HAPPY READING
SEMOGA SUKA
JOY POV
Bagi banyak orang mungkin keputusanku adalah keputusan paling bodoh memutuskan orang sebaik dan setampan seperti Sungjae, namun aku tidak pernah menyesali semua itu.
Jujur aku memang menyukai Sungjae, perhatiannya terhadapku namun aku kecewe dengan Sungjae. Bagi teman-temanku aku dibilang kuno, wajar saja jika pacaran berciuman bahkan tidur bersama.
Tapi aku selalu ingat perkataan orang tuaku, jika itu adalah dosa. Orang tuaku menyekolahkanku bukan hanya untuk pacaran tapi untuk menuntut ilmu. Jauh dari orang tua bukan berarti aku bebas melakukan apapun tapi jauh dari orang tua adalah tantangan bagiku untuk belajar dan bertanggung jawab dengan diriku sendiri.
Orang tuaku mengijinkanku berpacaran asal melakukan hal yang wajar bukan seperti pacaran zaman sekarang. Baru pacaran sudah ciuman atau bahkan tidur bersama , itu sebuah dosa besar dan menurutku itu hal tabu terutama aku hidup diIndonesia, tidak seperti negara barat yang melegalkan hal tersebut.
Tidak masalah bagikku harus patah hati karena memutuskan Sungjae, sakit hati untuk seukuran remaja kelas dua SMA sepertiku itu menurutku hal yang wajar. Tapi mengembalikan kesucian yang telah direnggut, bagaimana bisa?.
Jika orang tersebut calon masa depan kita tapi jika lelaki tersebut jodoh orang lain.
Aku memang beberapa kali memberi kesempatan untuk Sungjae, tapi dirinya selalu mencari kesempatan ketika mengajakku keluar namun Sungjae mencoba mencari kesempatan. Sungjae pernah mengajak temannya dan juga pacarnya untuk acara bakar-bakar namun disitu ada beberapa botol alcohol dan rokok.
Dengan alibiku, aku meminta teman kosku untuk menelponku bahwa orang tuaku datang. Dapat terlihat Sungjae dengan wajah kecewanya mengantarku pulang.
Dan puncak kemarahanku yaitu saat dibioskop Sungjae memilih kursi paling pojok, aku tidak tahu apapun dibioskop karena aku tidak pernah kesana. Anak Kos sepertiku sangat sayang akan pengeluaran dari pada untuk ke bioskop mending download saja.
Aku Fokus dengan film yang aku tonton, Sungjae menyuapi aku pop corn namun bukan pop corn tapi Sungjae menciumku. Aku kaget mencoba melepas ciuman Sungjae namun tenaga Sungjae lebih besar dariku. Sungjae menciumku dan mengarahkan tanganku kesuatu benda yang sangat keras dan berbulu. aku mengijak kaki Sungjae membuatnya kesakitan dan melepaskan aku. Aku berjalan cepat keluar bioskop aku merasa bersalah dengan orang tuaku, aku mencuci tanganku dan mengusap kasar bibirku dengan air mata yang mengalir dipipiku.
Kulihat ponselku bergetar, kulihat Sungjae menelponku tapi tidak kuangkat, ku block nomernya agar tidak dapat menghubungiku. Aku kecewa marah dan jijik terhadap diriku sendiri. Kenapa dengan bodoh mau diajak kebioskop harusnya aku lebih berhati-hati.
Aku keluar dari toilet berharap tidak bertemu Sungjae
"Joy" ucap seseorang
"Chanyeol" ucapku
"mau pulang ?" tanya Chanyeol kakak PPL disekolahku
"iya, ini mau cari becak" ucapku
"mau bareng" tanya Chanyeol, aku mengeleng
"ini" ucap Chanyeol menyerahkan Pisau lipat , aku memandang Chanyeol bingung
"kita pulang bareng, nanti kalau kamu aku apa-apain. Kamu bisa tusuk aku" ucap Chanyeol . dengan ragu akhirnya aku setuju. Jujur aku masih trauma dengan kejadian tadi.
JOY POV END
,
Chanyeol Pov:
aku masih terbayang wajah Joy ketakutan saat keluar dari bioskop, aku yakin kekasihnya pasti melakukan hal yang tidak-tidak.
Joy sangat berbeda dengan gadis-gadis lain, gadis-gadis lain selalu memberikan segalanya untuk kekasihnya. Tapi tidak dengan Joy, Joy pernah dianggap aneh oleh beberapa siswi dikelasnya karena tidak mau berciuman dengan kekasihnya.
Awalnya aku ragu saat mendengar gosip yang tidak sengaja aku dengar dan aku berfikir kalau Joy hanya melakukan pencitraan menjadi perempuan yang sok suci padahal kenyataannya tidak.
Dari rasa penasaranku, aku sering memata-matai Joy dan menguntungkan bagiku, Joy ngekos dirumah mamaku tapi sepertinya Joy tidak tahu kalau aku anak ibu kosnya.
Aku sering membuntui Joy keluar bersama kekasihnya, dan dugaanku selama ini tentang Joy yang pencitraan salah total dan dari semua itu aku menjadi kagum dan berubah menjadi cinta.
Aku menunggu Joy keluar dari Toilet, aku lalu memanggilnya dan menawari tumbangan seperti dugaanku Joy menolak.
Aku sudah mengumpulkan keberanianku untuk berbicara dengan Joy, aku masih punya akal. Aku melepas bandul kunci motorku berupa pisau lipat kepada Joy, Joy natap gue dengan kebingungan. Wajah Joy yang kebingunan menurut aku sangat imut, pengen aku cubit-cubit.
Dan rasanya aku ingin meloncat-loncat dan berputar-putar lalu berguling-guling melihat Joy menyetujuinya.
'semoga ini menjadi awal yang bagus' batinku. Dan aku berjanji jika Joy jadi milikku, aku bakal berusaha menjaga dia.
Chanyeol END
.
Sejak Chanyeol mengatar Joy pulang, Chanyeol berusaha mendekati Joy. Namun mendekati Joy bukanlah hal yang mudah, Joy termasuk orang yang cuek tapi dengan usaha akhirnya Chanyeol bisa dekat dengan Joy.
Chanyeol izin tidak berangkat kerja untuk memberikan kejutan untuk Joy, seorang yang menjadi penyemangatnya dan seorang yang ingin dirinya lindungi. Chanyeol menepati janjinya pada diri sendiri setelah Joy menerimanya menjadi kekasih beberapa tahun yang lalu.
Chanyeol memakai jas dengan rapi menuju gedung tempat Joy diwisuda,Chanyeol bilang kepada Joy kalau dirinya tidak bisa hadir karena rapat diluar kota, Joy memaklumi itu.
Setelah acara wisuda selesai, Chanyeol berjalan hati-hati dibelakang Joy yang sedang berfoto bersama teman-temannya. Chanyeol melakukan berbagai gaya konyol dibelakang Joy membuat yang memfoto tidak bisa menahan tawanya. Joy yang bingung langsung merebut kamera dan mengecek hasil gambar dikamera.
Joy menoleh kebelakang dan melihat Chanyeol tersenyum kepadanya.
"mas Chanyeol" ucap Joy
Joy sangat senang orang yang diharapkan datang selain keluarganya Chanyeol. Orang yang selalu sabar dengan dirinya dan orang yang Joy sangat cintai.
Joy dulu berfikir Chanyeol sama saja seperti Sungjae tapi Chanyeol berbeda, Chanyeol memang memang punya sifat jahil dan Chanyeol selalu menjaga dirinya tidak pernah melakukan hal aneh-aneh saat bersamanya. Chanyeol terlihat badboy tapi itu hanyalah cover semata.
Chanyeol sering membantunya untuk belajar sehingga dirinya dapat meraih prestasi seperti sekarang.
Chanyeol memberi bunga mawar untuk Joy, dengan malu-malu Joy menerima bunga mawar. Joy melihat sebuah amplop putih yang berada diplastik bunga mawar tersebut. Mengambil amplop tersebut,Joy tersenyum melihat isi dari amplop yang terdapat tulisan "Will You Merry Me" dan sebuah cincin. Chanyeol masih memandang Joy melihat ekspresinya
"jadi" tanya Chanyeol.
Joy mengangguk, tidak ada alasan baginya untuk menolak Chanyeol. Chanyeol memang bukan orang yang sempurna, tapi cara Chanyeol membuatnya bahagia.
Chanyeol merasa sangat bahagia memeluk Joy, namun tarikan ditelinga Chanyeol membuat sipemilik kesakitan. Joy yang melihatnya tertawa
"mama" ucap Chanyeol mengusap telinganya yang memerah memandang mamanya.
END
LIKE & KOMEN KALIAN SANGAT BERARTI
