Bingung dengan Lena yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa pamit, Lilo langsung menyusul gadis itu. Namun yang didapatinya malah sesosok lelaki berhidung mancung dengan tinggi badan lebih unggul dari dirinya. Entah lantaran merasa cemburu atau apa, Lilo refleks bertanya "Dia siapa, Na?"
Oh, tidak. Tentu saja Lilo tidak cemburu dengan lelaki itu hanya karna tinggi badannya. Jika dinilai, Lilo memiliki banyak keunggulan daripada lelaki itu. Salah satunya adalah cara berpakaiannya yang lebih rapi, tidak seperti lelaki itu yang hanya mengenakan hoodie dan jins selutut dilengkapi dengan sneacker. Penampilan Lilo pun jelas lebih berwibawa, tidak urak-urakan seperti lelaki itu yang rambutnya saja terlihat seperti tidak disisir.
"Lo yang siapa?" Lelaki itu menatap Lilo sengit, namun sedetik kemudian langsung menatap Lena khawatir. "Ah, bodo amatlah dia siapa. Lo darimana? Kenapa sms gue nggak dibalas, telpon nggak diangkat?"
"Ah, hapenya gue silent. Sori. Lo udah lama disini?"
"Baru bentar kok, 3 jam ada lah"
"Ya ampun, Kioki. Itu udah lama. Ada perlu apa ke rumah gue?"
Merasa terabaikan, Lilo sengaja berdehem dengan keras. "Halo, gue idup loh di sini"
"Pengen mastiin kalo lo baik-baik aja. Gue sms dan telpon berkali-kali nggak ada jawaban, gue kira terjadi sesuatu sama lo. Sebenarnya tadi mau gue telpon aja 911, tapi anak-anak ngelarang" jelas Kioki tanpa menghiraukan Lilo.
Lilo berdecak sebal, kecemburuan yang berusaha dia sangkal, kini muncul dengan kentara. Lilo memegang pundak Lena, menyuruh gadis itu untuk hanya melihat dirinya saja. "Kasih tau gue, siapa dia?"
"Bukan urusan lo, Lilo" ujar Lena risih. Ini satu-satunya yang tidak disukai Lena dari Lilo sejak dulu. Dia akui Lilo hampir sempurna dengan sikapnya yang dulu menyenangkan dan wajahnya yang tampan. Coba saja cowok itu tidak obsesif, maka saat itu Lena benar-benar menganggapnya sempurna.
"Jelas itu urusan gue. Gue berhak tau dia siapa"
Kioki yang merasa tak suka langsung menyingkirkan tangan Lilo dengan kasar dari pundak Lena. "Eh, nggak usah pegang-pegang. Bukan muhrim"
Lena menghela nafas jengah, ditatapnya Lilo tepat di bola mata, kemudian berkata dengan penuh penekanan "Lo harus ingat, dan mohon sadar diri, lo udah nggak ada hak apa-apa lagi. Setelah apa yang udah lo perbuat, masih berani mengklaim hak? Ck, harap tau diri, Lilo"
"Ayo pergi, Kioki" Tangan Lena dengan leluasanya menarik pergelangan tangan Kioki untuk pergi meninggalkan Lilo yang diam membeku.
🚧 A L P H A B E T 🚧
Kioki tak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak bertanya mengenai lelaki yang Lena panggil Milo, Kilo, Gilo, Lilo atau siapalah tadi. Semenjak tangannya ditarik Lena sampai mereka terduduk di kursi kafe, pikiran Kioki hanya dipenuhi oleh pertanyaan mengenai lelaki itu. Terlebih lagi ketika dia menyadari ada yang berbeda dengan Lena hari ini, tidak terlihat segar seperti biasanya meski paras cantiknya tak pernah berubah. Kioki berasumsi itu diakibatkan oleh Lilo, mengingat seharian ini sepertinya Lena menghabiskan waktunya dengan lelaki itu.
"Kalo lo mau cerita tentang si Milo Milo itu, gue mau dengerin kok" Kioki menyingkirkan gelas lemon teanya, kemudian tersenyum memandangi Lena.
Lena tertawa singkat. "Lilo maksud lo?" Yang kemudian dibalas Kioki dengan anggukan.
"Gue bukannya nggak mau cerita sama lo, tapi gue nggak mau ngomong apa-apa lagi tentang Lilo" Lena menolehkan pandangannya ke luar kaca etalase memperhatikan beberapa orang yang berlalu-lalang, kemudian melanjutkan perkataannya "Tapi kalo lo tanya siapa Lilo, gue bisa jawab."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHABET [TAHAP REVISI]
Teen FictionSepasang saudara yang terpisah karena sifat mereka yang bertolak belakang. Alpharel Dimilo atau yang biasa disapa Farel adalah anak sulung keras kepala dan pembangkang, sedangkan adiknya Bethalena Dimilo adalah seorang anak yang penurut. Namun ked...
![ALPHABET [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/121120509-64-k490613.jpg)