Erys mengambil kamera yang dibelinya tadi malam dengan Aidan. Membuat pengaturan sebelum menggunakannya nanti. Tadi pagi Erys sudah bangun di kamar, kata Dadanya tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, Eroslah yang mengantarnya ke kamar.
Erys juga sudah mengirimkan pesan pada Aidan, memang Eros yang menunggunya di depan. Tidak ada reaksi berlebihan dari Eros. Mereka berdua sarapan bersama tadi pagi. Eros tidak membahas apapun tentang masalah dia pergi dengan Aidan.
Tapi Erys menjelaskan, mereka —Erys dan Aidan— pergi membeli kamera bersama sekalian berjalan-jalan. Reaksi Eros hanya tersenyum dan mengelus kepala Erys, seperti biasa menanyakan apa yang ingin Erys makan namun dengan hatinya yang masih khawatir, Erys memutuskan untuk membuatkan makan siang untuk Eros.
Sekarang dia malah bingung akan memasak apa, hanya tiduran sambil scroll handphone lalu kemudian bangkit dan bermain kamera.
Eros gampang disenangkan. Apapun makanan akan dimakan asal bersama Erys, tidak kepedean tapi memang begitulah adanya. Karena sudah kepalang buntu, Erys meminta saran Mama Nara dan jawaban Mama Nara memang tidak membantu.
"Eros itu, apapun yang kamu masak pasti dia kesenangan."
Tanya Kaivan juga sama, malah Kaivan ingin sekalian. Erys menolak, dia akan melayani Eros. Hitung-hitung tanda permintaan maaf karena kemarin tidak mengabari Eros.
"Okey, mari kita lihat apa yang bisa dibuat."
Erys membereskan kekacauannya lalu berjalan menuju dapur. Untungnya, orang tua Erys sedang sibuk jadi tidak makan di rumah. Memang hari ini khusus Eros.
Melihat ada ayam, Erys memutuskan untuk
membuat soto. Gampang namun banyak kondimen yang akan dibuat, itu menunjukkan jika Erys memiliki niat yang baik.
Maka dengan lihai Erys mulai mengolah bahan masakannya, dia bahkan tidak meminta bantuan siapapun untuk masak. Sekalian membunuh waktu karena masih ada sekitar dua jam tersisa sebelum makan siang.
Dengan musik yang terus berjalan, satu persatu kondimen siap Erys hidangkan. Karena Eros tidak suka yang manis-manis, sepertinya minum air putih saja cukup.
Akhirnya, bau soto memenuhi dapur. Erys hanya bisa berdecak kagum dengan dirinya, "pinter masak, baking, gambar, dan banyak lagi. Mertua mana yang nggak mau punya mantu kaya gue?" Katanya sembari terkekeh-kekeh sendiri.
Erys melirik jam lalu bergegas mandi jadi saat Eros datang, dia juga sudah wangi. Pokoknya hari ini dia akan niat sekali. Mandi, berdandan, dan siap. Menunggu Eros datang dengan makan duluan, nanti saat Eros datang Erys tidak perlu makan lagi. Tinggal memanjakan Eros saja.
Lalu saat selesai menyimpan piringnya, Erys mendengar bel yang berbunyi. Dengan segera Erys berlari dan membuka pintu. Senyumnya kontan melebar saat Eros berdiri di hadapannya. Erys tidak banyak
membuang waktu, dia langsung melompat ke pelukan Eros.
"Selamat siang pacar!" Ucapnya dengan sangat manis.
Eros menaikkan satu alisnya lalu terkekeh, "Siang, semangat sekali sayang." Eros melangkah masuk ke dalam dengan Erys masih menempel di pelukannya seperti koala.
"Pasti dong!" Erys tidak lupa memberikan kecupan singkat di pipi Eros. Senyumannya masih sangat lebar. "Aku bakal memanjakan Kak Eros selama seharian ini, jadi siap-siap jangan sampai pingsan ya?" Lanjut Erys dengan hiperbola.
Eros kembali terkekeh geli, tangannya dengan kuat menahan berat badan Erys. Membiarkan tubuh keduanya menempel erat, dengan begini Eros tahu, Erys ada dihadapannya. Erys adalah miliknya.
"Cocok." Gumam Eros di telinga Erys.
Erys merasakan geli dan merinding di seluruh tubuhnya. Napas Eros berhembus dengan sangat seksi. Erys berdehem. "Ke ruang makan." Katanya dengan kaku. Dia deg-degan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall Apart
RomanceSequel of Fall in Love Eros Kalnandra Nararya Adam mengenal Erys Serapina Adam bahkan sejak Erys masih dalam kandungan tantenya. Nama Erys pun pilihan Eros, mereka sedekat nadi dan tidak terpisahkan walau bahkan oleh jarak umur yang terpaut jauh. Ba...
