16. Come Back Home

628 106 18
                                        

"Dasar keras kepala!" Itu yang Elvin katakan ketika melihat Kioki terbaring lemas di atas kasur. Bibir lelaki itu pucat dan suhu badannya lebih tinggi dari sebelumnya. Wajahnya pun merah padam. Kali ini dia benar-benar tumbang.

"Bang Kioki bakalan bangun kan, Na?" Arka yang berdiri di samping Elvin bertanya kepada Lena yang sedang memeriksa Kioki. Saat ini Lena berada di Dorm GENOCYDE, lebih tepatnya di kamar Kioki.

"Lo pikir dia bakalan mati?" Audio menukas sambil melirik Arka dari sudut matanya. Kemudian dia langsung memalingkan wajahnya menatap Lena khawatir karna pakaian gadis itu yang setengah basah tapi malah langsung memeriksa Kioki. "Na, lo nggak ganti baju dulu? Lo kuyup gitu, nanti malah sakit kayak Kioki"

"Iya, Na. Lo bawa kopor 'kan? Ganti baju gih, nanti masuk angin"

"Ngapain Lena bawa kopor?" Tanya Arka yang langsung mendapatkan lirikan tajam khas Mama-Papa ketika melihat nilai rapor anaknya jelek oleh Audio dan Elvin. Lelaki itu tidak peka sekali. Padahal Elvin dan Audio sudah bisa membaca situasi Lena saat ini, pasti sesuatu yang tidak enak sedang menimpa gadis itu. Tapi Arka dengan wajah bodohnya malah bertanya. Ngapain Lena bawa kopor?

"Oh, tadi mau nginap di rumahnya Rona. Terus ketemu Kioki di jalan"

Elvin tahu Lena berbohong, tapi rasa gembira di hatinya tak bisa disamarkan ketika nama gadis bersurai merah itu terucap di bibir Lena. "Mau ke rumah Rona sekarang? Ayo, gue antar! Kita mampir dulu ya ke restoran buat beli steak. Terus ke supermarket beli bahan-bahan makanan!"

Mulut Arka sudah terbuka dan ingin menyerang Elvin dengan beribu pertanyaan ketika tiba-tiba saja seseorang muncul dari balik pintu dan melemparkan sehelai handuk ke Lena. "Ganti baju. Malam ini lo nginap di sini. Lo pake kamar gue"

Hening. Semua kepala menoleh dan menatap Farel dengan keherenan yang tersirat begitu kental.

"Kopor lo basah kan? Lo pake baju gue, udah gue taruh di atas kasur"

Masih hening.

"Lo bisa nginap di tempat teman lo besok"

Kali ini Elvin langsung bereaksi. Tidak terima karna rencananya yang ingin bertemu dengan sang kekasih tergagalkan karna Farel. "Eh, apa-apaan!"

"Yang protes, gue minta maaf"

Kembali hening. Ketiga lelaki itu mengernyit mendapati tingkah Farel yang tak seperti biasanya, terlebih lagi ketika kata maaf terlontar dari mulutnya begitu saja. Padahal mereka mengira Farel akan mengatakan 'Yang protes, yok duel sama gue', dengan begitu tidak ada yang berani protes karna mereka tahu Farel tidak terkalahkan dalam urusan tonjok menonjok. Tapi kali ini berbeda, lelaki itu malah meminta maaf. Wah, ini benar-benar bukan seorang Farel.

Ketiga lelaki itu kompak menyentakkan kepala. Satu alasan yang sangat mustahil untuk menjadi nyata terlintas di pikiran mereka. Karna Lena, kah? Apa Farel tiba-tiba menjadi seperti ini karna ada Lena? Apa Farel menyukai Lena, maka dari itu dia menjadi lembut begini?

Lagi lagi dengan kompak ketiga lelaki itu langsung menolehkan kepalanya menatap sang gadis. Dalam hati mereka berkata "Nggak mungkin,kan?"

"Kak Farel!" Lena akhirnya membuka mulutnya setelah dari tadi hanya diam memperhatikan Farel dengan jeli. Kemudian tangannya terangkat menunjuk ke arah lelaki itu. "Bibirnya-"

"Bang, berdarah!" Arka langsung heboh.

"Anjir, lo kenapa?! Tulang pipi lo juga luka tuh!" Elvin yang baru menyadarinya langsung syok, ditambah lagi ketika dia memperhatikan penampilan Farel yang acak-acakan. "Lo abis berantem?"

"Ck, gue jatoh"

Audio hanya bisa menghela napasnya. Kenapa hari ini banyak sekali masalah yang terjadi dengan membernya? Kioki pingsan, dan sekarang Farel luka-luka. Hidup Audio terasa dua kali lebih berat karna posisinya sebagai Leader.

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang