Bonus : His Mind

448 21 2
                                        

Ini nggak akan panjang...

Happy reading

Eros tidak pernah banyak memimpikan hal ini.

Pikirannya dari dulu adalah jijik pada dirinya sendiri. Perilaku menyukai seseorang yang jauh lebih muda adalah perilaku yang menjijikkan. Dia memang tidak pernah berpikir mesum atau apapun, membayangkan hal dewasa pada Erys kecilnya. Tidak. Selama hampir seumur hidupnya baik saat itu maupun sekarang.

Yang ia rasakan adalah perasaan ingin melindungi yang ekstrim, perasaan yang ingin Erys hanya melihatnya, perasaan yang ingin Erys mengetahui rasa sayangnya yang kelewatan batas, dan rasa ingin menjadikan Erys miliknya setelah dewasa nanti. Cukup dan sangat menjijikkan.

Maka saat Erys hampir kehilangan nyawa karena dirinya, Eros menarik diri. Menarik diri dari dunia Erys, satu-satunya hal yang paling membuatnya bahagia.

Sejak Erys kecil, Eros sudah memberikan kasih sayangnya yang melimpah. Menyayangi adiknya yang sangat manis itu, sampai kemudian perasaan-perasaan menjijikkan itu datang. Dia merasa, tidak akan pernah ada yang bisa membuat Erys aman dan bahagia selain dirinya.

Erys kecil akan menangis jika tidak bertemu Eros, Erys kecil akan menangis jika Eros pulang ke rumah, dan Erys kecil akan bermanja pada dirinya. Bukannya Erys yang semakin ketergantungan padanya, tetapi dia yang menjadi ketergantungan.

Akan gelisah jika tidak melihat Erys, akan merasakan rasa tidak nyaman jika Erys menolak bermanja dengannya apabila satu hari dia tidak ada wakty, dan ingin cepat pulang hanya untuk membantu Bunda Arena sekedar menggendong Erys.

Perasaan itu mengikatnya selama bertahun-tahun. Sampai kecelakaan itu terjadi.

Hatinya sangat sakit, saking sakitnya membuat Eros susah bernapas. Erysnya yang manis terbaring pucat dengan alat penunjang kehidupan seolah jika ada kesalahan sedikit nyawanya ikut terbang.

Rasa takut kehilangan yang berbeda membuat Eros sadar. Perasaannya tumbuh secara tidak normal. Dirinya tidak normal.

Dengan rasa bersalah dan takut pada dirinya sendiri. Eros menarik diri.

Diam-diam hanya akan melihat Erys tumbuh dari jauh. Tumbuh semakin menawan dan semakin menjauh dari dirinya.

Erys remaja pasti takut dengan wajahnya yang hanya memiliki satu ekspresi dan aturan-aturan yang membebani. Eros tidak ingin kecolongan dengan kesehatan Erys, memaksanya untuk mematuhi segala aturan Eros melebihi aturan Dadanya sendiri.

Jadi, saat hubungan mereka berputar menjadi seperti ini, Eros kacau.

Dia hanya pernah jatuh cinta sekali, pada Erys. Tetapi dia tidak pernah mencurahkan cintanya. Dia kebingungan di tengah jalan. Sulit mengontrol pikiran posesif dan ketakutannya, Eros menjadi kacau.

Erys sering mengatakan dia gombal, seseorang yang pandai merayu. Tetapi Erys tidak tahu, dia hanya mengatakan apa yang ada dipikirannya. Tidak ada niat merayu, hanya ingin mencurahkan kasih sayangnya.

Eros memberikan segala sesuatu yang disukai Erys dengan impulsif, berpikir itu akan membuat Erys bertambah bahagia. Tetapi dia lupa, Erysnya bukan orang yang suka memanfaatkan kasih sayang.

Melihat kamera yang Erys inginkan, yang uangnya sudah Erys tabung sendiri sebelum membeli membuat Eros sadar. Mungkin tidak semua yang Erys inginkan bisa Eros belikan dengan mudah.

Pendapat Erys lebih penting daripada tindakan impulsifnya.

Dia ingin terus berbenah menjadi lebih baik. Tetapi emosinya, rasa cemburunya sungguh menakutkan. Dia sendiri takut.

Maka setelah menyelimuti Erys dan memberikan kecupan ringan, Eros berjalan menuju halaman belakang untuk merokok. Berusaha menenangkan pikirannya yang sudah berpikir macam-macam karena melihat Aidan.

"Dada lihat kamu kelihatan happy akhir-akhir ini." Chandra tiba-tiba berdiri berdampingan dengan Eros. "Erys juga."

Eros tidak berhenti merokok, "Hm." Jawabnya singkat. "She said yes."

Chandra tertawa, "kalian pacaran? Erys yang minta? Dilihat dari kepribadian kamu yang mirip Kak Adam, kamu bahkan gak kepikiran itu pada awalnya. Am I right?"

"Hm." Eros menjawab dengan deheman membuat Chandra tengsin.

Keduanya terdiam.

Chandra tidak merokok, membiarkan Eros yang menghabiskan batang ketiganya. Lalu tersenyum tipis saat melihat Eros mengambil permen.

"Gak mau ketahuan Erys kalau ngerokok?" Lalu sebelum Eros menjawab, Chandra sudah membalas lagi. "Kamu cemburu."

Kini pandangan Eros menatap Chandra dengan mantap. "I am. Your daughter is breathtaking, she's driving me crazy."

"Of course, I am her Dada." Chandra tersenyum lalu menepuk pundak keponakannya. "Apa yang kamu lihat dari Erys?" Dia tahu putrinya manja luar biasa, jika bertemu Eros bagaikan 180 derajat. Sifat mereka berbanding lurus.

"She is the most adorable person I have ever met. She makes me happy just with her presence, makes me drunk just with her smile, and makes me fall in love with just every breath." Hanya dengan memikirkan Erys, pandangannya Eros melembut. Hatinya yang kacau berangsur tenang.

Itu adalah salah satu alasan dia mencinta Erys.

"Ya, I am a jealous person." Eros menatap Chandra dengan bersungguh-sungguh. "I choose to destroy myself rather than hurt her, I'll kill myself if I hurt her. Thats why I am here."

Dan darisana Chandra sadar, cinta Eros adalah cinta yang gila.

Fall ApartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang