"Ramadhan 5"

87 19 15
                                        


"At least gue kalo suka sama orang gak ngajak dia berantem tapi diem-diem perhatian, ctasss!" Taehyung yang merasa tersindir memicing ke arah Jisung.

"At least gue gak perhatian secara terang-terangan tapi gak bisa bales perasaannya, ctasss!" Ucap Taehyung sembari melirik Felix.

"At least gue kalo di deket cewek gak malu-malu atau sembunyi di balik badan abang gue" Kali ini Felix yang menatap Jungkook.

"At least gue gak ngerdus sana-sini nge-phpin anak orang dan pas ditanya status jawabnya kita temenan aja" Jungkook langsung tepuk tangan setelah berhasil membuat Jisung bungkam.

"Eh lagi pada maen at least at least ya? Gue ikutan dong!" Hyunjin yang baru pulang kuliah langsung berjalan ke arah halaman rumah keluarga Syarifuddin dimana kedua adik kembarnya sedang membuat konten bersama maknae Syarifuddin.

Jisung, Felix, Taehyung dan Jungkook menatap ke arah Hyunjin. "Hyunjin dateng, yok bubar yok!" Ke empatnya beranjak dari tempat duduk lalu pulang. Taekook masuk ke dalam rumah sedangkan Jilix pergi ke rumah mereka melewati tubuh Hyunjin yang mematung.

"TEGA YA KALIAN AMA GUE? APA SALAH DAN DOSA GUE AMA KALIAN SIH? Sakit....sakit hati mungil pangeran...." Hyunjin menyentuh letak dadanya dengan dramatis.

Seungmin yang juga baru sampai hanya menatap malas abangnya itu, kemudian buru-buru masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam ia melihat si kembar sedang cekikikan di depan TV sementara Jeongin sedang bermain monopoli di ruang tamu bersama Ni-Ki, Eunchae dan Wonyeong. Rencananya anak-anak itu akan buka puasa bersama di kediaman Jeongin.

"Assalamu'alaikum... "

"Walaikumsalam...." Jawab mereka kompak.

"Bang, liat bapak gue gak?" Tanya Ni-Ki yang baru selesai mengocok dadu.

"Ada noh lagi ngedrama di halaman rumah tetangga" Jawabnya santai, namun sebelum kakinya melangkah ke arah tangga, matanya tak sengaja bertemu dengan mata milik Wonyeong. Gadis itu terlihat gugup dan canggung? Tak terasa sudah 2 minggu berlalu semenjak peristiwa di rumah Wonyeong. Gadis itu sudah tidak pernah mengirim chat apa-apa lagi pada Seungmin begitupun sebaliknya.

Tapi kegugupan Wonyeong langsung sirna saat Seungmin tersenyum kecil padanya lalu pergi menaiki tangga. Gadis cantik itu langsung menunduk dengan wajah memerah. Tak bohong jika hatinya masih mendambakan sosok Seungmin. Namun Wonyeong tidak bisa memaksakan keinginannya karena Seungmin bukan hanya sulit di dekati, tapi pemuda itu memiliki prinsip yang kuat.

Orang tua Wonyeong terutama sang kakek mengerti dengan apa yang Seungmin sampaikan. Sehingga mereka tidak lagi membahas tentang hubungan. Namun bukan berarti tali silaturahmi mereka terputus begitu saja.

"Yen, abang berangkat dulu ya, makanan sama minuman buat kalian buka udah abang siapin. Abang Chan juga lagi di jalan bentar lagi nyampe" Ucap Minho yang baru turun dari kamar dengan penampilan rapih.

"Iya bang, abang jadi mau bukber sama temen-temen abang?"

"Jadi. Oh iya, Eunchae pas abis buka jangan langsung pulang, ntar pulangnya bareng sama Sakura"

"Siap kakak ipar!" Pekik Eunchae. Minho terkekeh kecil kemudian jalan ke luar rumah menuju mobilnya yang diparkir di halaman. Namun sebelum masuk ke dalam mobil, ia malah salfok pada salah satu adiknya yang tengah duduk bersandar di bawah pohon depan rumah keluarga Syarifuddin.

"WOY JIN! NGAPAIN LO DISITU?"

Hyunjin mendongak "NGADEM BANG!"

Tak memikirkan tingkah absurd adiknya lebih jauh, Minho segera masuk kemudian melajukan mobilnya membelah jalanan komplek di sore hari.

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang