52. OH BOY

321 47 3
                                        

Selama di dalam mobil yang dikendarai Zidan, Lena hanya diam memandangi jalanan di balik jendela. Gadis itu berusaha membuat dirinya seolah tak berada di sana bersama Zidan dan Liliana. Lena mengabaikan setiap perkataan yang diucapkan oleh keduanya dan tatapan yang sesekali meliriknya lewat spion dalam.

Lena menatap pantulan wajahnya di jendela, dan merasa bahwa orang yang dilihatnya saat ini adalah orang lain dikarenakan wajahnya dilapisi dengan make up tipis yang mempertegas struktur muka dan sepasang matanya jadi terlihat tajam, bentuk alisnya dilukis naik sehingga ekspresi Lena selalu terlihat dingin dan ketus, bibirnya yang tipis diolesi lipstick merah pekat. Rambut panjangnya diikat satu tak berponi, sengaja menampakkan leher jenjangnya yang tertutup kerah turtle neck sekaligus menampakkan kalung berliontin kristal. Lena sengaja membuat dirinya terlihat lebih dewasa dan menghilangkan kesan gadis polos di dirinya. Gadis itu bahkan memakai coat panjang untuk menutupi dress gelapnya, membuatnya semakin terlihat seperti wanita dewasa yang misterius. Lena sengaja menggunakan konsep tersebut khusus untuk hari ini.

"Pastikan kamu tersenyum di sana nanti," tegur Liliana sambil melirik Lena dari spion. "Jangan bertingkah, kita sudah sepakat."

"Kita tinggalin Chrisdy sendirian di rumah sakit," ucap Lena tanpa menghiraukan perkataan Liliana. "Apa ini tetap harus dilakukan? Padahal Chrisdy masih koma."

Zidan langsung melirik Lena dengan kepala yang sedikit tertoleh ke belakang, tidak mengira dengan apa yang baru dia dengar dari anak gadisnya itu.

Namun, belum sempat Zidan membuka mulutnya, Liliana buru-buru menyela.

"Jangan pura-pura peduli dengan Chrisdy. Kamu hanya akan mengkambingkitamkannya untuk menghindari acara ini."

"Bukannya peduli, aku cuma nggak terbiasa sendirian sama kalian tanpa Chrisdy." ucap Lena lirih. "Walaupun aku ngelakuin ini secara terpaksa, seharusnya Chrisdy tetap ada di sini sebagai abangku."

"Chrisdy koma juga karena kamu. Jadi diamlah, dan lakukan saja apa yang harus kamu lakukan."

"Makanya itu," Lena balik menatap Liliana lewat spion. "Chrisdy sedang terkena musibah, apa nggak terlalu egois kalo kita tetap mengadakan acara ini?"

"Bethalena." Zidan langsung menegurnya karena tahu ke arah mana anak gadisnya itu akan membawa pembicaraan ini.

"Maksudku, kita seperti menari di atas duka keluarga kita sendiri." ucap Lena, seulas senyum tipis tersungging miring di bibirnya. "Memangnya nggak bisa nunggu sampe Chrisdy selesai koma? Harus banget seburu-buru ini?"

"Bethalena, kita sudah sepakat!" bentak Zidan setelah mobil yang dikendarainya berhenti di parkiran. Matanya melirik Lena dengan tajam. "Diam dan menurutlah!"

"Aku sih sama sekali nggak masalah." tangan Lena bergerak membuka pintu mobil, matanya menatap lekat milik Zidan. Kemudian gadis itu melanjutkan sebelum turun dari mobil. "Tapi kelicikan kalian terlihat begitu kentara."

A L P H A B E T

Kioki tak bisa menyembunyikan air mata bahagianya saat mendapati Oma yang sudah sadarkan diri setelah mengalami koma lebih dari seminggu. Saat Oma membuka matanya, Kioki adalah orang pertama yang mengetahuinya karena dia adalah satu-satunya yang ada di samping wanita tua itu, menjaganya tanpa lelah.

Namun saat semua keluarganya berkumpul mengelilingi Oma, Kioki mengambil jarak dan menangis dalam diam di sudut ruangan.

"Mas Luki." Lala mendekatinya, menarik-narik ujung bajunya. "Pilek lagi?"

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang