58. Let Go

336 43 0
                                        

Dormatorium Genocide sunyi dan gelap saat Lena sampai di depan gerbangnya. Tak ada satupun lampu yang menyala dari bangunan itu, sepertinya memang dorm itu sengaja ditinggalkan kosong. Lantas Lena mencoba mengatur napasnya yang tersengal karena belari. Gadis itu berpikir bahwa Kioki berada di dorm dan langsung berlari untuk segera menemuinya. Hingga akhirnya Lena sadar, Kioki tak mungkin masih ada di sini. Dia dan keluarganya pasti sudah kembali ke rumah duka—rumah Alm. Oma.

Lena terduduk di depan gerbang dengan kaki yang tertekuk. Kedua tangannya memeluk lutut, kepalanya dia benamkan di dalam sana, dan dia menangis lagi. Lena masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Oma sudah meninggal. Semuanya terlalu mendadak. Padahal Oma terlihat baik-baik saja saat terakhir Lena mengunjunginya, mereka bahkan tertawa dan bermain kartu remi.

Oma memang bukan keluarga kandung Lena, namun hubungan Lena dengan wanita tua itu jauh lebih dekat dibandingkan hubungannya dengan Eyangtinya sendiri. Bahkan Lena menjalin hubungan yang baik dengan semua anggota keluarga Kioki, namun dia justru mendadak menghilang di hari Oma meninggal. Sebenarnya manusia macam apa dia? Lena bahkan berpikir begitu.

Terlebih lagi, bagaimana kalau semuanya sudah membaca berita pertunangannya dengan Elvin? Apa yang akan mereka pikirkan tentang Lena nanti?

Tin! Tin!

Lena mengangkat kepalanya dan mendapati sebuah mobil berhenti di depannya. Lena tak dapat melihat siapa pemilik mobil itu karena lampu mobil menerpa majahnya dan membuatnya kesulitan melihat. Lena hanya bisa mendengar suara hentaman pintu dan langkah seseorang yang mendekatinya.

"Lena, ayo masuk!" sebuah tangan terulur padanya. "Ayo kita temui Kioki, dan semuanya."

Lena menatap wajah pemilik tangan itu dengan bibir yang bergetar dan mata yang terus mengaliri air dengan deras. Lena tahu laki-laki itu tak mau melihat dirinya yang terlihat menyedihkan, namun saat ini laki-laki itu jelas tak punya pilihan lain.

"Kak Elvin.." Lena terisak, tangisannya langsung pecah. "Oma Kioki..."

Elvin langsung membantu Lena berdiri, kemudian menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

"Oma...Kioki.."

Elvin menepuk-nepuk punggung Lena seperti mencoba menenangkan. Padahal saat ini dia juga sedang menangis dalam diam. Semua ini juga membuat Elvin frustasi, dia jelas merasa bersalah dengan para membernya, namun dia juga tak punya pilihan lain. Elvin menyadari hari ini dia sudah mengecewakan banyak orang, dan itu membuatnya membenci dirinya sendiri. Dia merasa bersalah karena tidak memberitahu Lena lebih awal, merasa bersalah karena tidak berada di sisi sahabatnya yang sedang kehilangan. Juga merasa bersalah dengan Rona karena tak memberikan penjelasan apapun.

Semuanya juga berat bagi Elvin.

A L P H A B E T

Rona tak percaya dengan apa yang dilihatnya di televisi. Semua yang terjadi benar-benar tak terduga. Bagaimana bisa tiba-tiba Lena bertunangan dengan Elvin? Semuanya terlalu mendadak dan sulit untuk dipercayai dan mendadak Rona tak bisa mempercayai siapapun lagi.

Rona langsung mematikan telivisi, segera beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya dengan hentakan kaki emosi. Gadis itu membuka pintu kamarnya dengan kasar, masuk ke dalam kamar dan berhenti di depan meja riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin, rambut merahnya tergerai berantakan, matanya menunjukkan sorotan yang sarat akan kekecewaan. Kemudian matanya jatuh pada mawar hitam yang dirawatnya di dalam teko susu itu. Kelopaknya sudah banyak berguguran di atas meja, namun masih menyisakan beberapa kelopak yang menempel pada tanaman itu, menandakan bahwa belum saatnya kelopak bunga terakhir gugur. Belum saatnya Rona berhenti menunggu Elvin.

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang