"Kenapa? " tanya Bima, saat melihat Mysha termenung kembali.
Ya, kembali. Bahkan wanita itu tidak menyambutnya dengan baik, setelah kepulangan nya dari perjalanan bisnis minggu ini.
Bima tidak ada mengatakan Mysha harus menyambut nya di bandara, dengan tangan yang berisi tulisan nama Bima. Tidak, Bima tidak menginginkan itu.
Atau, Mysha yang harus lari-lari, lalu memeluknya di tengah bandara. Bima juga tidak menginginkan itu.
Mengingat, wanita itu sedang hamil. Bima juga tidak ingin membuat istri kecilnya itu, kelelahan.
Tapi, kenapa saat Bima membuka pintu penumpang, yang dilihat adalah istri nya termenung. Bahkan, Bima harus berdeham,untuk bisa menyadarkan Mysha tentang kehadiran nya.
Melihat hal itu, dahi Bima tentu berkerut, apa yang mengisi pikiran wanita itu, hingga banyak sekali termenung nya, bahkan saat sudah memberikan kecupan di pipi dan bibir Bima.
"Sudah makan? " tanya Bima lagi.
Tapi, pertanyaan yang Mysha berikan, tentu diabaikan oleh Mysha, karena wanita itu sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Hal itu, tentu membuat Bima berdecak. Namun, dia tentu tidak akan marah. Karena, dia tidak tahu apa yang di pikiran wanita itu sekarang.
"Sayang. Cerita sama aku. Kamu, kenapa? " tanya Bima lagi. Kali ini, tangannya iya letakkan di atas perut wanita itu.
Dia juga merindukanmu anaknya, yang sudah lama, tidak ia sentuh atau merasakan kehadiran nya.
Mysha yang merasakan sentuhan Bima di atas perutnya itu, langsung menoleh, sedikit kaget, itu raut yang bisa Bima lihat.
"Kamu kenapa dari tadi, diam saja? Ada sesuatu yang menganggu pikiran kamu? Mau cerita sama aku? " tanya Bima dengan nada yang begitu lembut, dan tangan masih berada di atas perut besar Mysha. Mengusapnya di sana.
Mysha yang mendengar pertanyaan suami nya itu, menarik nafas nya kasar. "Aulia, kemarin datang ke rumah, " ungkap Mysha, dengan jujur.
Bima yang mendengar ucapan Mysha, menghentikan usapan di atas perut wanita itu. Menatap Mysha dengan panik.
"Apa? Dia ke rumah? Dia nggak nyakitin kamu kan? Kamu baik-baik aja? " tanya Bima dengan nada khawatir nya. Sambil melihat kondisi tubuh Mysha. Takut, ada bagian tubuh Mysha yang terluka.
Sungguh, Bima takut Aulia bertindak buruk, salah satunya dengan melukai Mysha.
Wanita itu, memang tak banyak menuntut di pengadilan, saat proses perceraian mereka berlangsung. Tapi, isi pikiran dia, siapa yang tahu?
Tapi, dari mana wanita itu tahu, tentang keberadaan Mysha.
Lalu, hal lain yang membuat Bima kesal adalah, kenapa Roberto tidak memberikan perlindungan yang baik untuk putri nya?
Maksud Bima, Roberto tidak mungkin tidak tahu, tentang Aulia. Karena Aulia juga bisa menjadi penyebab orang melukai putrinya.
Seharusnya Roberto tahu, kan? Dan melindungi Mysha lebih lagi. Apalagi, saat Bima tak berada di sini.
"Tidak, dia tidak menyakiti aku, " ujar Mysha dengan nada lemah. "Tapi, dia ingin bertemu dengan putra mas. Dia ingin, mengambil putra dari ku. "
Bima yang mendengar ucapan Mysha itu, mengejutkan dahinya, sedikit terkejut dengan ucapan Mysha itu.
Bima sudah tahu, ternyata anak yang selama ini di sembunyikan oleh Aulia adalah Putra, anak Vikra, yang katanya anak dari hasil suami orang.
Tapi, Bima sadari, bahwa apa yang dikatakan Aulia saat itu, benar-benar sebuah kebohongan karena faktanya, Vikra belum pernah menikah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
RomanceSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
