Roller Coaster

1.4K 207 6
                                        



Joy lagi-lagi merasa sangat kesal kekasihnya lagi-lagi mengingkari janjinya, padahal dirinya sudah membeli dua tiket nonton bioskop.

Joy menatap kesal lelaki yang sedang mendrible bola basket, apa bagusnya bola basket sehingga mengikari janjinya. Ini memang bukan pertama kali lelaki yang menyangdang kekasihnya mengabaikan dirinya demi bermain bola orange.

"tuh cewek manja lo dateng " ucap Ong berusaha merebut bola dari Daniel, Daniel hanya melirik sekilas ke Joy lalu fokus kembali main basket agar bola ditanganya tidak direbut.

"daniel, katanya mau nonton sama Joyi" ucap Joy berjalan kelapangan basket tidak peduli tatapan sinis lainnya.

"daniel ih, kamu jangan main basket ayo nonton" ucap Joy tapi Daniel tidak memperdulikan

"Joy minggir nanti kena bola" ucap salah satu teman Daniel

"bodo gak peduli" ucap Joy, Daniel menatap Joy kesal dan melempar asal bolanya mengenai bahu Joy.

"kamu gak apa-apa" tanya Taehyung hendak menyentuh Joy tapi tangan Joy keburu ditarik Daniel keluar lapangan.

Daniel tidak ingin Joy disentuh lelaki lain terutama playboy macam Taehyung yang diam-diam selalu memperhatikan Joynya.

.

.

"kamu itu gak usah kekanakan bisa gak sih" bentak Daniel sedangkan Joy menunduk tidak berani menatap kekasihnya yang sedang marah-marah

"kamu itu bisanya ganggu doang, dewasa sedikit bisakan? " lanjut Daniel masih menatap Joy dengan wajah dinginnya

"gak usah nangis, pulang aku telpon supir kamu"

"gak mau" ucap Joy mengahapus air matanya yang keluar secara kasar

"gak mau, daniel udah janji sama Joy buat nonton" rengek Joy memegangi tangan kekasihnya seperti anak kecil.

"gak usah kekanakan, atau kita putus" ucap Daniel, membuat tubuh Joy menegang. Air mata mengalir ke wajahnya, dadanya begitu sesak.

"Joy gak mau putus"

"makanya dengerin omongan aku, sekarang pulang" ucap Daniel tidak terbantahkan, Joy terpaksa mengangguk.

"bagus, gitu nurut" Daniel tersenyum mengecup kening Joy, menghapus air mata yang membasahi perempuan yang dicintainya.

Joy yang diperlakukan begitu, rasa sesak dan kecewanya tiba-tiba hilang. Daniel selalu membuat dirinya terasa terombang ambing, sering kata kasar dan bentakan keluar dari mulut Daniel tapi terkadang sikap sederhana yang ditunjukan membuat dadanya berdesir merasa sangat bahagia.

"hati-hatinya, nanti kalau aku udah selesai latihan, aku bawain makanan kesukaan kamu" lanjut Daniel memeluk Joy.

"Joy sayang daniel" ucap Joy tersenyum sedangkan Daniel membalas ucapan Joy dengan senyuman diwajahnya yang jarang dirinya perlihatkan didepan umum jika bersama dengan Joy.

Tidak ada yang tahu kalau selama satu tahun ini mereka berpacaran kecuali mereka berdua yang terkadang membuat Joy merasa sangat kesal.

.

.

.

Joy duduk canggung bersama dengan teman-teman Daniel, yang dirinya ketahui membenci dirinya. Mereka bercanda bersama termasuk Daniel, sedangkan dirinya yang tertunjuk memainkan Jari-jari kekasihnya yang dari tadi dirinya genggam.

Tatapan seseorang membuat dirinya takut, seolah memakan dirinya hidup-hidup. Joy tahu perempuan itu menyukai kekasihnya. Jika dibandingkan perempuan itu dirinya bukanlah apa-apa, dia adalah perempuan yang cantik dan cerdas sedangkan dirinya tidak terlalu pandai dan juga malas belajar.

THE JOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang