakan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 20 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mysha(21+) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang