selamat tinggal cinta pertama

1.1K 157 5
                                        

Seorang yang tiba-tiba muncul kembali, seseorang yang harusnya terlupakan kini membuka kembali luka lama.

Masih tergambar jelas lelaki yang memberikan dirinya kenangan yang indah sekaligus menghancurkan hatinya tapi kini lelaki itu tersenyum tanpa dosa didepannya sambil berlutut sambil memegang cincin sambil tersenyum.

Alunan merdu biola menambah kesan romantis membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang.

"Will marry me Park Sooyoung" ucapnya, Joy tersenyum tidak mengerti dengan kelakuan lelaki yang telah meninggalkan dirinya 5 tahun yang lalu dan kini melamar dirinya.

Joy tidak peduli dengan tepuk tangan dan teriakan orang-orang yang menyuruh dirinya menerima lamaran lelaki tersebut, Joy berjalan cepat meninggalkan mereka.

Air mata mengalir tidak terbendung, seperti putaran video yang muncul dalam otaknya. Kenangan-kenangan manis mereka berdua dulu, rasa bahagia karena dicintai oleh cinta pertama.

Sampai lelaki itu mengirimi dirinya pesan "putus" lalu keesokan harinya lelaki itu malah pergi entah kemana.

.

.

Lelaki itu bernama Junhoe menatap sendu punggung Joy yang menjauh tapi dirinya tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintai Joy kembali. Dirinya sangat yakin kalau Joy masih mencintainya dan saat dirinya menjelaskan alasan dirinya pergi Joy akan menjadi miliknya kembali.

Ini bukanlah akhir untuk Junhoe selama janur kuning belum melengkung dirinya masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Joy perempuan yang dirinya cintai dari dulu sampai saat ini.

"Selamat pagi Joy" Ucap Junhoe tersenyum sambil membawa bunga, Joy hanya menatap sekilas lalu berjalan cepat tapi Junhoe tetap mengikuti Joy.

Junhoe juga berulang kali mengirim makan siang serta makanan kesukaan Joy ke kantor tempat Joy bekerja meski dirinya tahu kalau makanan yang dirinya kirim diberikan orang lain serta bunga yang dirinya kirimkan selalu berakhir di tong sampah.

Rasanya begitu menyakitkan tapi mungkin tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirinya berikan untuk Joy dulu, keadaan yang harus membuat dirinya meninggalkan Joy.

"Joy ini titipan dari Junhoe" ucap Yerin meletakan es krim di meja Joy

"Makan lo aja" ucap Joy yang tidak mengalihkan tatapannya dari layar monitor

"Tapi Joy, gue tahu kalau Junhoe udah nyakiti lo tapi lo gak boleh gini, jangan sampai lo nyesel Joy" ucap Yerin sambil membuka es krim lalu memakannya, rejeki tidak boleh ditolak bukan.

.

.

Joy menatap lelaki yang tersenyum didepannya.

"Akhirnya lo maafin gue Joy, tolong kasih gue kesempatan lagi. gue sayang lo"

"Gak bisa, lebih baik lo gak usah ganggu gue lagi" ucap Joy berdiri hendak meninggalkan Junhoe

"maafin gue Joy, tapi gue perasaan gue masih sama kaya dulu, gue terpaksa ninggalin lo. Ayah gue pengin gue sekolah diluar negeri lalu ngelanjutin perusaannya, gue dilarang hubungin siapun yang dari indonesia termasuk lo Joy" Joy berhenti sejenak lalu berjalan cepat.

Terlambat lo dateng sekarang batin Joy

Semenjak kejadian di cafe tidak ada lagi Junhoe yang datang pagi-pagi atau mengirim makanan untuknya lagi.

"Joy kenapa melamun makanannya gak enak?" tanya seorang lelaki menatap tunangannya, jujur lelaki itu khawatir kalau Joy kembali kepada cinta pertamanya, hatinya belum siap.

THE JOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang