54. Time Slip

266 39 2
                                        

Kabar tentang Chrisdy yang sudah siuman dari komanya langsung menyebar dengan cepat. Keesokan harinya banyak tamu yang mengunjungi Chrisdy, termasuk keluarga Gifahri. Entah apa yang membawa mereka kemari, padahal sebelumnya mereka tak pernah berkunjung.

Lena yang sebelumnya berada di kamar Oma Kioki, terpaksa segera pamit setelah mendapat telepon dari Elvin. Melihat Lena yang buru-buru pergi padahal baru sebentar berkunjung langsung membuat Kioki bertanya-tanya. Laki-laki itu bahkan sempat menanyakan siapa yang menelepon gadisnya, namun Lena hanya menggeleng sambil tersenyum. Kioki juga bertanya mau kemana dan menawarkan diri untuk menemani gadis itu pergi, namun lagi-lagi Lena hanya menggelengkan kepalanya.

Mendapati gadisnya yang menutup diri membuat Kioki khawatir, ditambah lagi dengan ekspresi Lena yang mendadak berubah gelisah. Kioki semakin khawatir. Bagaimana kalau sebenarnya yang menelepon Lena adalah orang jahat? Bagaimana kalau sebenarnya selama ini Lena diganggu oleh orang jahat? Diperas, diancam, atau bahkan dibully? Bagaimana kalau yang melakukan semua kejahatan itu pada Lena adalah... Cyanide?

Tiba-tiba Kioki teringat perkataan yang pernah Farel ucapkan padanya.

Mereka pasti bakalan tau tentang kedekatan lo sama Lena.

Lo pikir CYANIDE bakal diam aja? Lo pikir mereka bakal terima?

Nggak.

Mereka bakalan benci tingkat dewa sama cewek yang deket sama kita

Dan parahnya lagi, mereka bisa aja ngelukai cewek itu.

Mereka bisa aja ngelukai Lena.

Kioki mendadak  panik. Entah kenapa dia merasa semua yang dikatakan Farel benar-benar sedang terjadi. Bagaimana kalau sebenarnya selama ini Lena terluka karena hubungan mereka?

Buru-buru Kioki bangkit dari duduknya dan mengejar Lena yang baru saja keluar dari kamar Oma. Prasangka buruk terlalu mengendalikan pikirannya.

Namun, ketika Kioki membuka pintu, betapa terkejutnya dia mendapati sosok Elvin yang sedang berbicara dengan Lena di koridor.

A L P H A B E T

Pertemuan kedua Farel and the gang dilaksanakan hari ini, masih di kamar inap Farel karena mereka tak punya markas lain, dan karena Farel juga belum sembuh total untuk bisa keluar dari kamarnya.

Pertemuan kali ini diadakan siang hari, di jam istirahat Bona dan Mike. Bahkan Keira dan Daniel masih berada di sana bersamanya. Keira sempat curiga dengan kamar yang mendadak penuh dengan teman anaknya, ditambah lagi ada dua orang dokter sekaligus di antara mereka.

Namun Farel langsung memberitahu Keira tentang agenda rapat mereka dengan dibantu oleh Daniel. Keira awalnya sempat marah dan membuat atmosfer di sana menjadi tegang. Namun Daniel berusaha menenangkannya dan meyakinkannya.

"Kenapa kalian nggak kasih tahu Bunda dari kemaren? Kenapa baru kasih tahu sekarang?" tanya Keira dengan suara yang meninggi. "Kita bisa diskusikan sama-sama. Kalian nggak bisa ngambil keputusan gitu aja tanpa Bunda."

Daniel langsung merengkuh lembut pundak istrinya yang saat ini sedang naik-turun karena emosi. "Kei, tenang dulu. Ini juga demi kebaikan semuanya."

"Ya terus emangnya semua nggak bakalan membaik kalo diomongin sama aku, mas? Kalian mau sampai kapan merahasiakan ini? Kalo misalnya hari ini aku nggak tahu juga, apa kalian bakalan terus sembunyiin ini dari aku?"

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang