35. Cool World

372 59 6
                                        

Hari yang berat akhirnya berganti juga menjadi hari yang baru. Lena masih setengah sadar saat matahari pagi menerobos sela-sela jendela dan menerpa wajahnya. Sinar matahari pagi tak begitu terik, tapi itu cukup untuk membuat Lena menyipitkan matanya karena silau. Lena bangkit dari tidurnya, bergerak membuka tirai putih dan membiarkan sinar matahari sepenuhnya menerangi kamar.

Saat tirai sudah terbuka sempurna, betapa terkejutnya Lena mendapati sebuah mobil berwarna putih yang sangat familir terparkir tepat di sebelah mobil milik Daniel. Lena membeku di tempatnya, masih terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Samar-samar dia mendengar orang yang mengobrol di ruang tamu, salah satu dari mereka sedang memohon dengan lembut. Lena tahu betul siapa orang yang sedang memohon itu, lantas Lena langsung berlari keluar kamar menuju ruang tamu.

"Bunda jangan!" Lena langsung menyergah ketika dia sudah sampai di ruang tamu. Semua orang yang ada di sana terkejut melihat gadis itu yang tiba-tiba muncul. Lena tak menghiraukan tatapan mereka, gadis itu justru menatap tajam seorang lelaki berpakaian jas rapi yang duduk berhadapan dengan Keira dan Daniel. "Jangan dengerin dia!"

"Kamu udah bangun, sayang?" tanya Keira sembari menyeka matanya, kemudian tersenyum menatap anaknya. "Duduk dulu sini, Bunda mau ngomong."

Lena menggeleng pelan. "Aku nggak mau."

"Nggak papa, Lena." ucap Daniel sambil mengelus tangan Lena dengan lembut. "Sini, duduk di samping----."

"Ayah...," Lena berujar lirih, sedikit merengek. "Aku nggak mau. Jangan dengerin dia."

"Lena." kini giliran laki-laki berjas rapi itu yang berbicara. "Abang datang untuk jemput kamu."

Lena bersecak kesal. "Kamu bukan abangku, Chrisdy." mata gadis itu seperti menusuk Chrisdy dengan kekecewaan dan amarah.

Keira menarik napas dalam-dalam, kemudian menghelanya secara perlahan. "Lena, kamu harus ikut Chrisdy."

"Bunda....," Lena merengek, sedikit tak percaya dengan yang keluar dari mulut Keira. "Aku bahkan baru sehari sama Bunda."

"Nggak apa-apa, Nak." Keira tersenyum, yang Lena tahu itu adalah sebuah senyuman palsu. "Nggak masalah, kamu boleh balik ke Zidan."

"Bunda, aku nggak mau."

"Bunda ngerti, Lena. Bunda dan Ayah ijinin kamu balik ke sana. Jangan khawatir, kami baik-baik aja."

"Apa yang Bunda ngertiin?" Lena mengernyitkan keningnya, lantas seperkian detik setelahnya dia langsung menatap Chrisdy. "Kamu ngomong apa sama Bunda?!"

Chrisdy menarik seulas senyum lembut di bibirnya, yang mulai hari ini adalah hal yang paling Lena benci di dunia. Laki-laki itu kemudian berkata dengan lirih, "Jangan bohongin diri kamu sendiri, Lena."

Lena mengepal tangannya dengan kuat, matanya masih menatap sosok Chrisdy dengan kekecewaan dan amarah yang kian kentara. Kali ini Lena benar-benar sadar, Chrisdy jelas bukan orang yang baik. Lena sadar, selama ini dia dekat dengan iblis bertopeng malaikat.

"Papi kamu sekarat, Lena." ucap Keira yang sukses membuat kepalan tangan Lena melemah dan tatapan gadis itu menjadi luluh seketika. "Kamu harus balik, temui dia."

"Tapi, Bunda...."

Mendengar anaknya memelas, Keira langsung menggelengkan kepalanya. "Nggak papa, Bunda baik-baik aja di sini sama Ayah."

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang