BACA PART 29 DULU YA! SAYA UPDATE DUA PART HARI INI:)
●●●●
Hari masih sangat pagi ketika acara peluk-memeluk terjadi di dorm GENOCIDE. Keira memilih keberangkatan pertama dari Jakarta menuju Bandung dengan Kereta Api karna dia berniat menghabiskan seharian penuh hanya berdua dengan Lena. Sebelumnya Keira sempat mendapat protes dari Farel dan Kioki, tapi dia tetap tegar dengan pendiriannya. Meski tidak setuju dengan pilihan Keira, Farel tetap mengantarkan Bundanya itu ke Stasiun. Sedangkan Kioki sejak tadi tidak terlihat batang hidungnya. Padahal seharusnya sekarang dia mencegah Keira, atau mengantarnya ke Stasiun bersama Farel, atau sekedar berpamitan saja. Tapi kenyataannya pintu kamar Kioki tak bergeming sejak tadi.
"Rel, Kioki nggak dibangunin?" Tanya Elvin sambil memberikan kunci mobil ke Farel karna lelaki itu ingin meminjam mobilnya untuk mengantar Keira. "Tadi lo ke kamarnya kan? Dia nggak mau bangun?"
"Nggak usah, dia ngantuk banget katanya. Biarin aja dia tidur."
"Masa sih?" Arka menatap Farel penuh curiga. "Bang Kioki tadi malam tidurnya cepet kok, dia juga nyalain alarm supaya bisa bangun pagi dan ikut anterin Lena. Bahkan dia nyuruh gue siram dia pake air kalo nggak bangun-bangun."
"Jadi lo nggak percaya sama gue?" Farel menatap Arka dengan sinis. "Lo kan liat sendiri kalo tadi gue masuk ke kamarnya, bangunin dia."
"Kita cuma liat lo masuk ke kamar Kioki," Ucap Audio. "Kita nggak liat lo bangunin dia."
Farel mendengus. "Terserah kalian, kambing."
Pembicaraan mereka berhenti ketika Keira muncul dari balik pintu dengan ponsel yang bertengger di telinganya. "Oke, mas. Makasih, ya."
Tut.
"Eh, kalian nggak bangunin Kioki ya?" Tanya Keira sambil menyimpan ponselnya ke dalam tas. "Katanya dia mau ikut anterin Bunda sama Lena."
"Nggak jadi." Farel langsung menjawab dengan cepat. "Kioki nggak bisa bangun."
"Kenapa? Dia sakit?"
"Nggak, Bunda. Dia cuma ngantuk aja." Jawab Farel. "Yaudah ayo kita berangkat. Kita harus jemput Lena dulu di rumah Rona."
Farel langsung merangkul Keira dan membawanya memasuki mobil ketika yang lainnya menatapnya penuh curiga.
Ada sesuatu yang disembunyikan Farel. Begitu pikir Audio, Arka, dan Elvin.
"Bunda berangkat dulu, ya." Ucap Keira sambil melambaikan tangannya dari balik jendela mobil yang diturunkan. "Kirimkan salam Bunda untuk Kioki, ya!"
Ketiga kepala itu kompak mengangguk.
"Bunda, maaf ya, kita nggak bisa ikut anterin ke Stasiun." Ujar Audio yang diekori oleh anggukan Arka dan Elvin.
"Nggak apa-apa." Kata Keira sambil tersenyum. "Makasih ya udah ijinin Bunda nginap di sini. Oh iya, Bunda udah masakin lauk untuk hari ini, jadi Elvin nggak perlu repot lagi."
"Makasih, Bunda!"
"Sama-sama." Sahut Farel yang sukses membuat Elvin mendengus. "Kita berangkat sekarang. Dah!"
"Nyetir yang bener, bang." Peringatan Arka hanya Farel respon dengan deheman.
Kemudian mobil melaju meninggalkan pekarangan rumah setelah Farel membunyikan klakson sebanyak dua kali.
🚧ALPHABET🚧
Kioki adalah tipe orang yang tak bisa bangun pagi kalau tidak ada yang membangunkannya. Meskipun malam tadi dia sudah berniat penuh akan bangun pagi karna dia akan mengantarkan Lena ke stasiun, dia bahkan sudah mengatur alarm di ponselnya dan meminta Arka untuk membangunkannya kalau sampai dia tidak bangun juga. Tapi nyatanya Kioki sama sekali tidak mendengar alarmnya berbunyi, justru yang membuatnya terbangun adalah suara klakson yang berbunyi sebanyak dua kali dari halaman rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHABET [TAHAP REVISI]
Teen FictionSepasang saudara yang terpisah karena sifat mereka yang bertolak belakang. Alpharel Dimilo atau yang biasa disapa Farel adalah anak sulung keras kepala dan pembangkang, sedangkan adiknya Bethalena Dimilo adalah seorang anak yang penurut. Namun ked...
![ALPHABET [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/121120509-64-k490613.jpg)