extra; so that I love you

788 56 7
                                        

Malam itu, setelah Kioki 'melamar' Lena, mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama, membalas rindu habis-habisan. Namun mereka tidak tahu harus melakukan apa, Lena juga khawatir dengan kesehatan Kioki karena laki-laki itu baru saja menggelar konser dan besok Genocide akan hadir sebagai tamu di salah satu stasiun radio. Kioki sama sekali tak mempermasalahkan itu, laki-laki itu hanya ingin bersenang-senang sepanjang malam dengan gadisnya. Lantas mereka putuskan untuk bersiap-siap dulu, membersihkan diri kemudian membicarakan apa yang akan mereka lakukan nanti.

Saat Lena menghabiskan waktu di meja rias, Kioki menggunakan kamar tamu untuk mempersiapkan dirinya, mandi dan mengganti pakaian. Lena menyentakkan kepalanya ketika mengingat laki-laki itu tidak membawa pakaian ganti sama sekali. Lantas Lena langsung beranjak dari tempatnya untuk memberitahu Kioki bahwa di dalam lemari ada pakaian milik Farel yang tertinggal ketika menginap di sini tahun lalu.

Tanpa mengetuk lebih dulu, Lena langsung membuka pintu dan detik kemudian langsung berteriak terkejut lalu menutup matanya rapat-rapat. Berbeda dengan Lena, Kioki yang saat ini sedang berdiri beberapa langkah di depan Lena dengan hanya mengenakan handuk putih yang menutupi pinggang sampai lututnya, justru membuka matanya semaksimal mungkin dengan badan yang sedikit tersentak.

"G-gue nggak liat apa-apa kok!" Lena langsung mengklarifikasi, membuat Kioki terkekeh gemas melihat bagaimana merahnya kedua pipi gadis itu.

Kioki melangkahkan kakinya mendekati Lena, kemudian menutup mata gadis itu dengan salah satu tangannya sedangkan tangan yang lain dia gunakan untuk memutar badan Lena dan menuntunnya keluar dari kamar.

"Ketuk pintu dulu, sayang." ucap Kioki sambil terkekeh. "Untung gue masih pake handuk loh."

"G-gue cuma mau bilang." Lena menahan langkahnya, namun enggan berbalik badan menghadap Kioki. "Di lemari ada baju Bang Alpha, lo bisa pake."

"Oke. Makasih, Lena." bisik Kioki tepat di telinga Lena, sontak saja gadis itu langsung menahan tangan Kioki yang menutup matanya dengan kedua tangan agar dia tidak membuka mata, takut tergoda. Namun Kioki justru semakin menggoda Lena dengan mengecup pipi gadis itu. "Thank you."

Tak ingin jantungnya meledak, Lena langsung kabur dari sana. Kioki yang melihatnya hanya tertawa gemas, kemudian menutup pintu dan mengganti pakaiannya.

A L P H A B E T

Tak lama kemudian Kioki keluar dari kamar, Lena yang menunggu sambil menonton tv di ruang tengah hanya menolehkan kepalanya sedikit melirik Kioki, kemudian langsung kembali pura-pura fokus menonton tv. Gadis itu malu, pipinya masih memerah karena apa yang dilihatnya tadi masih terbayang di kepala, berkali-kali. Lena berbohong saat mengatakan pada Kioki bahwa dia tidak melihat apapun. Dia melihatnya, dada bidang Kioki dan perut kotak-kotaknya yang tergores bekas luka. Lena tak pernah melihat bekas luka itu sebagai cacat, gadis itu bahkan sama sekali tidak setuju dengan Kioki yang merasa malu dengan bekas luka itu. Padahal nyatanya, bekas luka itu justru membuat Kioki terlihat lebih jantan, dan seksi. Menurut Lena. Oh astaga, Lena membayangkannya lagi. Sontak Lena langsung menggelengkan kepalanya sambil memegang pipinya yang memanas.

Kioki sadar apa yang sedang terjadi, lantas laki-laki itu mendekati sang gadis sambil tersenyum gemas.

"Hey." Kioki duduk di samping Lena, membuat jarak di atas sofa besar yang mereka duduki.

Lena menoleh. "Eh, udah siap?"

Kioki mengangguk dengan kepala yang tertoleh pada Lena. Merasa tak puas melihat gadisnya seperti itu, Kioki memutar badannya menghadap Lena, mempersempit jarak di antara mereka.

"Lena." Kioki memanggil Lena untuk mendapatkan perhatiannya karena gadis itu kembali menonton tv.

"Hm."

ALPHABET [TAHAP REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang