9 : : POEM

2.8K 256 19
                                        

Dirimu bagaikan awan, begitu tulus dan lembut

Sepadan dengan caramu mencintai, bagaikan terik matahari, ia tak bosan-bosannya terbit tenggelam untuk menyinari indahnya bumi

Dan diriku? Bagaikan langit, bila tanpa dirimu, serasa hampa dan tiada berseri

~A Thousand Hearts for Veny

...

Jam pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung, dari dalam kelas 3B itu tampak Rengga tengah duduk tegak seraya memerhatikan buku tulis dihadapannya.

Kaku, hemat bicara, dan serius. Tiga ciri khas dari Rengga yang selalu dicap oleh anak-anak sekelas.

Cewek berambut setengah bahu itu mendelik, memandang teman sebangkunya, tidak di panti, tidak di kelas, tidak dimana-mana Rengga selalu tampak kaku seperti robot. Perlahan, cewek itu mengangkat bibir bawahnya sesekali menoleh ke arah depan, alih-alih takut tertangkap basah oleh guru dan dijadikan bahan percobaan di depan kelas.

"Kamu enggak bosan kaku kayak gitu Ga?"

Rengga yang tadi tengah serius dengan bukunya, kini menoleh ke arah sumber pertanyaan. Venita Lusiana. Satu orang yang secara ajaib ingin berteman dengan robot seperti dirinya.

"Enggak, gue nyaman."

"Apa enaknya sih jadi orang kaku?" gerutu Veni, seraya berbisik kesal, menyambar pena hitam di atas meja Rengga.

Rengga melirik, lalu kembali kepada bukunya kembali. "Lo enggak punya hubungan serius dengan orang-orang."

Veni mengembungkan pipinya, membuka tutup pena, lalu mencoret wajah Rengga dengan satu garisan, berhasil membuat cowok itu berdecak.

"Itu enggak enak tau," ucap Veni seraya menjulurkan lidah.

"Tau," jawab Rengga tenang, membalikkan lembaran bukunya, pelajaran yang dijelaskan di depan sudah ia kuasai sebelumnya jadi untuk saat ini ia bisa membagi ruang otaknya untuk belajar materi minggu depan. "Menjalin hubungan yang terlalu serius dengan orang-orang malah makin buat lo tersakiti, lo bakal sulit nerima perpisahan."

Veni, memutar kedua bola matanya dengan malas. "Belum apa-apa kamu udah mikir pisah aja Ga."

"Otak gue udah gue persiapkan buat mikir yang buruk terlebih dahulu,"

"Harus?" tanya cewek itu lagi, terpaksa Rengga menjawab pertanyaan itu dengan anggukan, tapi tetap saja berhasil membuyarkan fokusnya pada buku bacaan.

Cewek itu mencondongkan tubuh, mengangkat dagu, menantang. "Coba kamu contohin."

"Samping," bisik Rengga, menundukkan kepala, tidak peduli dengan tatapan khas konyol milik Veni.

Dengan wajah bingung dan setengah saraf otak yang tidak terhubung, Veni menoleh ke arah kanan. Sekarang seorang perempuan paruh baya dengan mengenakan rok berwarna hitam dan jas merah muda berdiri di sampingnya.

Menyeramkan.  Secepat mungkin cewek itu menyengir, menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Udah puas ngobrolnya?" tanya guru itu, dengan kedua alis terangkat.

Tubuh Veni merinding seketika, secepat mungkin cewek itu mengetuk jarinya mencari akal.

"S-saya tanya pelajaran bu, tadi ada yang kurang paham."

Guru itu mengalihkan pandangan, kali ini kepada salah satu anak didik kesayangannya. "Benar itu Rengga?"

Rengga menoleh, memperhatikan Veni dengan datar, mata cokelat pekat cewek itu tampak memohon, seakan menginginkan Rengga untuk segera mendukungnya. Sekarang juga.

Rengga tersenyum, menyeringai. "Tidak."

Veni membulatkan mata, diam-diam menggertakkan giginya, berusaha mengancam Rengga di balik tatapannya .

Rengga menyeringai lagi, memerhatikan mata cokelat pekat itu dalam-dalam, lalu tenggelam kembali pada buku pelajarannya.

"Veni, ibu enggak mau tahu, pokoknya kamu saya hukum. Sesuai dengan materi hari ini, kamu buat lima buah puisi terus kumpul di ruangan saya istirahat kedua nanti."

Puisi!

Ingin rasanya, Veni tidak bernapas sekarang. Guru dengan bobot badan yang lumayan besar itu membalikkan badan kembali berdiri di depan papan tulis putih kesukaannya.

Sedangkan dirinya? Veni menghembus panjang menepuk dahi dengan telapak tangan kanannya kuat, tak henti-hentinya ia merutuki kebodohannya dalam hati.

...

Published : 26.01.18

Next chap : 29.01.18

Yang mau tanya-tanya langsung di kolom komentar ya ^^

A Thousand Hearts for Veny [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang