Minho mengerjapkan mata saat tidur nyenyaknya diusik oleh sebuah tepukan halus di pipinya. Setelah berhasil berperang dengan rasa kantuk, Minho pun bangun sepenuhnya, namun ia dibuat bingung saat menemuka sesosok perempuan tengah duduk di sisi ranjang sembari tersenyum lembut.
"Ra, lo ngapain di kamar gue?" Tanyanya sembari duduk.
Bukannya menjawab, Sakura malah mengulurkan sebelah tangan untuk mengelus pipi pria di hadapannya. "Bangun mas, udah waktunya sahur"
"H-hah? L-lo apaan sih anjir pake manggil-manggil gue mas segala?!" Minho beringsut menjauh namun tidak bisa di bohongi kalau jantungnya berdebar lebih cepat dan wajahnya berubah merah.
Bukannya marah Sakura malah terkikik kecil dan dengan jahil naik ke atas ranjang lalu memeluk Minho dengan manja. "Mas kok lucu banget sih? Ngalah-ngalahin adek"
"Adek? Adek siapa?" Sesaat setelah pertanyaan itu, pintu kamar terbuka lalu masuklah seorang gadis kecil sekitar usia 5 tahun. Jalannya gontai karena masih mengantuk, baju tidur berwarna pink dengan motif kucing nampak kusut sekusut surai sebahunya. Namun Minho tidak bisa melihat jelas wajah anak kecil itu.
"Papa mama lama, adek udah lapal!" Pekiknya marah.
"H-hah?" Minho dibuat bingung setengah mati dengan situasi saat itu. Namun dalam hatinya ia tau kalau gadis kecil itu adalah anaknya dan Sakura. Tapi, bagaimana bisa?
"Dia anak kita No... "
"No... "
"Ino... "
"Minho.... "
"Minho Cahyadi!"
Minho tersentak, ia langsung duduk dengan mata melotot. Hal itu membuat Chan kaget sendiri melihat adiknya seperti vampir cina yang kertas mantranya dicabut.
"Sahur No, udah mau jam 4"
"H-hah? O-oke" Chan mengangguk kemudian keluar dari kamar Minho meninggalkan si pemuda pecinta kucing yang masih mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya.
"Yang tadi mimpi? Kok bisa gue mimpiin Sakura kayak gitu" Gumamnya bingung sembari menyentuh dada kirinya. Debaran itu terasa nyata. Pelukan bahkan ucapan Sakura serasa nyata, termasuk sosok kecil yang ia tau sebagai putrinya.
Ingatan Minho kembali berputar pada beberapa hari lalu saat Sakura menginap di rumahnya setelah kejadian tenggelam waktu itu. Ia berkata pada Sakura untuk menunggunya menyakinkan perasaannya sendiri. Dan semalam Minho coba untuk berdo'a meminta petunjuk pada Yang Maha Kuasa soal perasaannya. Lalu ia malah bermimpi seperti itu. Apakah itu sebuah pertanda?
Tanpa sadar bibir Minho naik sedikit dan pipinya memerah samar. Gelenyer aneh terasa menggelitik perutnya. Apakah gambaran masa depannya akan seperti itu jika ia menikah dengan Sakura?
Tunggu, menikah?
Minho mengusap wajahnya kasar karena tidak bisa menahan senyumannya. Sial, kenapa ia seperti remaja yang tengah di mabuk cinta begini?
"Astaghfirullahalazim, gue kenapa sih?" Karena tidak ingin terlalu larut dalam khayalannya, Minho segera bangkit dari tempat tidur untuk mencuci muka lalu turun ke bawah, karena keluarganya sudah menunggu untuk makan sahur.
......
Tak terasa Ramadhan akan berakhir dalam 3 hari lagi. Dan kini semua orang tengah bersuka cita menyambut datangnya hari raya idul fitri. Beberapa kebiasaan mulai dilakukan seperti membeli baju lebaran, mengecat rumah ataupun persiapan membuat kue-kue khas hari raya seperti nastar dan lain-lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanfictionGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
