18. Ms. Right

627 89 4
                                        

Kioki merasa beruntung mendapati sosok Lena yang menjadi orang pertama yang dia lihat ketika bangun tidur. Gadis itu terbaring di sisi kasur dengan bokong yang terduduk di atas kursi. Kedua lengannya dia gunakan sebagai bantal, kepalanya dia miringkan menghadap Kioki.

Sebuah senyum terbit di bibir Kioki yang tak lagi pucat sedangkan tangannya menelusuri lekuk wajah Lena yang tetap cantik meski sedang tidur. Kioki menghela napasnya lega, sekarang gadisnya terlihat baik-baik saja dibandingkan saat terakhir dia menemukannya di taman bermain dengan kondisi yang sungguh menyedihkan, sampai-sampai membuat hati Kioki tersayat melihatnya.

Kioki memang tak tahu apa yang menyebabkan Lena menangis saat itu, bahkan sampai membuat gadis itu pasrah diguyuri hujan hingga dirinya basah total dan kedinginan. Kioki sama sekali tak tahu. Dia ingin sekali menanyai Lena, namun siapa lah dia yang ingin mencampuri urusan pribadi gadis itu? Seperti yang Elvin bilang, pacar saja bukan.

Kioki tertohok. Dia memang bukan pacar Lena, tapi bukankah dirinya punya arti yang lebih dari sekedar 'pacar'? Atau, hanya menurutnya saja? Sejujurnya Kioki pun tak tahu apa yang Lena pikirkan tentangnya, bagaimana perasaan Lena terhadapnya, Lena anggap apa dirinya. Walaupun Lena bilang dia adalah Big Fan Kioki, yang artinya sudah pasti bahwa gadis itu menyukainya, namun Kioki ragu gadis itu membalas cintanya. Menyukai dan mencintai adalah hal yang berbeda.

"Hm, udah bangun?" Tangan Kioki langsung tertarik ketika suara lemah khas bangun tidur keluar dari mulut Lena. Kioki tersenyum, lantas mengubah posisinya menjadi duduk, sama dengan Lena.

Lena mengusap matanya. "Mau langsung sarapan?"

Kioki menggeleng.

"Kok nggak?"

Kioki menggeleng lagi, kini sambil tersenyum. Lena mencebik, jadi begini rasanya berhadapan dengan pasien yang tidak menurut. Masih mencebik, Lena mencoba memikirkan cara lain. "Mau dibuatin teh hangat?"

Tidak berhasil. Kioki tetap menggeleng.

"Mau disuapin?" Sesuai tebakan, Kioki langsung mengangguk dengan semangat. Namun ketika dia melihat sebuah senyuman terbit di bibir Lena, lelaki itu langsung berhenti dan menggeleng, lagi.

Lena menghela napas berat. Tidak berhasil juga. Namun Lena tak kehabisan akal, kali ini dia tersenyum lagi, kemudian berkata, "Yuk jalan-jalan pagi dulu, terus sarapan."

Ajakan Lena itu praktis membuat senyum kemenangan terbit di bibir Kioki, karna memang itu lah yang dia inginkan. Lantas Kioki menganggukkan kepalanya dengan semangat.

Lena terkekeh dan bangkit dari duduknya, kemudian tangan kanannya terulur untuk membantu Kioki berdiri. Dengan senang hati Kioki menyambut tangan gadis itu.

🚧ALPHABET 🚧

Pagi itu sebelum Kioki terbangun, seseorang datang dan menekan bel rumah berulang-ulang, membuat tiga pintu kamar terkuak lebar hampir dalam waktu yang bersamaan. Tiga lelaki dengan wajah lesu khas orang bangun tidur keluar dari masing-masing pintu, detik selanjutnya satu kata makian keluar dengan kompak dari mulut mereka. "Brengsek!" Bagaimana tidak, suara bel yang nyaring sudah menendang mereka secara paksa dari mimpi yang indah. Siapapun yang menekan bel itu, Arka sumpahi nanti malam dan seterusnya tidurnya akan selalu diganggu! Menyebalkan sekali.

Sebelum menatap pintu utama, Audio menyempatkan diri untuk mengintip pintu kamar Kioki yang masih terbuka, dari tempatnya berdiri dia bisa melihat punggung Lena yang terduduk di samping kasur Kioki. Gadis itu pasti lelah sekali sampai tidak mendengarkan suara bel yang bisingnya mengalahkan suara band dangdut acara nikahan.

"Ka, lo buka pintunya!" Audio menyuruh Arka yang berdiri di depan pintu kamar yang ada di sebelah kamar Kioki, dan kebetulan posisi lelaki itu yang paling dekat dengan pintu utama. Arka hanya bisa menghela napas pasrah dan menuruti perintah Audio. "Tolong tutup pintu kamar Kioki dulu!" Sela Audio cepat ketika Arka melangkahkan kakinya, sang Leader pasti cemas, jika ada oranglain yang tahu mengenai seorang gadis yang menginap di dorm GENOCYDE, itu pasti akan menjadi skandal besar.

ALPHABET [TAHAP REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang